Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Harmonisasi Peran Ibu dan Aktivis: Kisah Inspiratif Kader Nasyiatul Aisyiyah Sidoarjo di Musywil Jawa Timur

badge-check

Harmonisasi Peran Ibu dan Aktivis: Kisah Inspiratif Kader Nasyiatul Aisyiyah Sidoarjo di Musywil Jawa Timur Perbesar

KlikMojok – Pemandangan ibu-ibu muda Nasyiatul Aisyiyah (NA) membawa serta anak-anak mereka ke berbagai agenda organisasi bukanlah hal baru. Fenomena ini kembali terlihat saat kontingen Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sidoarjo diberangkatkan menuju Musyawarah Wilayah (Musywil) PWNA ke Ponorogo pada Jumat, 17 Oktober 2026.

Musywil ke-13 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur menjadi forum penting bagi perempuan muda untuk memperkuat gerakan organisasi. Namun, bagi sebagian kader dari Sidoarjo, perjalanan menuju musyawarah ini juga menjadi cerminan nyata dari perjuangan mereka dalam menyeimbangkan peran ganda sebagai ibu dan aktivis.

Contohnya adalah Firda Rakhmayanti yang berangkat bersama dua putrinya, Hafidzah Maezurra dan Zatyang Faqih. Demikian pula Nurhalisah, ia turut membawa bayinya yang baru berusia tujuh bulan, Ukasha.

Keduanya merupakan bagian dari kontingen PDNA Sidoarjo yang berpartisipasi dalam Musywil ke-13 NA Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan di Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) dari Jumat hingga Ahad, 16–18 Oktober 2026.

Kehadiran anak-anak di tengah aktivitas organisasi tersebut menjadi sebuah potret yang unik. Hal ini menunjukkan bahwa di balik tugas dan tanggung jawab sebagai kader, para ibu muda ini tetap teguh menjalankan peran pengasuhan tanpa sedikit pun kehilangan semangat mereka dalam berorganisasi.

Bagi para kader ini, peran sebagai ibu dan aktivis bukanlah dua hal yang harus saling meniadakan. Sebaliknya, mereka meyakini bahwa kedua peran tersebut dapat berjalan beriringan dalam upaya mengembangkan diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.

Musywil ke-13 NA Jawa Timur sendiri mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Gerakan Jawa Timur Berkelanjutan.” Tema ini secara jelas menekankan betapa krusialnya peran perempuan muda dalam membangun gerakan yang adaptif, berdaya, dan berkelanjutan di masa depan.

Bagi kontingen Sidoarjo, musyawarah wilayah ini bukan sekadar agenda rutin yang diadakan setiap empat tahun sekali. Forum ini dilihat sebagai kesempatan berharga untuk menyampaikan gagasan, memperluas jejaring, serta memperkuat kontribusi para kader dalam gerakan Nasyiatul Aisyiyah.

Sebelum keberangkatan, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Burhanuddin, M.Pd., menyampaikan beberapa pesan penting kepada kontingen PDNA Sidoarjo yang akan menghadiri Musywil Nasyiah.

Pesan pertama, Burhanuddin meminta seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia juga menyoroti posisi strategis Sidoarjo sebagai wilayah penyangga Surabaya dan bagian integral dari Jawa Timur.

“Bagaimanapun Sidoarjo merupakan penyangga Surabaya dan Jawa Timur. Ide dan pemikiran ayunda dari Sidoarjo sangat dibutuhkan. Ikuti seluruh prosesi dengan saksama untuk mewujudkan perempuan yang berkemajuan,” pesannya.

Selain itu, Burhanuddin turut mengingatkan delegasi Sidoarjo untuk aktif dalam sidang pleno. Menurutnya, para kader tidak cukup hanya hadir dan mendengarkan, tetapi juga harus berani menyampaikan pemikiran serta memperjuangkan gagasan yang bermanfaat bagi organisasi.

“Kontingen Sidoarjo di pleno Musywil jangan menjadi pendengar saja. Sidoarjo harus membawa nama baik,” tegasnya.

