Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Merajut Kedekatan di Meja Sarapan: Kisah Satlantas Mojokerto dan Edukasi Lalu Lintas Humanis

badge-check

Merajut Kedekatan di Meja Sarapan: Kisah Satlantas Mojokerto dan Edukasi Lalu Lintas Humanis Perbesar

KlikMojok – Bayangkan kesibukan pagi di Mojokerto, di mana para komuter yang terburu-buru seringkali melihat polisi sebagai sosok otoritas yang mungkin berjarak. Namun, di sebuah pagi yang berbeda, tepat pada Rabu, 7 Oktober 2026, di depan Kantor Satlantas Polres Mojokerto Kota, sebuah pemandangan hangat tersaji. Bukan razia atau penilangan yang mendominasi, melainkan meja-meja kecil penuh hidangan sarapan yang mengundang. Inilah program “Sareng” atau Sarapan Bareng, sebuah inisiatif humanis dari Satuan Lalu Lintas Polres Mojokerto Kota untuk merajut kedekatan dan menyisipkan edukasi lalu lintas dengan cara yang tak terduga.

Para personel kepolisian, dengan senyum ramah, menyapa setiap pengguna jalan yang melintas. Mereka tak hanya mengajak untuk menikmati hidangan sarapan gratis yang tersaji, tetapi juga membuka ruang percakapan yang santai dan akrab di tepi jalan. Momen kebersamaan ini sengaja diciptakan untuk memecah sekat antara aparat dan masyarakat, mengubah persepsi kaku menjadi interaksi yang lebih cair. Di tengah obrolan ringan dan suapan nasi atau roti, terselip pesan-pesan penting mengenai keselamatan berkendara. Pengendara diimbau agar selalu mematuhi rambu-rambu serta mengutamakan keselamatan saat berkendara, sebuah pesan yang terasa lebih personal dan mudah diterima dalam suasana kekeluargaan.

AKP Rachmanu Bayu Aji, selaku Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, menjelaskan filosofi di balik program ini. Ia menyadari bahwa masyarakat kerap merasa canggung untuk berinteraksi atau menyampaikan aduan kepada polisi. “Melalui Sareng atau Sarapan Bareng ini, kami ingin menciptakan suasana yang lebih dekat dan akrab dengan masyarakat,” kata AKP Rachmanu Bayu Aji pada Rabu (7/10/2026). Lebih dari sekadar berbagi makanan, kegiatan ini adalah jembatan komunikasi yang membuka pintu.

Bayu Aji menambahkan bahwa “Sareng” menjadi ruang terbuka bagi kepolisian untuk mendengarkan masukan warga terkait Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas). Dengan pendekatan yang ramah dan personal, informasi serta persoalan lalu lintas di lapangan diharapkan dapat direspon dan ditindaklanjuti secara lebih cepat dan efektif. Ini adalah langkah proaktif untuk memahami denyut nadi permasalahan di jalan raya langsung dari para penggunanya, sekaligus membentuk kesadaran kolektif yang lebih kuat.

Program “Sareng” ini bukanlah inisiatif tunggal, melainkan tindak lanjut dari instruksi tegas Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto. Beliau mengamanatkan agar setiap anggota kepolisian tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata di tengah aktivitas warga. “Kegiatan ini juga merupakan bentuk pelaksanaan arahan Kapolres Mojojerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto agar kehadiran personel Polres Mojokerto Kota di tengah masyarakat dapat dirasakan manfaatnya. Selain membangun silaturahmi, masyarakat juga diajak menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” terang AKP Rachmanu Bayu Aji, menggarisbawahi pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan bersama. Ini menegaskan bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran kolektif.

Melalui secangkir kopi hangat dan sepiring sarapan, Satlantas Polres Mojokerto Kota berkomitmen untuk menampilkan sosok polisi yang lebih humanis. Mereka hadir tidak hanya sebagai penegak hukum yang berjarak, melainkan sebagai pengayom, mitra, dan fasilitator edukasi lalu lintas yang ramah. Program “Sareng” ini membuktikan bahwa pendekatan yang tulus dan personal dapat menjadi kunci untuk membangun kesadaran kolektif akan keselamatan berkendara, menciptakan jalan raya yang lebih aman, dan merajut jalinan silaturahmi yang kokoh antara polisi dan masyarakat. Sebuah pelajaran berharga bahwa kadang, perubahan besar dimulai dari hal-hal sederhana di meja sarapan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Nafas di Kedalaman Lima Meter: Kisah Arif, Keberanian Tanpa Alat Menjemput Bocah Tenggelam di Ponorogo

9 Okt 2026 - 21:05 WIB

Nafas di Kedalaman Lima Meter: Kisah Arif, Keberanian Tanpa Alat Menjemput Bocah Tenggelam di Ponorogo

Bayangan Santet dan Kematian Ganda di Probolinggo: Kisah Tragis Dua Lansia di Ujung Usia

9 Okt 2026 - 21:04 WIB

Bayangan Santet dan Kematian Ganda di Probolinggo: Kisah Tragis Dua Lansia di Ujung Usia

Merajut Asa di Ujung Aspal: Saga Percepatan Frontage Road Buduran Sidoarjo Menuju Tahun Baru 2027

9 Okt 2026 - 18:48 WIB

Merajut Asa di Ujung Aspal: Saga Percepatan Frontage Road Buduran Sidoarjo Menuju Tahun Baru 2027

Pelajaran Ketahanan dari Kemarau Ngawi: Saat Ribuan Jiwa Berburu Setetes Air Bersih

9 Okt 2026 - 18:48 WIB

Pelajaran Ketahanan dari Kemarau Ngawi: Saat Ribuan Jiwa Berburu Setetes Air Bersih

Nobel Perdamaian 2026 untuk Navi Pillay: Komite Nobel Norwegia Soroti Tantangan Hukum Internasional

9 Okt 2026 - 18:47 WIB

Nobel Perdamaian 2026 untuk Navi Pillay: Komite Nobel Norwegia Soroti Tantangan Hukum Internasional
Trending di Pendidikan