KlikMojok – Pada hari Minggu (1/11), Prof. Dr. KH Muhammad Zakki, Drs., S.H., M.Si., C.Med., CICSS, pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, secara resmi memperkenalkan visi pengembangan ekosistem ekonomi pesantren. Gagasan ini disampaikan dalam sebuah acara tasyakuran yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, menyusul pengukuhannya sebagai guru besar di Universiti Geomatika Malaysia (UGM), Melaka, Malaysia. Inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi peran pesantren, agar tidak hanya fokus sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi pilar utama dalam mendorong kemandirian ekonomi umat.
Acara tasyakuran yang penuh makna tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Di antara mereka adalah Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, serta Ketua Baznas Jatim, Muhammad Ghofirin. Selain itu, sejumlah tokoh terkemuka dari Nahdlatul Ulama (NU) juga turut memeriahkan kegiatan ini, menunjukkan dukungan terhadap visi yang diusung.
Pengukuhan Prof. Dr. KH Muhammad Zakki sebagai guru besar sendiri telah dilaksanakan sebelumnya, tepatnya pada hari Sabtu (3/10). Prosesi penting ini berlangsung melalui Sidang Senat Terbuka yang diadakan di Universiti Geomatika Malaysia. Gelar akademik bergengsi ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan pendidikan pesantren yang mampu berintegrasi secara harmonis dengan semangat kewirausahaan.
Dalam kesempatan orasi ilmiahnya yang berjudul “Ekosistem Usaha Pesantren Entrepreneur: Transformasi Pesantren dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Motor Penggerak dan Pusat Ekonomi Umat,” Kiai Zakki secara tegas menggarisbawahi urgensi transformasi pesantren. Menurutnya, perubahan ini esensial agar pesantren dapat secara efektif merespons dan menjawab berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini.
Beliau menjelaskan bahwa peran pesantren tidak lagi cukup hanya sebatas sebagai lembaga untuk menimba ilmu agama dan melahirkan generasi yang mendalami ajaran Islam. Lebih jauh lagi, Kiai Zakki menekankan bahwa pesantren juga memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak santri-santri yang tidak hanya mandiri tetapi juga memiliki semangat dan jiwa kewirausahaan yang kuat.
“Jika dulu pesantren mencetak santri yang alim, maka hari ini pesantren harus mencetak santripreneur yang alim dan mandiri secara ekonomi. Tidak hanya tafaqquh fi diin (memahami agama), tetapi juga tafaqquh fi tijaarah (memahami dagang),” ungkap Ketua Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pengusaha Emas Nusantara (PPEN) tersebut, menegaskan visinya.
Untuk mewujudkan gagasan besar ini, Prof. Dr. KH Muhammad Zakki telah memulai pengembangan berbagai kegiatan usaha yang berlandaskan pada ekosistem pesantren. Selama acara tasyakuran, beliau memaparkan beberapa inisiatif pemberdayaan ekonomi yang telah digulirkan. Inisiatif tersebut mencakup investasi emas, pengembangan bisnis komoditas perhiasan emas, serta program pelatihan barista kopi yang ditujukan khusus bagi para santri di wilayah Jawa Timur.
Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua Baznas Jatim ini juga menyampaikan rencana strategis untuk menjalin kemitraan dengan Pegadaian di seluruh Jawa Timur. Kolaborasi yang diinisiasi ini diharapkan dapat menciptakan beragam peluang usaha baru, sekaligus memperluas partisipasi serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan ekosistem ekonomi pesantren yang diusungnya.












