KlikMojok – Lazismu Jawa Timur mengambil langkah proaktif dalam upaya mitigasi bencana dengan mendorong seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) agar menjadi pelopor kawasan aman bencana. Dorongan ini diwujudkan melalui program edukasi komprehensif yang berfokus pada mitigasi kekeringan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
Mengatasi bencana tidak hanya cukup dengan bertindak saat peristiwa terjadi. Pentingnya upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dini ditekankan, khususnya di seluruh lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), untuk meminimalisir dampak yang mungkin timbul.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Muhammad Masrukh dalam sebuah kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana Kekeringan dan Kesiapsiagaan Kebakaran. Acara penting ini berlangsung di Aula Nyi Walidah SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026.
Muhammad Masrukh hadir dalam acara tersebut sebagai perwakilan dari Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur, Prof. Sigit Hernawan, yang tidak dapat hadir secara langsung. Dalam pidato pembukanya, Masrukh menyampaikan salam takzim serta apresiasi tinggi atas inisiatif Lazismu Sidoarjo yang telah berhasil menyelenggarakan pelatihan mitigasi bencana ini.
Menurut penjelasan Masrukh, pelatihan ini adalah bentuk nyata dari implementasi Pilar Kemanusiaan Lazismu Jawa Timur. Melalui pilar strategis ini, Lazismu berkomitmen tidak hanya fokus pada pemberian bantuan saat fase tanggap darurat, melainkan juga secara aktif memperkuat upaya edukasi dan program pengurangan risiko bencana.
Ia lebih lanjut menjelaskan, “Melalui pilar ini, Lazismu berkomitmen penuh untuk tidak hanya hadir memberikan bantuan saat masa tanggap darurat saja, melainkan berfokus pada program jangka panjang berupa edukasi kemanusiaan, pengurangan risiko bencana, dan pembentukan masyarakat tangguh bencana.”
Masrukh juga menyoroti berbagai ancaman aktual, seperti fenomena El Niño, risiko kekeringan yang meluas, dan potensi kebakaran yang mengintai di berbagai fasilitas publik. Ia menegaskan bahwa semua ancaman ini memerlukan langkah antisipasi yang terencana dan matang.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana di kalangan masyarakat. Selama ini, fokus seringkali hanya tertuju pada penanganan pasca-bencana, padahal tindakan preventif atau pencegahan memiliki potensi besar untuk mengurangi risiko dan dampak yang lebih parah.
“Kita harus bergeser dari paradigma responsif menuju tindakan preventif,” tegas Masrukh.
Masrukh turut mengingatkan bahwa dana kemanusiaan yang telah dipercayakan masyarakat kepada Lazismu harus memberikan manfaat yang konkret dan berkelanjutan. Salah satu bentuk manfaat tersebut adalah melalui upaya perlindungan jiwa dan juga lingkungan dakwah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, seluruh fasilitas Amal Usaha Muhammadiyah, seperti sekolah, masjid, dan kantor, diharapkan dapat mengambil peran yang lebih signifikan. Masrukh secara khusus berharap agar lingkungan AUM ini dapat menjadi pelopor dalam menciptakan kawasan aman bencana.
Di samping itu, Masrukh juga menggarisbawahi urgensi kolaborasi erat dalam upaya membangun kesiapsiagaan bencana. Dalam penyelenggaraan pelatihan ini, Lazismu Sidoarjo menjalin sinergi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sidoarjo.
Dengan adanya kolaborasi strategis ini, para peserta pelatihan diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang sangat berguna. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen air bersih yang efektif untuk menghadapi kekeringan hingga tata cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang benar.
Namun, Masrukh mengingatkan bahwa pengetahuan yang didapatkan tidak boleh berhenti hanya selama pelatihan. Ia sangat berharap agar setiap peserta dapat menyusun langkah tindak lanjut yang konkret dan menerapkannya di lingkungan masing-masing.
“Melalui sinergi bersama MDMC Jawa Timur dan Damkar Sidoarjo hari ini, kami berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu praktis dengan optimal, mulai dari manajemen air bersih hingga keterampilan menggunakan APAR, lalu menyusun langkah tindak lanjut nyata di lingkungan masing-masing,” ungkap Masrukh.
Pada kesempatan yang sama, Lazismu Jawa Timur turut memberikan dukungan berupa dana dan bantuan enam tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Bantuan ini bertujuan untuk semakin memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di lingkungan pendidikan yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.
Dukungan penting ini merupakan bagian integral dari upaya Lazismu untuk terus membangun dan menumbuhkan budaya sadar bencana di seluruh lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Mengakhiri sambutannya, Masrukh kembali menegaskan komitmen dan dukungan penuh dari Lazismu Jawa Timur terhadap terselenggaranya pelatihan mitigasi bencana ini.
“Semoga Allah Swt senantiasa meridai ikhtiar kemanusiaan kita bersama,” pungkas Masrukh.












