Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Peran Vital STIT Muhammadiyah Lumajang dalam Pembangunan SDM Unggul Bersama Pemerintah Daerah

badge-check

Peran Vital STIT Muhammadiyah Lumajang dalam Pembangunan SDM Unggul Bersama Pemerintah Daerah Perbesar

KlikMojok – Membangun kemajuan suatu daerah bukan hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Sesungguhnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) memegang peranan krusial sebagai faktor penentu utama agar seluruh potensi tersebut dapat dioptimalkan dan memberikan manfaat jangka panjang serta berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan penting ini diungkapkan oleh Patria Dwi Hastiadi, AP., M.Si., yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang. Beliau menyampaikannya dalam acara Studium General 2026 yang diselenggarakan oleh STIT Muhammadiyah Lumajang.

Kegiatan akademik tersebut berlangsung di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Lumajang pada hari Senin, 14 September 2026.

Studium General ini secara spesifik mengusung tema “Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi dalam Membangun Sumber Daya Manusia Unggul, Berdaya Saing, dan Berkemajuan di Kabupaten Lumajang,” yang menekankan pentingnya sinergi untuk kemajuan daerah.

Dalam paparannya, Patria Dwi Hastiadi menggarisbawahi bahwa tantangan pembangunan yang dihadapi saat ini sangat menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki kemampuan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan dinamika perubahan zaman yang begitu cepat.

Ia menambahkan, segala upaya pembangunan infrastruktur dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam wajib diimbangi secara proporsional dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Patria menegaskan, “Daerah maju bukan hanya karena kemegahan infrastrukturnya, melainkan karena kualitas manusianya.”

Lebih lanjut, Patria menjelaskan bahwa visi pembangunan Kabupaten Lumajang untuk periode 2025–2029 adalah “Terwujudnya Lumajang yang Amanah, Manusiawi dan Berkeadilan.”

Visi “Amanah” diartikan sebagai penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan dalam jangka panjang. Konsep “Manusiawi” diwujudkan melalui pembangunan yang inklusif, memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar seluruh warga. Sementara itu, “Berkeadilan” tercermin dari pemberian akses dan kesempatan yang setara bagi setiap lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Untuk mencapai visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang kemudian menjabarkannya ke dalam delapan arah pembangunan strategis yang dikenal sebagai Asta Cita Nararya. Arah pembangunan ini meliputi Lumajang Melayani, Lumajang Aman, Lumajang Membangun, Lumajang Eksotik, Lumajang Peduli, Lumajang Unggul, Lumajang Tangguh, dan Lumajang Pangan.

Menurut pandangan Patria, institusi perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis dan krusial dalam mendukung pemerintah daerah mencapai berbagai arah pembangunan yang telah dicanangkan.

Ia menekankan bahwa kampus tidak sekadar menjadi tempat untuk meraih gelar akademik semata, melainkan juga berfungsi sebagai wadah penting untuk membentuk jiwa kepemimpinan, memperluas wawasan sosial, mengembangkan kemampuan riset, serta menumbuhkan kepekaan terhadap berbagai kebutuhan dan permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, Patria mengajak para mahasiswa untuk mulai mereorientasi pandangan mereka setelah menyelesaikan studi. Pertanyaan konvensional “akan bekerja di mana?” perlu diseimbangkan dengan pertanyaan yang lebih substansial dan berjangkauan luas, yaitu “persoalan apa yang dapat saya bantu untuk diselesaikan?”

Gagasan yang disampaikan oleh Patria ini selaras dengan pesan dari Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., yang turut dicantumkan dalam materi studium general. Pesan tersebut menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memikirkan prospek pekerjaan setelah lulus, melainkan juga diharapkan mampu mengidentifikasi dan berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

Di sisi lain, Ketua STIT Muhammadiyah Lumajang, Eva Andriani, S.E.I., M.E.I., Ph.D., turut menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa institusi kampus memiliki tanggung jawab moral untuk secara aktif mendorong mahasiswa agar mampu menghubungkan secara konkret antara pembelajaran akademik yang diperoleh di kelas dengan berbagai kebutuhan riil yang ada di tengah masyarakat.

