Menu

Mode Gelap
Pengawasan Orang Tua Krusial: Mayoritas Dispensasi Nikah di Magetan Dipicu Kehamilan Dini Resonansi Bambu: Saat Hak Cipta Musisi Lokal Bersemi dalam Edukasi Royalti di Kediri Pelajaran Kebaikan di Maulid Nabi: Siswa Miosi Sidoarjo Terlibat dalam Distribusi 782 Nasi Kotak Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final Bukan Sekadar Jabatan: Mr. Roo Ungkap Filosofi dan Kunci Pemimpin Sekolah Resilien MAN IC Serpong: 14 Siswa Lolos Final OSN 2026, Terbanyak Nasional

Berita Terkini

Gara-Gara Ngomong Rampok Uang Negara, Kader PDIP Ini Dipecat!

badge-check


					Gara-Gara Ngomong Rampok Uang Negara, Kader PDIP Ini Dipecat! Perbesar

Geger! Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDIP, Wahyudin Moridu, kini harus gigit jari. Pasalnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi memecatnya gara-gara video dirinya yang viral abis. Dalam video itu, Wahyudin terang-terangan bilang mau “merampok uang negara”. Waduh, bikin heboh banget!

Video kontroversial itu awalnya beredar luas dan sukses bikin netizen geleng-geleng kepala. Wahyudin Moridu terekam lagi nyetir mobil melintasi Bandara Djalaluddin, Gorontalo. Nah, yang bikin panas, ada suara cewek yang merekam dari kursi penumpang. Di rekaman durasi 1 menit 5 detik itu, Wahyudin nyerocos, “Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini kan. Kita habiskan aja, biar negara ini semakin miskin.” Enggak cuma itu, dia juga ngaku lagi sama “hugel” alias “hubungan gelap” dan pede banget bilang, “Wahyudin Moridu anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang nanti 2031 berhenti. Masih lama.” Auto banjir hujatan, deh!

Enggak pakai lama, PDIP langsung gercep menindaklanjuti. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Komarudin Watubun, pemecatan Wahyudin ini berdasarkan rekomendasi dari komite etik dan disiplin partai. Ternyata, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Gorontalo juga udah duluan minta pimpinan pusat buat kasih sanksi tegas. “Hari ini DPP mengeluarkan surat pemecatan kepada yang bersangkutan,” tegas Komarudin dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 20 September 2025.

Efeknya jelas, pemecatan ini otomatis bikin Wahyudin Moridu lengser dari kursi DPRD Provinsi Gorontalo. Jadi, dia enggak lagi sah jadi wakil rakyat. PDIP sendiri udah siap-siap buat mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) dalam waktu dekat biar kursi di dewan enggak kosong. Yah, nasi sudah menjadi bubur, ya.

Buat kader lain, kasus Wahyudin ini jadi peringatan keras dari Komarudin Watubun. Beliau wanti-wanti agar semua kader PDIP selalu menjaga perilaku dan wibawa partai. Kalau sampai ada yang bikin kecewa masyarakat, jangan harap lolos. PDIP enggak akan segan-segan buat mengambil tindakan pemecatan yang sama, biar kapok!

Padahal nih, sehari sebelum surat pemecatan keluar, tepatnya Jumat, 19 September 2025, Wahyudin Moridu sempat bikin video permintaan maaf di akun Instagramnya, @wahyumoridu. Dalam video itu, dia kelihatan menyesal banget setelah videonya yang “rampok uang negara” itu viral. Wahyudin ditemani istrinya dan bilang, “Saya Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, bersama ini, saya didampingi oleh istri saya, dengan ini atas nama pribadi dan keluarga, saya memohonkan maaf atas video yang telah diviralkan di media TikTok beberapa waktu lalu.” Sayangnya, maaf doang ternyata enggak cukup buat menyelamatkan posisinya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini