KlikMojok – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan di Bojonegoro, khususnya MTs Muhammadiyah 3 Sumberrejo (MTs Muga). Adalah Apsara Putri Pertiwi, seorang siswi yang berhasil meraih juara ketiga dalam kejuaraan catur junior tingkat regional Jawa Timur. Capaian ini menjadi sorotan utama setelah kompetisi sengit di Surabaya pada Sabtu, 19 September 2026.
Apsara, yang merupakan perwakilan dari MTs Muga Sumberrejo, Bojonegoro, menunjukkan kemampuannya di atas papan catur dengan gemilang. Ia berhasil mengamankan posisi juara tiga untuk kategori putri dalam ajang bergengsi Cap Kapal Checkmate Junior Rapid Chess Championship 2026.
Turnamen tersebut diselenggarakan di Bay Arena Sport Center Indoor, Sukolilo, Surabaya. Kejuaraan ini menarik perhatian puluhan pecatur junior berbakat dari berbagai penjuru wilayah Jawa Timur, yang semuanya bersemangat untuk menunjukkan keahlian masing-masing.
Selama pertandingan, Apsara menghadapi lawan-lawannya dalam format catur cepat dengan waktu 10+5 detik. Sistem Swiss yang diterapkan dalam turnamen ini mengharuskan setiap peserta bermain antara lima hingga enam babak, menguji ketahanan dan strategi para pecatur muda.
Dengan ketenangan yang luar biasa, Apsara tampak sangat fokus dalam mengatur setiap langkahnya di atas papan catur. Penampilannya yang konsisten, lengkap dengan hijab hitam yang dikenakannya, menjadi ciri khas sepanjang kompetisi tersebut.
Persaingan yang sangat ketat sudah terasa sejak babak-babak awal. Meskipun demikian, Apsara berhasil mempertahankan konsentrasinya dengan baik hingga seluruh pertandingan selesai.
Hasil dari kegigihannya ini sangat memuaskan, di mana ia berhasil naik ke podium sebagai juara ketiga. Tidak hanya itu, Apsara juga membawa pulang berbagai penghargaan berupa plakat, medali, sertifikat, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya.
Kejuaraan catur ini sendiri dibagi menjadi beberapa kategori usia, yaitu 11, 13, dan 15 tahun. Panitia penyelenggara juga memisahkan peserta berdasarkan kelompok putra dan putri, memastikan persaingan yang adil di setiap kategori.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, turnamen ini juga berfungsi sebagai bagian penting dari program pembinaan bagi para pecatur muda. Melalui persaingan yang kompetitif, para peserta memperoleh kesempatan berharga untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuan catur mereka.
Penyelenggaraan kejuaraan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Pemerintah Kota Surabaya turut memberikan dukungannya, begitu pula dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya dan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI).
Selain itu, dukungan juga datang dari pihak swasta seperti Garam Cap Kapal dan King Knight Creative, yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan pelaksanaan kompetisi ini. Kehadiran beragam pihak pendukung ini semakin memperkuat ekosistem pembinaan catur junior di Jawa Timur.
Bagi Apsara sendiri, setiap pertandingan yang ia jalani bukan hanya tentang mengejar posisi di podium. Lebih dari itu, setiap babak memberinya pengalaman baru yang sangat berharga dalam memahami dan membaca strategi lawan.
Oleh karena itu, kemenangan yang diraihnya merupakan hasil dari sebuah proses panjang yang melibatkan latihan intensif, ketekunan yang tak kenal lelah, dan keberanian untuk bertanding. Semua elemen ini bertemu dan terwujud di atas papan catur.
Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Muga Sumberrejo, Machmud Shofi, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Apsara. Ia menilai bahwa prestasi ini merupakan indikator jelas dari kesungguhan Apsara dalam berlatih. “Alhamdulillah, luar biasa Apsara mampu berkompetisi di level regional Jawa Timur,” katanya.
Machmud Shofi mengaku sangat bangga melihat prestasi yang ditorehkan Apsara dalam bidang catur. Menurutnya, capaian gemilang ini tidak lain adalah buah dari latihan yang konsisten dan kerja keras yang tiada henti. “Ini bukti latihan sungguh-sungguh, kerja keras, dan pantang menyerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Machmud juga tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada pelatih dan orang tua Apsara. Ia menegaskan bahwa peran keduanya sangat penting dalam mendampingi dan membimbing perjalanan Apsara meraih prestasi ini. “Terima kasih untuk pelatih dan orang tua yang sudah membimbing dan mendampingi Apsara,” ujarnya.
Menurut Machmud, keberhasilan Apsara ini tidak hanya menunjukkan kemampuan siswa MTs Muga untuk bersaing di tingkat regional, tetapi juga secara signifikan menumbuhkan rasa kepercayaan diri di kalangan siswa lainnya.
Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk terus menjaga semangat pembinaan prestasi. Mereka bertekad untuk membuka seluas-luasnya ruang bagi setiap siswa agar dapat berkembang sesuai dengan potensi dan bakat masing-masing.
Bagi MTs Muga, prestasi yang diraih Apsara menjadi bagian integral dari perjalanan mereka dalam mewujudkan cita-cita bersama. Namun, lebih dari itu, setiap kemenangan, sekecil apa pun, dapat menjadi pijakan kuat untuk menghadapi tantangan-tantangan berikutnya yang lebih besar.
“Kami akan terus menjaga asa dan komitmen untuk mewujudkan slogan MTs Muga Juara,” ujar Machmud dengan penuh keyakinan.
Kini, papan catur telah menjadi saksi bisu dari sebuah langkah kecil yang sarat makna. Di balik medali yang dibawanya pulang, Apsara membawa lebih dari sekadar penghargaan dari arena pertandingan. Ia membawa pulang pengalaman berharga, kepercayaan diri yang meningkat, dan semangat membara untuk kembali berlatih. Sementara itu, sekolahnya, MTs Muga, terus menyalakan asa dan harapan bagi lahirnya prestasi-prestasi gemilang lainnya di masa mendatang.












