Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Jalan Mulus Lintas Selat Bali: Pelajaran Keselamatan dan Komitmen Menuju Zero ODOL 2027

badge-check

Jalan Mulus Lintas Selat Bali: Pelajaran Keselamatan dan Komitmen Menuju Zero ODOL 2027 Perbesar

KlikMojok – Deru mesin kapal dan hiruk pikuk kendaraan yang mengular di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, seringkali menjadi pemandangan akrab bagi para pelintas Selat Bali. Namun, di balik kelancaran arus yang kini kembali normal setelah sempat mengalami peningkatan antrean, tersimpan sebuah narasi tentang komitmen tak heput-heput terhadap keselamatan dan sebuah visi besar: mewujudkan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) pada tahun 2027. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat pengaturan operasional di lintasan Ketapang–Gilimanuk, menjadikan keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan prioritas utama yang membentuk setiap kebijakan dan langkah di lapangan.

Pemulihan kondisi yang kini terlihat lancar bukan terjadi begitu saja. Ia adalah buah dari serangkaian upaya terkoordinasi yang melibatkan optimalisasi armada, penyesuaian pola operasi kapal dan dermaga, rekayasa lalu lintas yang cerdas, serta koordinasi intensif bersama regulator, operator kapal, kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Ini adalah orkestrasi besar yang menuntut sinergi dari berbagai pihak.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kelancaran arus kendaraan harus senantiasa berjalan beriringan dengan penerapan standar keselamatan dalam setiap proses pelayanan penyeberangan. “Fokus kami bukan hanya mempercepat penguraian antrean, tetapi memastikan setiap kendaraan dapat dilayani secara aman sesuai karakteristik kendaraan, kapasitas kapal, dan kesiapan fasilitas pelabuhan. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengaturan operasional,” ujar Heru, menekankan filosofi yang melandasi setiap keputusan operasional.

Sebagai bagian tak terpisahkan dari penguatan operasional, distribusi kendaraan diatur secara cermat berdasarkan jenis, dimensi, dan bobotnya, disesuaikan dengan karakteristik kapal serta fasilitas dermaga yang tersedia. Sebuah sistem yang dirancang untuk presisi, memastikan tidak ada ruang bagi kelalaian yang bisa membahayakan.

Movable Bridge (MB) I, II, dan III, misalnya, difokuskan untuk melayani kendaraan kecil dan truk sedang. Sementara itu, kapal jenis Landing Craft Mechanized (LCM) dan MB IV diarahkan khusus untuk menampung kendaraan logistik berukuran besar, termasuk kendaraan dengan bobot di atas 20 ton. Pengaturan ini krusial untuk memastikan proses pemuatan berlangsung secara tertib, menjaga kesesuaian antara karakteristik kendaraan dengan kapasitas kapal dan fasilitas sandar. Dengan demikian, aspek keselamatan dan stabilitas kapal selama pemuatan maupun pelayaran dapat tetap terjaga sempurna, mengurangi risiko insiden yang tak diinginkan.

Langkah strategis ini, lanjut Heru, juga sejalan dengan upaya pemerintah yang lebih luas menuju penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) pada tahun 2027. “ASDP mendukung penguatan pengawasan terhadap kendaraan barang sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan keselamatan transportasi dan memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi ketentuan yang berlaku,” jelas Heru, menyoroti peran ASDP sebagai garda terdepan dalam mewujudkan transportasi laut yang aman dan patuh regulasi.

Untuk mendukung percepatan pemulihan layanan dan mengantisipasi lonjakan permintaan, ASDP turut memperkuat kapasitas angkut dengan menghadirkan KMP Portlink dan KMP Jatra I sebagai kapal perbantuan. Keduanya disiagakan untuk mendukung layanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk yang vital, serta lintasan Tanjung Wangi–Lembar. Optimalisasi Dermaga 2 Ketapang juga dilakukan untuk mendukung pengoperasian kapal perbantuan ini, sehingga kapasitas pelayanan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan efisien.

Bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan pemangku kepentingan terkait, pola operasi kapal dan dermaga terus disesuaikan secara dinamis dengan perkembangan kondisi di lapangan. Fleksibilitas ini menjadi kunci. Pada saat terjadi peningkatan antrean, misalnya, pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dapat diberlakukan untuk mempercepat pergerakan kapal dan meningkatkan produktivitas layanan. Optimalisasi pola operasi juga dilakukan terhadap kapal berkapasitas di atas 2.000 GT, memastikan kapasitas angkut yang besar dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa sedikit pun mengurangi standar keselamatan pelayaran.

Konsistensi operasional juga diperkuat melalui peningkatan disiplin On Time Performance (OTP), sebuah inisiatif yang dilaksanakan bersama Gapasdap, INFA, ASDP, BPTD, dan KSOP. Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan komitmen kolektif untuk memastikan kapal beroperasi sesuai pola dan waktu yang telah ditetapkan, sehingga produktivitas kapal dan dermaga dapat terus terjaga secara optimal.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menambahkan bahwa setiap kendaraan yang telah masuk ke area pelabuhan dilayani secara tertib sesuai antrean. “Distribusi kendaraan selanjutnya dilakukan berdasarkan karakteristik kendaraan serta kesesuaian kapasitas kapal dan dermaga. Dengan pola tersebut, kelancaran pelayanan dapat tetap dijaga tanpa mengurangi aspek keselamatan,” jelas Media, menegaskan bahwa disiplin dan ketelitian adalah fondasi utama layanan penyeberangan yang aman dan efisien.

Kisah di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk ini bukan sekadar laporan tentang kelancaran operasional. Ia adalah cerminan dari sebuah pelajaran berharga: bahwa keselamatan dalam transportasi laut adalah tanggung jawab bersama yang tak pernah usai. Upaya menuju Zero ODOL 2027 bukan hanya tentang regulasi, melainkan tentang membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kepatuhan demi masa depan logistik yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Setiap pelayaran yang lancar adalah bukti nyata dari komitmen ini, sebuah janji akan perjalanan yang aman bagi setiap insan dan barang yang melintas di biru Selat Bali.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Lebih dari Coretan: Pembacaan Gambar Siswa di Sekolah Kreatif Baratajaya Jadi Fondasi Pembelajaran Personal

7 Okt 2026 - 18:46 WIB

Lebih dari Coretan: Pembacaan Gambar Siswa di Sekolah Kreatif Baratajaya Jadi Fondasi Pembelajaran Personal

Terungkapnya Misteri Molekul Kiral: Nobel Kimia 2026 untuk Kagan dan Soai dalam Sintesis Asimetris

7 Okt 2026 - 18:44 WIB

Terungkapnya Misteri Molekul Kiral: Nobel Kimia 2026 untuk Kagan dan Soai dalam Sintesis Asimetris

Dari Ember ke Akar Masalah: Bojonegoro Mengurai Benang Kusut Bencana dengan Solusi Jangka Panjang

7 Okt 2026 - 15:18 WIB

Dari Ember ke Akar Masalah: Bojonegoro Mengurai Benang Kusut Bencana dengan Solusi Jangka Panjang

Jurnalistik sebagai Media Dakwah: Santri SMA eLKISI Mendalami Etika dan Teknik Penulisan Berita

7 Okt 2026 - 15:17 WIB

Jurnalistik sebagai Media Dakwah: Santri SMA eLKISI Mendalami Etika dan Teknik Penulisan Berita

Ketika Etika dan Hukum Bertemu di Kursi Wakil Rakyat: Pemberhentian Sementara Dua Anggota DPRD Magetan

7 Okt 2026 - 12:38 WIB

Ketika Etika dan Hukum Bertemu di Kursi Wakil Rakyat: Pemberhentian Sementara Dua Anggota DPRD Magetan
Trending di Pendidikan