Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Review

Pameran Bonsai Abhinaya Bumi Wilwatikta Mojokerto: Lebih dari 500 Karya Seni Hidup Dorong Ekonomi Lokal

badge-check

Pameran Bonsai Abhinaya Bumi Wilwatikta Mojokerto: Lebih dari 500 Karya Seni Hidup Dorong Ekonomi Lokal Perbesar

KlikMojok – Kawasan Taman Bahari Majapahit (TBM), Kota Mojokerto, baru-baru ini menjadi tuan rumah bagi Pameran dan Kontes Bonsai se-Jawa Timur bertajuk Abhinaya Bumi Wilwatikta. Acara yang digelar pada Jumat (6/11/2026) ini berhasil menarik perhatian dengan memamerkan lebih dari 500 tanaman bonsai yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, menampilkan beragam bentuk dan karakter unik.

Kegiatan ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Kecamatan Kranggan dan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kota Mojokerto, sekaligus menjadi bagian integral dari program One OPD One Event. Selain berfungsi sebagai platform bagi para penghobi untuk memamerkan koleksi dan kreativitas mereka, pameran bonsai ini juga diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan terhadap pergerakan roda perekonomian masyarakat sekitar.

Antusiasme terhadap Pameran Bonsai Abhinaya Bumi Wilwatikta ini terlihat dari partisipasi peserta yang sangat beragam. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Kota Mojokerto, Gresik, Jombang, Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Lamongan, Malang, hingga Trenggalek. Tidak hanya itu, sejumlah penghobi dari luar Jawa Timur pun turut ambil bagian, dengan perwakilan dari Cirebon, Tasikmalaya, Depok, dan Jawa Tengah yang turut memeriahkan acara.

Dari ratusan koleksi yang dipajang, jenis bonsai Santigi mendominasi dengan total 125 pohon yang dipamerkan. Disusul oleh Sancang sebanyak 83 pohon, Serut 55 pohon, Waru 52 pohon, dan Hoki Antea 35 pohon. Berbagai jenis bonsai lainnya juga turut memperkaya area pameran, meliputi Sianci, Kimeng, Saeng Simbur, Anting Putri, Loa, Cemara Udang, Ulmus, Beringin, Asem, Kawista, hingga Bougenville, yang semuanya menambah keindahan dan keragaman pameran.

Elvin Rulianto, Ketua PPBI Kota Mojokerto, menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini tidak hanya sekadar menyediakan ruang bagi para penghobi untuk memamerkan keindahan dan kualitas koleksi bonsai mereka. Lebih jauh lagi, pameran ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat, khususnya bagi para pelaku usaha dan pengrajin lokal.

“Ya, ini tujuannya pameran ini kan untuk menambah ekonomi masyarakat sekitar Mojokerto karena ini juga sebagai tolak ukur di Jawa Timur untuk pameran bonsai se-Jatim,” ungkapnya pada Jumat (6/11/2026).

Elvin juga menjelaskan bahwa pameran dan kontes bonsai ini dibagi menjadi tiga kelas utama: kelas bahan, setengah jadi, dan jadi. Pembagian kelas ini dirancang untuk memungkinkan pengunjung dapat menyaksikan secara langsung evolusi sebuah bonsai, mulai dari tanaman bahan mentah hingga bertransformasi menjadi sebuah karya seni yang memiliki karakter kuat dan nilai estetika tinggi.

Antusiasme yang tinggi dari para penghobi juga tercermin dari koleksi yang mereka bawa untuk diikutsertakan dalam kontes. Salah satunya adalah Koko, seorang penghobi bonsai berusia 30 tahun yang berasal dari Mojosari. Ia menyatakan ketertarikannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini karena merasa memiliki tanaman bonsai yang sudah dinilai layak untuk dipamerkan.

“Kebetulan pas ada bonsai yang sudah layak menurut saya buat ikut berpartisipasi, nah itu tak bawa ke sini,” tuturnya.

Melalui Pameran Bonsai Abhinaya Bumi Wilwatikta ini, para penghobi tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk memamerkan koleksi terbaik mereka, tetapi juga dapat saling bertukar pengalaman dan memperluas jaringan di antara komunitas. Diharapkan, acara ini akan terus menjadi wadah yang mendukung perkembangan seni bonsai sekaligus memperkuat potensi wisata dan ekonomi kreatif yang ada di Kota Mojokerto.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya: Perayaan 3 Tahun, Refleksi, dan Berbagi Kasih Bersama Yatamasa

6 Nov 2026 - 21:05 WIB

Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya: Perayaan 3 Tahun, Refleksi, dan Berbagi Kasih Bersama Yatamasa

Mahayu Aesthetic Clinic Hadirkan Pameran Perdana di Surabaya: Diskon 70% dan Teknologi Kecantikan Korea

6 Nov 2026 - 15:18 WIB

Mahayu Aesthetic Clinic Hadirkan Pameran Perdana di Surabaya: Diskon 70% dan Teknologi Kecantikan Korea

Festival Film Santri 2026: Rekor Partisipasi Sineas Lokal dan Internasional Melalui Tema ‘Qarib’

5 Nov 2026 - 21:07 WIB

Festival Film Santri 2026: Rekor Partisipasi Sineas Lokal dan Internasional Melalui Tema ‘Qarib’

Leedon Hotel Surabaya Rayakan HUT ke-4 dengan Berbagi Kaki Palsu Gratis, Wujudkan Semangat Kepedulian

4 Nov 2026 - 18:47 WIB

Leedon Hotel Surabaya Rayakan HUT ke-4 dengan Berbagi Kaki Palsu Gratis, Wujudkan Semangat Kepedulian

Strategi Pemkab Blitar: RTH Kanigoro Tertata Rapi, Bebas Pedagang OTR

4 Nov 2026 - 18:46 WIB

Strategi Pemkab Blitar: RTH Kanigoro Tertata Rapi, Bebas Pedagang OTR
Trending di Review