Menu

Mode Gelap
DPR Soroti Perpusnas: Jangan Cuma Buku Pelajaran, Literasi Butuh Bacaan Berkualitas Masuk Sekolah! Jejak Digital Generasi Cilik Surabaya Diabadikan CIM Creative Agency Lewat Kolaborasi Budaya Senja di Sungai Soco: Misteri Karyadi, Sang Pencari Ikan yang Pulang Tanpa Nyawa Bayang-bayang Keracunan di Sekolah: BGN Kawal Pemulihan Ratusan Siswa di Sidoarjo Membentuk Generasi Berakhlak Mulia: SD IT Al-Ibrah Ajak Siswa Teladani Rasulullah Lewat Peringatan Maulid Nabi Galang Wakaf Tanah Masjid dr. Soetomo, PRM Medokan Semampir Perkuat Pusat Ibadah dan Sosial

Pendidikan

Dari Dapur Pesantren ke UGD: 120 Santri Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis

badge-check


					Dari Dapur Pesantren ke UGD: 120 Santri Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis Perbesar

KlikMojok – Suasana khidmat Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendadak terusik oleh kepanikan. Bukan karena ujian akhir atau kegiatan keagamaan, melainkan alarm kesehatan yang meraung-raung. Sebanyak 120 santri dari total sekitar 1.000 penghuni pondok tersebut, harus segera mendapatkan perawatan medis intensif di sejumlah rumah sakit. Dugaan kuat mengarah pada keracunan makanan, yang bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan.

Deretan mobil ambulans bergegas mengantarkan para santri ke fasilitas kesehatan terdekat. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo menjadi tujuan utama, menampung 80 santri yang kondisinya paling membutuhkan perhatian. Sisanya tersebar di Rumah Sakit Siti Hajar (19 santri), Rumah Sakit Delta Surya (12 santri), dan Rumah Sakit Pusura Gelam Candi (9 santri). Kehadiran para wali santri yang berdatangan, menambah kepadatan suasana di rumah sakit, masing-masing ingin memastikan kondisi putra-putrinya.

Bupati Sidoarjo, Subandi, segera turun tangan memastikan penanganan para santri berjalan optimal. Ia menyatakan bahwa seluruh santri yang menunjukkan gejala keracunan telah mendapatkan perawatan yang memadai. Mayoritas santri dilaporkan mengalami mual dan diare, namun kini kondisinya berangsur membaik dan dalam tahap pemulihan.

“Alhamdulillah semua sudah terpantau dan ditangani dengan baik, aman, dan tidak ada kendala apapun,” ujar Subandi saat memberikan keterangan, Selasa (1/9/2026). Pernyataan ini disampaikan untuk meredakan kekhawatiran publik, terutama para orang tua santri, mengenai insiden yang terjadi di lingkungan pendidikan berbasis agama tersebut. Program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi santri, kini justru menjadi sorotan tajam akibat peristiwa ini.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Senja di Sungai Soco: Misteri Karyadi, Sang Pencari Ikan yang Pulang Tanpa Nyawa

3 September 2026 - 06:15 WIB

Bayang-bayang Keracunan di Sekolah: BGN Kawal Pemulihan Ratusan Siswa di Sidoarjo

3 September 2026 - 06:14 WIB

Membentuk Generasi Berakhlak Mulia: SD IT Al-Ibrah Ajak Siswa Teladani Rasulullah Lewat Peringatan Maulid Nabi

3 September 2026 - 06:13 WIB

Galang Wakaf Tanah Masjid dr. Soetomo, PRM Medokan Semampir Perkuat Pusat Ibadah dan Sosial

3 September 2026 - 06:13 WIB

Bayangan Keracunan di Meja Sekolah: Menggugat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo

2 September 2026 - 21:55 WIB

Trending di Pendidikan