KlikMojok – Guru SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu), A’idah Nur Hanifah, S.Mat., berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara I kategori Inovasi Media Pembelajaran dalam ajang Festival Faqih Usman (FFU) X 2026. Inovasi yang mengantarkannya pada kemenangan ini adalah Transforma, sebuah laboratorium digital interaktif berbasis web yang dirancang untuk membantu siswa mengeksplorasi perubahan objek geometri. Penganugerahan penghargaan tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sebagai solusi atas kesulitan siswa dalam memahami hubungan antara operasi matematika dan pergerakan objek geometri.
Berangkat dari pengamatan terhadap tantangan yang dihadapi siswa dalam pelajaran matematika, khususnya geometri, A’idah Nur Hanifah secara proaktif mengembangkan Transforma. Platform ini merupakan laboratorium digital interaktif yang beroperasi melalui peramban web, dirancang khusus untuk mempermudah pemahaman konsep transformasi geometri. Keberhasilan Transforma dalam ajang FFU X 2026 menegaskan kualitas inovasi ini sebagai media pembelajaran yang efektif untuk tingkat guru SMA/MA/SMK.
Pada momen puncak pengumuman juara di Aula Sang Pencerah UMG, nama A’idah Nur Hanifah terpampang jelas di layar videotron sebagai pemenang. Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi A’idah, tetapi juga berkontribusi pada total 17 trofi yang berhasil dibawa pulang oleh Smamsatu dalam gelaran FFU X 2026, menunjukkan dominasi sekolah tersebut dalam berbagai kategori.
Inspirasi di balik pengembangan Transforma bermula dari observasi mendalam A’idah terhadap kendala yang kerap dialami siswa dalam memahami konsep transformasi geometri. Ia memiliki visi agar para siswa mampu secara visual mengaitkan operasi matematika dengan pergeseran atau perubahan posisi objek pada bidang koordinat. “Dari sana, saya membuat platform Transforma,” tuturnya, menjelaskan asal mula gagasan inovatifnya.
A’idah merinci bahwa Transforma memiliki sejumlah keunggulan esensial yang menjadikannya media pembelajaran yang efektif. Pertama, platform ini bersifat berbasis web, memungkinkan akses mudah melalui peramban tanpa memerlukan pembuatan akun khusus. Kedua, Transforma dirancang untuk secara aktif membantu siswa dalam mengeksplorasi berbagai perubahan pada objek geometri. Ketiga, inovasi ini secara signifikan mempermudah siswa dalam memahami hubungan fundamental antara operasi matematika dengan perubahan posisi objek pada bidang koordinat.
Proses pengembangan Transforma dilakukan secara menyeluruh oleh A’idah, mulai dari perumusan konsep awal hingga implementasi menjadi sebuah situs web fungsional. Meskipun dikembangkan secara mandiri, ia juga memperoleh masukan berharga dari rekan-rekan guru di Smamsatu. “Rekan-rekan guru Smamsatu memberi insight tambahan, dari sana website Transforma saya buat menjadi lebih interaktif,” ungkap A’idah, menyoroti peran kolaborasi dalam penyempurnaan karyanya.
Tantangan terbesar yang dihadapi A’idah selama proses ini adalah aspek pemrograman. Ia harus menggali kembali pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya semasa kuliah untuk mewujudkan ide Transforma menjadi kenyataan. Meskipun telah mempersiapkan diri dengan matang, rasa pesimis sempat menyelimuti A’idah saat melihat inovasi luar biasa yang dibawa oleh peserta lain di hari kompetisi. “Namun, alhamdulillah. Transforma bisa membawa saya meraih juara I,” jelasnya dengan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
Kemenangan ini memiliki makna yang sangat istimewa bagi A’idah, mengingat FFU X 2026 merupakan pengalaman perdananya mewakili Smamsatu dalam ajang kompetisi tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena berhasil menunaikan kepercayaan yang telah diberikan oleh pihak sekolah melalui karya inovatifnya. “Ini adalah FFU edisi pertama bagi saya, dan alhamdulillah bisa langsung juara I. Senang bisa menjawab kepercayaan yang sekolah berikan bagi saya,” lanjutnya, membagikan kebahagiaannya.
Berdasarkan pengalaman berharganya ini, A’idah Nur Hanifah turut menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh siswa Smamsatu. Ia mengajak mereka untuk tidak mudah menyerah saat menghadapi berbagai kesulitan dan menjadikan setiap tantangan sebagai pendorong untuk mengembangkan kemampuan serta meraih prestasi setinggi-tingginya. “Untuk anak-anakku Smamsatu, jangan mudah menyerah. Ayo raih prestasi sebanyak-banyaknya untuk Smamsatu tercinta. Semangat semua!” ujarnya penuh semangat.