Eva berharap besar agar para mahasiswa dapat memanfaatkan momentum studium general ini sebagai kesempatan emas untuk berdialog secara langsung dengan perwakilan pemerintah daerah, sekaligus menggali berbagai potensi dan peluang kerja sama yang dapat diwujudkan.

“Teman-teman mahasiswa diharapkan dapat menyimak, berdiskusi, berdialog, dan menyampaikan apa yang ingin dikembangkan. Harapannya, apa yang dipelajari di kelas dapat menjadi solusi dan direalisasikan di dunia nyata,” tutur Eva, menggarisbawahi pentingnya aplikasi ilmu.

Selain itu, Eva juga secara khusus mengajak seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri mereka sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni masing-masing.

Saat ini, STIT Muhammadiyah Lumajang menyelenggarakan empat program studi unggulan, yaitu Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Syariah, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

Tantangan yang akan dihadapi oleh mahasiswa di masa depan diproyeksikan semakin kompleks dan beragam. Materi studium general secara spesifik menyoroti beberapa sektor potensial seperti perkembangan ekonomi digital, pertumbuhan industri kreatif, sektor pariwisata, pertanian modern, serta riset dan inovasi berbasis potensi lokal sebagai peluang besar yang bisa dimanfaatkan oleh generasi muda.

Namun, di saat yang bersamaan, para mahasiswa juga dituntut untuk siap menghadapi berbagai dinamika seperti disrupsi teknologi, ketatnya persaingan kompetensi, dan perubahan lanskap dunia kerja yang terus berkembang.

Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki dorongan kuat untuk tidak hanya fokus menghasilkan lulusan yang kaya akan pengetahuan akademik, tetapi juga membekali mereka dengan kompetensi yang relevan dan sesuai dengan tuntutan zaman. Peran strategis ini dapat diwujudkan melalui tiga pilar utama: pendidikan berkualitas, penelitian inovatif, pengabdian kepada masyarakat, serta aktif membangun jejaring dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas lokal.

Setelah sesi pemaparan materi yang komprehensif, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Mahasiswa dan para dosen antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan berbagai pertanyaan serta menggali lebih jauh potensi dan peluang kolaborasi yang dapat terjalin antara dunia akademik dengan pemerintah daerah.

Rangkaian acara studium general ini diakhiri dengan pembacaan doa. Seiring dengan berkumandangnya azan Magrib, seluruh peserta kemudian beranjak bersama-sama menuju masjid terdekat untuk menunaikan salat Magrib berjemaah, menandai penutupan agenda akademik yang penuh kebersamaan tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mengukir Budaya Kerja ‘Satu Hati’: RSU Muhammadiyah Lumajang Padukan Profesionalisme dan Nilai Spiritual

16 Sep 2026 - 15:21 WIB

Mengukir Budaya Kerja ‘Satu Hati’: RSU Muhammadiyah Lumajang Padukan Profesionalisme dan Nilai Spiritual

Menguasai Nahwu: Santri Azhari eLKISI Mojokerto Bedah Tuntas Kaidah Ma Al-Hijaziah untuk Studi Lanjut

16 Sep 2026 - 12:40 WIB

Menguasai Nahwu: Santri Azhari eLKISI Mojokerto Bedah Tuntas Kaidah Ma Al-Hijaziah untuk Studi Lanjut

Transformasi Drastis Muhammad Iqbal Habibie: Tinggalkan Joki Mobile Legends Demi Fakultas Kedokteran Unej

16 Sep 2026 - 12:38 WIB

Transformasi Drastis Muhammad Iqbal Habibie: Tinggalkan Joki Mobile Legends Demi Fakultas Kedokteran Unej

Mengintip Langit Malang Raya: Prakiraan Cuaca Cerah Diselingi Kabut Tipis di Tengah Aktivitas Pendidikan

16 Sep 2026 - 09:44 WIB

Mengintip Langit Malang Raya: Prakiraan Cuaca Cerah Diselingi Kabut Tipis di Tengah Aktivitas Pendidikan

Dari Timbunan ke Titik Balik: Sidoarjo Merintis Jalan Ekonomi Sirkular Sampah Kemasan

16 Sep 2026 - 09:44 WIB

Dari Timbunan ke Titik Balik: Sidoarjo Merintis Jalan Ekonomi Sirkular Sampah Kemasan
Trending di Pendidikan