Menu

Mode Gelap
Pengawasan Orang Tua Krusial: Mayoritas Dispensasi Nikah di Magetan Dipicu Kehamilan Dini Resonansi Bambu: Saat Hak Cipta Musisi Lokal Bersemi dalam Edukasi Royalti di Kediri Pelajaran Kebaikan di Maulid Nabi: Siswa Miosi Sidoarjo Terlibat dalam Distribusi 782 Nasi Kotak Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final Bukan Sekadar Jabatan: Mr. Roo Ungkap Filosofi dan Kunci Pemimpin Sekolah Resilien MAN IC Serpong: 14 Siswa Lolos Final OSN 2026, Terbanyak Nasional

Berita Terkini

Budiman Sudjatmiko Ungkap Peran BP Taskin di Program Makan Berrgizi Gratis

badge-check


					Budiman Sudjatmiko Ungkap Peran BP Taskin di Program Makan Berrgizi Gratis Perbesar

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menjelaskan lembaganya mendapat mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyosialisasikan program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Mandat itu disampaikan melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. “Saya diminta bicara banyak hal,” kata Budiman saat ditemui di kantornya, Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 24 September 2025.

Budiman mengatakan sejak awal pemerintahan Prabowo, BP Taskin mendapat tugas memetakan kantong kemiskinan serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Saat ini BP Taskin mencatat ada 131 kota/kabupaten yang masuk kategori kantong kemiskinan. Dari jumlah itu, Badan Gizi Nasional (BGN) meminta BP Taskin menyiapkan 1.000 titik di setiap daerah untuk pembangunan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Budiman, BP Taskin hanya berperan mempercepat proses, sementara anggaran pembangunan SPPG tetap di tangan BGN. “Kami sifatnya mengakselerasi,” ujarnya. Ia menambahkan, permintaan pembangunan SPPG datang hingga ke kawasan pegunungan, seperti Papua Pegunungan. Namun, pembangunan di daerah tertinggal tidak bisa disamakan dengan di kota. “Ada fleksibilitas, karena sering kali penerima manfaatnya kecil,” kata dia.

Budiman menegaskan SPPG tidak wajib dibangun di kawasan 3T karena keterbatasan infrastruktur. “Kompleksitas geografi. Bahkan kalau perlu mengoptimalkan kantin sekolah setempat,” ujarnya.

Ia juga menyebut BP Taskin mendampingi pemerintah daerah agar percepatan pengentasan kemiskinan tercapai. “BP Taskin berfungsi seperti berbagai institusi terkait persoalan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Selain itu, Budiman memperkenalkan konsep pemberdayaan ekonomi biru berbasis aglomerasi. Konsep Semi Closed-Look Supply Chain Aglomerasi ini, menurutnya, menempatkan masyarakat miskin sebagai bagian utama rantai pasok. Dalam program MBG, ia mendorong makanan bersumber dari daerah sekitar.

BP Taskin memulai konsep ini di klaster Brebes-Cirebon-Indramayu-Kuningan, Lombok, dan sejumlah klaster lain. “Untuk klaster Brebes-Cirebon, kita akan memulainya dari industri pangan atau beras, dengan target petani-petani yang merupakan miskin ekstrem,” kata Budiman.

Pilihan editor: Mengapa Pemerintah Gagap Mengawasi Pemakaian Bansos

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini