KlikMojok – Sebanyak 13 murid dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) baru-baru ini menjejakkan kaki di tiga negara, yaitu Thailand, Malaysia, dan Singapura, dalam rangka mengikuti program edukatif bertajuk 3rd International Learning, Collaboration and Competition Program 2026 (ILCCP 3). Kunjungan ini berlangsung dari tanggal 14 hingga 24 Oktober 2026, didampingi oleh seorang guru.
Program pembelajaran internasional ini secara khusus dirancang untuk tujuan mulia, yakni memperluas wawasan akademik para murid, mengenalkan mereka pada keberagaman budaya global, serta mengasah kemampuan kolaborasi dan komunikasi mereka dalam konteks lintas negara.
Sepanjang rangkaian kegiatan yang tersebar di Thailand, Malaysia, dan Singapura, para peserta didik mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar secara langsung. Mereka mendalami berbagai aspek, mulai dari sistem lingkungan pendidikan, dinamika kehidupan masyarakat, hingga perkembangan teknologi terkini, serta model pengelolaan destinasi perkotaan yang diterapkan di negara-negara tersebut.
Pengalaman imersif ini menjadi bagian integral dari komitmen SMA Muhi untuk menyajikan proses pembelajaran yang melampaui batasan dinding ruang kelas. Lebih jauh lagi, program ini bertujuan untuk membekali murid dengan wawasan global yang komprehensif, sehingga mereka siap dan mampu menghadapi berbagai tantangan kompleks yang ada di abad ke-21.
Drs. H. Herynugroho, M.Pd., selaku Pelaksana Tugas Kepala SMA Muhi, menegaskan bahwa pendidikan di era modern tidak lagi cukup hanya dengan membekali murid pengetahuan akademik semata. Menurutnya, penting bagi para murid untuk juga belajar memahami perbedaan, mengembangkan kemampuan berkomunikasi lintas budaya, membangun jejaring atau koneksi, dan mengasah pemikiran kritis.
Melalui partisipasi dalam ILCCP 3, Drs. Herynugroho mengungkapkan harapannya agar para murid dapat memperoleh pengalaman yang signifikan, yang mampu memperkaya cara pandang mereka serta menumbuhkan keberanian untuk berkolaborasi aktif dengan masyarakat internasional.
Dalam pesannya, ia secara eksplisit menyatakan, “Saya berharap ILCCP tahun ini dapat menjadi pengalaman yang memperkaya cara pandang peserta didik, melihat dunia dengan wawasan yang lebih luas, belajar dari keberagaman, membangun kolaborasi, dan kembali ke sekolah dengan semangat untuk memberikan kontribusi yang lebih besar.”
Lebih lanjut, Drs. Herynugroho mengingatkan bahwa setiap peserta program ini mengemban peran penting sebagai duta sekolah, kader Muhammadiyah, sekaligus calon pemimpin bangsa. Oleh karena itu, seluruh murid diimbau untuk senantiasa menjaga kedisiplinan, menunjukkan kesantunan, dan memegang teguh rasa tanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan budaya Indonesia sepanjang keikutsertaan mereka dalam kegiatan.
Rangkaian perjalanan edukatif ini dimulai dengan destinasi pertama, yaitu Thailand, khususnya ibu kota Bangkok. Di sana, para peserta diajak untuk memadukan eksplorasi budaya yang kaya dengan pengalaman akademik yang berharga.
Salah satu agenda penting yang dilaksanakan di Thailand adalah kunjungan ke Ramkhamhaeng University. Perguruan tinggi negeri terkemuka ini dikenal luas dengan sistem pendidikan terbuka yang inovatif, menyediakan akses pendidikan tinggi yang inklusif bagi masyarakat luas di Thailand.
Melalui kunjungan ini, para murid memperoleh kesempatan emas untuk mengenal lebih dekat kehidupan kampus, memahami lingkungan akademik yang berbeda, serta mendapatkan perspektif baru mengenai sistem pendidikan tinggi di negara lain.
Selain agenda akademik, peserta juga diajak mengunjungi Asiatique, sebuah kawasan tepi sungai yang ikonik di Bangkok. Tempat ini merupakan perpaduan menarik antara pusat perbelanjaan modern, aneka ragam kuliner, hiburan, dan berbagai daya tarik wisata lainnya.
Melalui pengamatan langsung di Asiatique, murid dapat melihat dan mempelajari bagaimana budaya lokal, aktivitas ekonomi yang dinamis, serta sektor pariwisata dapat berkembang dan berinteraksi secara harmonis.
Pengalaman berharga ini diharapkan mampu menumbuhkan dan mengasah kemampuan para murid untuk mengamati fenomena, membandingkan berbagai praktik yang ditemui, serta mengambil pelajaran penting dari setiap aspek yang mereka jumpai sepanjang perjalanan.
Berlanjut ke Malaysia, agenda ILCCP 3 meliputi serangkaian kunjungan ke institusi pendidikan ternama, yaitu SMK Seri Gading dan Kisas. Selain itu, terdapat program sekolah dan kegiatan showcase yang dirancang khusus untuk memberikan platform bagi para murid agar dapat memperkenalkan gagasan-gagasan inovatif dan menunjukkan potensi diri mereka.
Aktivitas ini merupakan kesempatan vital bagi murid untuk mengembangkan berbagai keterampilan esensial, seperti kemampuan presentasi yang efektif, komunikasi yang lugas, kerja sama tim yang solid, serta keberanian untuk bertukar pikiran dan ide dalam lingkungan yang kaya akan keberagaman budaya.
Selain itu, para peserta juga berkesempatan menjelajahi ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, termasuk ikoniknya kawasan Menara Kembar Petronas. Perjalanan juga berlanjut dengan mengunjungi sejumlah destinasi menarik di Batu Pahat dan Johor.
Keseluruhan rangkaian perjalanan di Malaysia ini menyajikan pengalaman pembelajaran yang sangat beragam, mencakup pengenalan terhadap lingkungan pendidikan setempat, pengamatan mendalam terhadap kehidupan sosial masyarakat, hingga pemahaman akan perkembangan pesat kawasan perkotaan.
Interaksi langsung dengan lingkungan baru ini diharapkan dapat memperluas pemahaman murid mengenai keberagaman masyarakat yang ada. Lebih jauh lagi, pengalaman ini juga akan mendorong mereka untuk membangun pertemanan serta jejaring internasional yang berharga, yang kelak akan sangat bermanfaat bagi pengembangan diri mereka di masa depan.
Singapura menjadi tujuan berikutnya dalam agenda perjalanan ILCCP 3, dengan fokus kunjungan pada sejumlah ikon dan kawasan unggulan yang terkenal. Destinasi yang disambangi antara lain Jewel Changi, patung Merlion yang legendaris, kawasan Bugis, jalan perbelanjaan Orchard Road, dan taman futuristik Gardens by the Bay.
Berbagai destinasi di Singapura ini memberikan gambaran yang jelas mengenai strategi pengembangan kota, pengelolaan ruang publik, industri pariwisata yang maju, serta bagaimana fasilitas modern dapat terintegrasi secara harmonis dengan lingkungan.
Di samping kegiatan eksplorasi kota, program ILCCP 3 juga mencakup kunjungan pendidikan ke Perdana University yang berlokasi di Malaysia, serta lokakarya khusus di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang diselenggarakan di kantor MySTEM.
Perdana University sendiri dikenal sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki fokus kuat pada bidang pendidikan dan penelitian, khususnya dalam disiplin ilmu kesehatan dan ilmu-ilmu terkait lainnya.
Sementara itu, lokakarya STEM memperkenalkan pendekatan pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan secara komprehensif bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Tujuannya adalah untuk mencari solusi atas berbagai persoalan melalui pengembangan inovasi.
Perpaduan harmonis antara kegiatan akademik yang mendalam dan eksplorasi lingkungan yang beragam ini diharapkan dapat memberikan inspirasi yang kuat bagi para murid. Mereka diharapkan terdorong untuk mengembangkan riset, menginisiasi proyek-proyek kreatif, serta menciptakan solusi inovatif, baik di lingkungan sekolah maupun dalam masyarakat luas.
Keikutsertaan aktif SMA Muhi dalam program ILCCP 3 ini secara jelas menegaskan komitmen kuat sekolah untuk menyediakan kesempatan seluas-luasnya bagi para murid. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi diri mereka, memperkaya pengalaman belajar, dan pada akhirnya membangun daya saing yang relevan di kancah internasional.
Program ILCCP 3 ini jauh melampaui sekadar perjalanan wisata ke tiga negara. Lebih dari itu, program ini menjadi platform berharga bagi para murid untuk melatih dan mengasah kemandirian, meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan beradaptasi di berbagai situasi, serta menumbuhkan sikap terbuka terhadap perbedaan budaya dan pandangan.
Besar harapannya, para murid tidak hanya mampu mengambil nilai-nilai positif dari setiap kunjungan yang dilakukan, tetapi juga menjadikannya bekal berharga. Bekal ini akan digunakan untuk merancang berbagai gagasan dan kegiatan yang bermanfaat, yang dapat diimplementasikan setelah mereka kembali ke lingkungan sekolah.
Dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan karakter luhur bangsa Indonesia, para peserta diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berwawasan global, tetapi juga mampu bekerja sama secara efektif, serta siap memberikan kontribusi nyata dan positif bagi lingkungan sekitar mereka.
Secara keseluruhan, pengalaman yang diperoleh dari ILCCP 3 ini diharapkan menjadi sumber inspirasi berkelanjutan bagi seluruh warga SMA Muhi untuk terus belajar, berinovasi, dan menjalin kolaborasi yang melampaui batas-batas negara.












