Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Pengalaman Imersif: Siswa Smamsatu Gresik Asah Kemampuan Bahasa Inggris di Tengah Alam Bernah de Vallei

badge-check

Pengalaman Imersif: Siswa Smamsatu Gresik Asah Kemampuan Bahasa Inggris di Tengah Alam Bernah de Vallei Perbesar

KlikMojok – Pada Sabtu pagi yang cerah, 12 September 2026, kawasan Bernah de Vallei di Pacet mulai dipadati oleh 160 siswa SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik. Mereka berkumpul untuk melanjutkan hari kedua dari program ‘English Scientific Adventure’, sebuah kegiatan belajar bahasa Inggris yang inovatif di alam terbuka.

Sehari sebelum sesi bahasa Inggris, para siswa telah lebih dahulu mendalami ilmu Biologi. Kegiatan tersebut meliputi penjelajahan kawasan perkemahan untuk mengidentifikasi berbagai organisme serta menyusun jaring-jaring makanan.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih ke pembelajaran bahasa Inggris. Empat pos petualangan dengan beragam permainan telah disiapkan secara khusus untuk menguji tidak hanya kemampuan berbahasa para siswa, tetapi juga kekompakan dan kerja sama tim mereka.

Sebelum petualangan bahasa Inggris dimulai, para siswa terlebih dahulu melaksanakan salat Subuh berjemaah. Setelah itu, mereka melanjutkan kegiatan dengan mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat, menambah semangat pagi.

Suasana di lokasi semakin hidup dan ramai saat kegiatan berlanjut dengan diadakannya lomba memasak yang seru.

Ke-160 siswa tersebut, yang telah dibagi ke dalam 42 kelompok tenda, mulai sibuk menyiapkan hidangan nasi goreng. Masakan yang mereka olah itu tidak hanya untuk dilombakan, tetapi juga berfungsi sebagai menu sarapan pagi mereka.

Dari setiap penjuru area perkemahan, tampak masing-masing kelompok dengan antusias mempersiapkan sajian mereka untuk dinilai oleh juri. Setelah seluruh proses penilaian rampung, seluruh siswa kembali berkumpul di area lapangan utama.

Dari titik kumpul itulah, petualangan belajar bahasa Inggris secara langsung di alam dimulai.

Sebelum melangkah menuju empat pos utama yang telah ditentukan, setiap tim diwajibkan untuk menyelesaikan serangkaian permainan awal. Salah satu tantangan tersebut adalah estafet karet yang secara khusus dirancang untuk menguji koordinasi dan kekompakan antaranggota kelompok.

Kelompok yang berhasil menuntaskan tantangan awal ini kemudian diperbolehkan untuk bergerak menuju pos pertama.

Di bawah rimbunnya pepohonan Bernah de Vallei, pembelajaran bahasa Inggris tidak lagi terbatas pada lembaran buku teks semata.

Pada Pos 1, setiap anggota tim diberikan tugas untuk memperkenalkan diri mereka sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Mereka diinstruksikan untuk menyebutkan identitas pribadi, hobi yang ditekuni, hingga impian dan cita-cita masa depan.

Dini Eka Permatasari, S.E., selaku fasilitator di Pos 1, menjelaskan bahwa instruksinya cukup mendasar. Ia mengatakan, “Basic saja, mereka diminta menyebutkan nama, tempat tanggal lahir, hobi, dan cita-cita.”

Dini menambahkan, “Kalau ada yang hobi bernyanyi, kami minta bernyanyi sedikit dengan lagu bahasa Inggris.”

Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk tidak hanya sekadar menghafal kosakata, tetapi juga secara langsung mempraktikkannya dalam interaksi percakapan yang nyata.

Sebelum beranjak dari Pos 1, setiap kelompok diberikan tugas tambahan untuk mencari dan mengidentifikasi dua kosakata bahasa Inggris dari benda-benda konkret yang mereka temui di sekitar lingkungan Bernah De Vallei.

Contohnya, sebuah pohon bisa diidentifikasi sebagai ‘tree’, dan batu menjadi ‘rock’. Dengan demikian, objek-objek di sekitar yang sebelumnya mungkin hanya sekadar dilewati, kini bertransformasi menjadi sarana pembelajaran yang efektif.

Selama perjalanan antarpos, setiap kelompok juga diinstruksikan untuk tetap berupaya menggunakan percakapan sederhana dalam bahasa Inggris, menciptakan lingkungan berbahasa yang konsisten.

Setibanya di Pos 2, kosakata yang berhasil mereka temukan akan diperiksa dan diverifikasi. Setiap anggota kelompok diwajibkan untuk menyebutkan dua kata bahasa Inggris yang telah berhasil mereka identifikasi.

Tingkat kesulitan tantangan semakin meningkat di Pos 3. Pada pos ini, kosakata yang telah berhasil dikumpulkan tidak hanya cukup disebutkan, melainkan siswa dituntut untuk mengolahnya menjadi rangkaian kalimat sederhana dalam bahasa Inggris.

Dengan demikian, objek-objek seperti pohon, batu, dan berbagai benda lain yang ada di sekitar mereka menjadi elemen dasar dan inspirasi dalam menyusun kalimat-kalimat tersebut.