Di samping keaktifan dalam forum, Burhanuddin juga menekankan pentingnya menjaga komitmen berorganisasi. Ia berharap kader PDNA Sidoarjo dapat terus mengembangkan kiprah mereka hingga mencapai tingkat wilayah yang lebih luas.

Menurutnya, amanah kepemimpinan di tingkat daerah harus menjadi pijakan kuat untuk memperluas kontribusi. Dengan demikian, kader Nasyiatul Aisyiyah Sidoarjo diharapkan dapat mengambil peran yang lebih signifikan dalam gerakan perempuan muda di Jawa Timur.

Burhanuddin juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin antara PDNA Sidoarjo dan PDM selama ini. Ia menilai bahwa berbagai organisasi otonom Muhammadiyah di Sidoarjo telah menunjukkan perkembangan dan kontribusi yang sangat positif.

Oleh karena itu, ia mengajak para kader untuk membawa semangat kebaikan dan kolaborasi tersebut ke tingkat yang lebih luas, memberikan dampak positif bagi seluruh Jawa Timur.

“Terima kasih karena selama ini sudah bersinergi dengan PDM. Semua ortom sudah bergeliat. Tularkan virus kebaikan Sidoarjo ke kancah Jawa Timur,” ujarnya.

Pemberangkatan kontingen kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua PDNA Sidoarjo, Dr. Nur Ravita Hanum. Doa tersebut memohon keselamatan selama perjalanan, kelancaran dalam mengikuti seluruh rangkaian Musywil, serta keberkahan bagi perjuangan organisasi.

Para kader juga berharap keikutsertaan mereka dalam Musywil ini dapat membawa manfaat besar bagi kemajuan dakwah, penguatan ukhuwah (persaudaraan), dan menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam dalam berkhidmat di Nasyiatul Aisyiyah.

Di tengah perjalanan menuju Ponorogo, Firda bersama kedua putrinya dan Nurhalisah bersama bayi Ukasha menghadirkan gambaran nyata tentang dinamika perempuan muda dalam organisasi. Mereka datang tidak hanya untuk menghadiri musyawarah, tetapi juga membawa amanah, harapan, dan semangat untuk terus bertumbuh.

Kehadiran anak-anak ini menjadi pengingat yang kuat bahwa perjuangan perempuan muda dapat berjalan berdampingan dengan tanggung jawab keluarga. Bagi kader perempuan, mengasuh anak tidak berarti berhenti melangkah maju.

Dengan dukungan dan komitmen bersama, ruang pengasuhan dan ruang pengabdian dapat berjalan beriringan, demi mewujudkan gerakan perempuan berkemajuan yang adaptif dan berdaya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Peran Krusial Masjid Nuruzzaman Unair dalam Membentuk Jiwa Pengabdian Dokter dan Dosen Handayani

16 Okt 2026 - 12:36 WIB

Peran Krusial Masjid Nuruzzaman Unair dalam Membentuk Jiwa Pengabdian Dokter dan Dosen Handayani

13 Siswa SMA Muhi Jelajahi 3 Negara dalam Program ILCCP 3: Bekal Wawasan Global

16 Okt 2026 - 09:44 WIB

13 Siswa SMA Muhi Jelajahi 3 Negara dalam Program ILCCP 3: Bekal Wawasan Global

Madura Raya Kirim Delegasi Lengkap ke CRM Award 2026: Empat Kabupaten Siap Bersaing

16 Okt 2026 - 09:43 WIB

Madura Raya Kirim Delegasi Lengkap ke CRM Award 2026: Empat Kabupaten Siap Bersaing

Ketika Samudra Memulangkan Senyap: Kisah Pencarian Nelayan Pacitan yang Hilang di Ngadirojo

16 Okt 2026 - 06:13 WIB

Ketika Samudra Memulangkan Senyap: Kisah Pencarian Nelayan Pacitan yang Hilang di Ngadirojo

Luka Bara di Lereng Bromo: Empat Nyawa Terenggut, Menanti Jawaban dari Konservasi yang Terluka

16 Okt 2026 - 06:12 WIB

Luka Bara di Lereng Bromo: Empat Nyawa Terenggut, Menanti Jawaban dari Konservasi yang Terluka
Trending di Pendidikan