KlikMojok – Di Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, lahan pertanian yang baru saja selesai panen padi pada Selasa (15/9/2026), berubah fungsi menjadi sirkuit balap dadakan. Arena ini menjadi saksi bisu adu ketangkasan para pengangkut gabah hasil panen, yang dikenal luas sebagai ojek gabah.
Kompetisi balapan ojek gabah ini dirancang secara khusus untuk menguji kemampuan dan keahlian para pengemudi ojek gabah. Para peserta ditantang untuk menaklukkan medan persawahan yang kondisinya berlumpur dan licin, sambil tetap menjaga keseimbangan motor yang sarat muatan gabah.
Menurut aturan main yang telah ditetapkan, sebanyak 24 peserta dibagi ke dalam 6 tim, dengan masing-masing tim beranggotakan 4 orang. Setiap tim memiliki misi untuk berlomba mengangkut gabah hasil panen dari area tengah persawahan dan membawanya menuju jalan pertanian terdekat. Tim yang berhasil menuntaskan tugas ini dengan waktu tercepat akan dinobatkan sebagai pemenang.
Meskipun aktivitas mengangkut gabah dari tengah sawah merupakan rutinitas harian bagi para peserta, mereka tetap menghadapi berbagai kendala dan kesulitan signifikan saat berupaya menaklukkan lintasan balap yang menantang.
Perasaan gugup yang muncul akibat persaingan ketat dengan peserta lain, ditambah dengan kondisi permukaan tanah sawah yang basah dan lembek, seringkali menjadi penyebab utama para pengendara kehilangan kendali dan tergelincir dari motornya.
Lomba balap ojek gabah ini merupakan inisiatif yang diselenggarakan oleh warga Desa Truni. Acara ini menjadi bentuk ekspresi rasa syukur mereka atas melimpahnya hasil panen padi pada musim ini.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, turut hadir dan menyaksikan secara langsung jalannya lomba. Beliau tampak sangat menikmati setiap momen keseruan yang tersaji dalam balapan ojek gabah tersebut.
Dengan nada bercanda, Yuhronur Efendi mengungkapkan kesan-kesannya, “Seru sekali ya. Kelihatannya memang gampang, tapi ternyata tidak. Kalau belum pernah mencoba sirkuit Mandalika, ya tentu belum bisa seperti tadi,”
Yuhronur juga menekankan bahwa di balik aspek hiburan dan keseruan lomba, profesi ojek gabah memegang peranan krusial bagi para petani. Mereka berperan vital dalam membantu proses pengangkutan gabah dari area persawahan yang seringkali sulit diakses oleh kendaraan pengangkut, menuju tepi jalan utama.
Beliau menambahkan, “Kalau tidak ada ojek gabah ini, kita juga tidak bisa mengangkut sampai ke pinggir jalan. Dan ini memerlukan keahlian khusus untuk menjadi ojek gabah,”
Di sisi lain, salah satu peserta bernama Ahmad Santoso menyatakan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti balap ojek gabah bersama rekan-rekannya.
“Ini bersama teman-teman dan baru pertama kali. Seru sekali. Ada enam tim, satu tim empat orang,” tutur Ahmad menjelaskan.
Ahmad lebih lanjut menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang mereka hadapi dalam balapan tersebut adalah kondisi lintasan yang cenderung basah. Beban tambahan berupa gabah yang diangkut juga turut memperparah kesulitan dalam mengendalikan sepeda motor.
“Lumayan sulit karena medannya agak basah, sama bawa gabah juga. Berat juga, tapi seru,” imbuhnya.
Meskipun kompetisi ini secara nyata menguji keahlian tinggi dalam mengendarai motor di medan yang basah serta sangat menguras tenaga, para peserta tetap menunjukkan antusiasme tinggi untuk berpartisipasi. Terlebih lagi, para pemenang juga akan mendapatkan hadiah menarik.
Untuk para juara, telah disiapkan hadiah uang tunai: pemenang pertama berhak atas Rp1 juta, juara kedua mendapatkan Rp750 ribu, dan pemenang ketiga akan membawa pulang Rp500 ribu.