Pada Pos 4, para siswa dihadapkan pada sebuah permainan menyusun kata. Mereka harus merangkai kata-kata yang diberikan dalam susunan acak menjadi sebuah kalimat utuh, sekaligus memastikan penggunaan bentuk tense yang tepat sesuai konteks.

Pada tahap akhir ini, bukan sekadar penguasaan perbendaharaan kata yang diuji, melainkan juga pemahaman mendalam tentang struktur kalimat bahasa Inggris serta kemampuan kerja sama antaranggota tim yang menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menuntaskan tantangan.

Setelah semua kelompok berhasil menyelesaikan keempat pos petualangan, para siswa kembali berkumpul di lapangan untuk mengikuti apel penutupan kegiatan.

Indah Wardati, S.Si., M.Pd., yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus pengarah kegiatan, menyatakan bahwa seluruh peserta telah sukses menuntaskan seluruh rangkaian ‘English Scientific Adventure’ yang berlangsung selama dua hari.

Indah Wardati dengan gembira menyampaikan, “Kami nyatakan seluruh siswa yang ikut serta selama dua hari ini lulus. Jadi, tidak perlu mengulang lagi tahun depan, ya!”

Lebih lanjut, Indah berpesan agar pengalaman berharga yang didapatkan selama dua hari tersebut tidak hanya berakhir begitu mereka meninggalkan kawasan Bernah De Vallei.

Ia menuturkan, “Kami berharap kedisiplinan dan karakter baik lainnya bisa kalian bawa pulang.”

Acara penutupan juga dimeriahkan dengan pengumuman para pemenang dari berbagai lomba yang telah diselenggarakan.

Untuk lomba yel-yel yang digelar pada Jumat malam, 11 September 2026, Tim Snake dari kelas X-2 berhasil meraih posisi juara pertama. Kemudian, Tim Lion dari kelas X-1 menempati posisi kedua, sementara Tim Crocodile, juga dari kelas X-1, menjadi juara ketiga.

Sementara itu, pada kategori lomba memasak, Tenda 21 dari kelas X-1 putra berhasil menjadi juara pertama. Posisi kedua diraih oleh Tenda 10 dari kelas X-3 putri, dan Tenda 34 dari kelas X-4 putra menduduki posisi ketiga.

Sekitar pukul 09.30 WIB, seluruh rangkaian kegiatan ‘English Scientific Adventure’ secara resmi dinyatakan berakhir. Para siswa kemudian diberikan waktu luang hingga pukul 12.30 WIB untuk menikmati berbagai wahana yang tersedia di Bernah De Vallei, sekaligus kesempatan untuk memeriksa dan mempersiapkan barang bawaan mereka.

Menjelang siang hari, tenda-tenda perkemahan mulai dikosongkan, dan seluruh perlengkapan dibawa menuju kendaraan yang telah menanti.

Tepat pukul 12.45 WIB, rombongan siswa Smamsatu Gresik meninggalkan Bernah De Vallei. Selama dua hari sebelumnya, lokasi ini telah bertransformasi menjadi ruang belajar yang efektif, tidak hanya untuk pelajaran Biologi tetapi juga untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris para siswa.

Mereka semua pulang dengan membawa pulang beragam manfaat, termasuk penambahan kosakata baru, pengalaman berharga dalam berbicara bahasa Inggris secara langsung, serta kenangan dua hari penuh pembelajaran kolaboratif di tengah keindahan alam.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mengukir Budaya Kerja ‘Satu Hati’: RSU Muhammadiyah Lumajang Padukan Profesionalisme dan Nilai Spiritual

16 Sep 2026 - 15:21 WIB

Mengukir Budaya Kerja ‘Satu Hati’: RSU Muhammadiyah Lumajang Padukan Profesionalisme dan Nilai Spiritual

Menguasai Nahwu: Santri Azhari eLKISI Mojokerto Bedah Tuntas Kaidah Ma Al-Hijaziah untuk Studi Lanjut

16 Sep 2026 - 12:40 WIB

Menguasai Nahwu: Santri Azhari eLKISI Mojokerto Bedah Tuntas Kaidah Ma Al-Hijaziah untuk Studi Lanjut

Transformasi Drastis Muhammad Iqbal Habibie: Tinggalkan Joki Mobile Legends Demi Fakultas Kedokteran Unej

16 Sep 2026 - 12:38 WIB

Transformasi Drastis Muhammad Iqbal Habibie: Tinggalkan Joki Mobile Legends Demi Fakultas Kedokteran Unej

Mengintip Langit Malang Raya: Prakiraan Cuaca Cerah Diselingi Kabut Tipis di Tengah Aktivitas Pendidikan

16 Sep 2026 - 09:44 WIB

Mengintip Langit Malang Raya: Prakiraan Cuaca Cerah Diselingi Kabut Tipis di Tengah Aktivitas Pendidikan

Dari Timbunan ke Titik Balik: Sidoarjo Merintis Jalan Ekonomi Sirkular Sampah Kemasan

16 Sep 2026 - 09:44 WIB

Dari Timbunan ke Titik Balik: Sidoarjo Merintis Jalan Ekonomi Sirkular Sampah Kemasan
Trending di Pendidikan