Menu

Mode Gelap
Pengawasan Orang Tua Krusial: Mayoritas Dispensasi Nikah di Magetan Dipicu Kehamilan Dini Resonansi Bambu: Saat Hak Cipta Musisi Lokal Bersemi dalam Edukasi Royalti di Kediri Pelajaran Kebaikan di Maulid Nabi: Siswa Miosi Sidoarjo Terlibat dalam Distribusi 782 Nasi Kotak Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final Bukan Sekadar Jabatan: Mr. Roo Ungkap Filosofi dan Kunci Pemimpin Sekolah Resilien MAN IC Serpong: 14 Siswa Lolos Final OSN 2026, Terbanyak Nasional

Pendidikan

Dari Septic Tank ke Kesadaran Lingkungan: Kisah Lazismu Jatim Membangun Asa di Kaliampo

badge-check


					Dari Septic Tank ke Kesadaran Lingkungan: Kisah Lazismu Jatim Membangun Asa di Kaliampo Perbesar

KlikMojok – Dusun Kaliampo, Desa Kali Pecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, adalah sebuah mozaik kehidupan yang berdenyut di tepian sungai. Bagi banyak warganya, seperti Tukiman (59) yang menjadi salah satu penerima manfaat, sungai bukan sekadar jalur air, melainkan juga bagian tak terpisahkan dari denyut keseharian—termasuk dalam urusan sanitasi. Selama bertahun-tahun, praktik pembuangan limbah rumah tangga langsung ke bantaran sungai menjadi pemandangan yang lazim, menciptakan tantangan serius bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan. Namun, di tengah realitas itu, secercah harapan mulai menyala melalui sebuah inisiatif yang tak hanya menawarkan solusi infrastruktur, tetapi juga menanamkan benih kesadaran.

Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, tim dari Lazismu Jawa Timur (Jatim) hadir di Kaliampo, bukan dengan janji kosong, melainkan dengan langkah konkret. Mereka memulai survei tahap pertama kepada lima calon penerima manfaat bantuan pembangunan **septic tank**, sebuah langkah awal dari program besar bertajuk Bina Kampung Kaliampo Bestari. Program ini, seperti dijelaskan oleh Aditio Yudono, Wakil Ketua Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian Lazismu Jatim, dirancang untuk memberikan dampak yang berkelanjutan, melampaui sekadar pembangunan fisik.

Kawasan RT 12 RW 3 Dusun Kaliampo dipilih sebagai sasaran utama penguatan sanitasi dan pemberdayaan masyarakat. Mengapa septic tank menjadi begitu krusial? Aditio Yudono memaparkan visinya, “Targetnya, bantuan septic tank dapat mencegah saluran pembuangan limbah rumah tangga langsung menuju bantaran sungai.” Ini bukan hanya soal mencegah pencemaran air, melainkan juga tentang memutus mata rantai penyakit yang kerap mengancam kesehatan warga, membangun fondasi permukiman yang lebih sehat dan bersih, serta mengurangi risiko pencemaran tanah dan sumber air yang vital. Sanitasi yang layak juga dapat mengurangi pembuangan limbah domestik ke lingkungan terbuka, mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih sehat dan bersih.

Program Bina Kampung Kaliampo Bestari tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur. Hingga Desember 2026, Lazismu Jatim menargetkan 15 kepala keluarga akan menerima bantuan septic tank. Namun, jauh lebih luas dari itu, program ini juga mencakup pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang akan menyasar 57 kepala keluarga di kawasan tersebut. Ini adalah upaya edukasi masif untuk mengubah kebiasaan dan menumbuhkan kesadaran kolektif. “Program ini tidak hanya membangun septic tank. Kami juga ingin membangun kesadaran warga tentang kebersihan lingkungan,” tegas Aditio. Untuk memastikan keberlanjutan, Lazismu Jatim juga akan membentuk kader kebersihan dari warga setempat, menjadikan mereka agen perubahan di komunitasnya sendiri. Inisiatif ini diperkuat dengan kampanye “Pelihara Daratmu: Mari Jaga Bumi, Mulai dari Lingkungan Sendiri,” sebuah ajakan bagi masyarakat untuk memulai menjaga lingkungan dari titik terdekat, yaitu rumah dan permukiman mereka sendiri.

Visi Lazismu Jatim untuk Kaliampo bahkan merentang lebih jauh. Setelah fondasi sanitasi terbangun, program berikutnya akan diarahkan pada pemberdayaan ekonomi warga yang tinggal di bantaran sungai. “Pengembangan ekonomi tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang Bina Kampung Kaliampo Bestari,” tutur Aditio. Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya menyentuh aspek kesehatan lingkungan, tetapi juga mendorong peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat, menciptakan lingkaran positif antara lingkungan yang sehat dan kesejahteraan warga. Pelaksanaan program di lapangan sendiri mendapat pendampingan erat dari Kader Aisyiyah, Kustiningsih, yang berperan penting dalam komunikasi dan koordinasi dengan warga.

Aditio Yudono menegaskan bahwa Bina Kampung Kaliampo Bestari adalah model pemberdayaan berbasis lingkungan yang holistik. Di sini, warga bukan sekadar penerima manfaat, melainkan subjek aktif yang terlibat dalam menjaga keberlanjutan program. Melalui sinergi antara Lazismu Jatim, para kader, dan partisipasi aktif masyarakat, perbaikan sanitasi di Dusun Kaliampo diharapkan membawa perubahan nyata. Lingkungan yang bersih dan sehat bukan lagi sekadar impian, melainkan langkah awal yang kokoh dalam membangun kampung yang lebih baik, di mana setiap aliran air dan setiap sudut tanah dijaga dengan kesadaran dan tanggung jawab kolektif. Ini adalah kisah tentang bagaimana satu septic tank bisa menjadi simbol dimulainya sebuah perjalanan menuju kehidupan yang lebih bermartabat dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Resonansi Bambu: Saat Hak Cipta Musisi Lokal Bersemi dalam Edukasi Royalti di Kediri

24 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Pelajaran Kebaikan di Maulid Nabi: Siswa Miosi Sidoarjo Terlibat dalam Distribusi 782 Nasi Kotak

24 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Bukan Sekadar Jabatan: Mr. Roo Ungkap Filosofi dan Kunci Pemimpin Sekolah Resilien

24 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Transformasi Pendidik Sdamada: KKG Kuatkan Growth Mindset untuk Pembelajaran Efektif

24 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Fony Libriastuti Pimpin Foskam SD/MI Muhammadiyah Gresik, Wujudkan Visi “Rumah Bersama” untuk Inovasi Pendidikan

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Trending di Pendidikan