KlikMojok – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo secara aktif mendorong penggunaan bahan bakar alternatif bagi para pengusaha tahu yang beroperasi di Desa Tropodo, Kecamatan Krian. Sebagai langkah konkret, Pemkab Sidoarjo mengusulkan pemasangan sekitar 500 sambungan jaringan gas bumi (jargas) di sentra industri tahu tersebut. Usulan ini disampaikan langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, sebagai upaya strategis untuk menyediakan sumber energi yang dinilai lebih aman, ekonomis, dan tentunya ramah lingkungan bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di wilayah tersebut.
Kebutuhan akan jargas menjadi prioritas utama bagi Pemkab Sidoarjo. Hal ini mengingat bahwa sebagian besar warga di kawasan Tropodo menggantungkan mata pencarian mereka pada usaha produksi tahu. Bupati Subandi menjelaskan, “Di Tropodo, Krian, ada satu desa yang merupakan sentra industri tahu. Kami sudah mengusulkan kurang lebih sekitar 500 sambungan jargas, karena satu kampung tersebut mayoritas adalah pengusaha tahu,” ungkapnya pada Minggu (20/9).
Pemasangan jargas ini diharapkan dapat memicu perubahan signifikan dalam pola penggunaan bahan bakar selama proses produksi tahu. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap persoalan pembakaran sampah plastik yang sebelumnya menjadi perhatian serius di sentra industri tahu Tropodo. Praktik penggunaan limbah plastik sebagai bahan bakar produksi tahu bahkan sempat menarik perhatian luas, termasuk pemberitaan media asing pada 2025, yang menyoroti dampak negatifnya.
Pembakaran limbah plastik diketahui dapat menghasilkan asap pekat dan zat-zat berbahaya yang berpotensi mencemari kualitas udara serta memberikan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu, Pemkab Sidoarjo berupaya keras mencari alternatif bahan bakar yang memungkinkan aktivitas produksi tahu tetap berjalan tanpa menimbulkan masalah lingkungan yang merugikan. Salah satu opsi yang paling gencar didorong adalah perluasan jaringan gas bumi, yang diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjangkau sektor UMKM dan IKM.
Dari perspektif ekonomi, Bupati Subandi menegaskan bahwa penggunaan jargas menawarkan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan elpiji tabung. “Penggunaan jargas ini jauh lebih hemat dari elpiji,” tegasnya, menekankan keuntungan finansial yang bisa didapatkan oleh para pengusaha tahu.
Pemkab Sidoarjo berharap penuh akan dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Perusahaan Gas Negara (PGN), untuk mempercepat realisasi pemasangan jargas bagi pengusaha tahu di Tropodo. Pemkab Sidoarjo juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan kebutuhan pendukung lainnya agar program penting ini dapat segera terwujud. “Harapan kami pada tahun ini atau 2027 mendatang, kebutuhan jargas untuk para pengusaha tahu di Krian dapat terpenuhi sepenuhnya,” ujarnya.
Dengan tersedianya alternatif bahan bakar yang bersih dan efisien, Pemkab Sidoarjo sangat berharap agar pengusaha tahu tidak lagi terpaksa menggunakan sampah plastik dalam proses produksi mereka. “Sehingga penggunaan bahan bakar plastik tidak terulang kembali,” pungkasnya, menandaskan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.












