KlikMojok – Malang Raya tengah merasakan geliat peningkatan permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertalite dan Biosolar. Fenomena ini memicu munculnya antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), seiring dengan kenaikan harga BBM non-subsidi yang mulai terasa dampaknya. Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa penyaluran BBM bersubsidi untuk wilayah Malang Raya tetap aman dan terkendali.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa Pertamina berkomitmen penuh untuk menjaga ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Distribusi BBM diatur dan disesuaikan secara berkala, dengan mempertimbangkan stok yang tersedia serta kebutuhan riil di setiap wilayah. “Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas sehari-hari dapat tetap terpenuhi. Dalam kondisi tertentu, kami melakukan penyesuaian distribusi secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi stok dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Pengaturan ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga agar penyaluran tetap berjalan dan pasokan dapat terdistribusi secara merata,” ujar Ahad.

Penyesuaian distribusi ini merupakan strategi Pertamina untuk memastikan pemerataan pasokan antarwilayah. Volume penyaluran diatur berdasarkan ketersediaan stok di titik suplai, kebutuhan SPBU, serta dinamika distribusi di lapangan. Berdasarkan evaluasi penyaluran beberapa bulan sebelumnya, Pertamina mencatat adanya peningkatan kebutuhan Pertalite sekitar 6 persen, sementara Biosolar mengalami lonjakan yang lebih signifikan, yaitu sekitar 15 persen.
Peningkatan permintaan ini tidak lepas dari berbagai faktor. Musim panen tebu yang biasanya membutuhkan mobilitas tinggi, serta meningkatnya aktivitas pariwisata selama periode liburan, menjadi pendorong utama lonjakan konsumsi BBM. Menanggapi hal ini, Pertamina telah mengoptimalkan distribusi secara proporsional dan terus melakukan evaluasi volume penyaluran agar sesuai dengan kebutuhan riil dan kondisi stok yang ada di lapangan.
Sebagai bagian dari upaya pengendalian distribusi yang lebih ketat, Pertamina telah melakukan penyesuaian penyaluran Pertalite dari Fuel Terminal (FT) Malang sejak sekitar dua hari terakhir. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi stok di titik suplai, sehingga volume penyaluran disesuaikan dengan ketersediaan yang ada. “Kami terus melakukan monitoring secara intensif dan akan menyesuaikan pola penyaluran berdasarkan perkembangan stok serta kebutuhan masyarakat. Prinsipnya, Pertamina tetap berupaya menjaga kelancaran distribusi dengan mengedepankan pemerataan pasokan dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Ahad.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian panik atau panic buying. Setiap pembelian hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan riil. Selain itu, masyarakat juga diharapkan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi dapat memicu kekhawatiran yang tidak perlu dan antrean yang sebenarnya bisa dihindari.
“Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan melakukan evaluasi terhadap kondisi pasokan secara berkala. Pertamina memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap menjadi prioritas untuk mendukung kebutuhan dan aktivitas masyarakat, dengan distribusi yang dilakukan secara terukur dan merata sesuai kondisi stok serta kebutuhan wilayah,” tutup Ahad.













