Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Keringnya Sumur, Jauhnya Asa: Perjuangan Warga Pacitan Menjemput Air Bersih di Musim Kemarau

badge-check

Keringnya Sumur, Jauhnya Asa: Perjuangan Warga Pacitan Menjemput Air Bersih di Musim Kemarau Perbesar

KlikMojok – Pagi merambat di Dusun Kalimojo, Desa Nglaran, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, namun embun yang menyegarkan tak lagi cukup menutupi kerontang tanah. Musim kemarau telah tiba, membawa serta dampak yang kini dirasakan secara langsung oleh sekitar 15 kepala keluarga di RT 02 dan RT 03. Sumur-sumur yang selama ini menjadi nadi kehidupan, kini mulai mengering, menyisakan lumpur dan keputusasaan akan pasokan air bersih yang kian sulit didapat.

Kondisi krusial ini memaksa warga untuk mencari sumber air alternatif, sebuah perjalanan yang bukan tanpa tantangan. Setiap hari, warga harus menempuh jarak sekitar 700 meter dari kediaman mereka, sebuah upaya heroik yang menguras tenaga, terutama bagi mereka yang telah lanjut usia. Wahib, salah seorang warga Dusun Kalimojo, menuturkan pahitnya realita ini. “Selama ini warga mengambil air dari sumber yang jaraknya sekitar 700 meter dari rumah,” kata Wahib, Minggu (6/9/2026), menjelaskan betapa jauhnya perjuangan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Salah satu potret nyata dari perjuangan ini adalah Mesiyem, seorang nenek berusia 72 tahun. Dengan keterbatasan fisik yang kian merayap seiring usia, Mesiyem hanya mampu membawa air dalam jumlah yang sangat terbatas setiap kali ia menempuh perjalanan panjang tersebut. “Saya hanya mampu membawa sekitar lima liter sekali mengambil air. Kalau harus bolak-balik cukup berat,” ujarnya, suaranya sarat akan kelelahan yang tak terucapkan.

Di tengah krisis yang membayang, kehadiran bantuan air bersih menjadi oase yang dinanti-nanti. Saat mobil-mobil pengangkut air tiba, warga segera berdatangan, membawa berbagai wadah—mulai dari jerigen, galon, hingga panci—dengan wajah penuh harap. Mereka berbaris rapi, menanti giliran untuk mengisi wadah-wadah kosong yang akan membawa pulang setetes kehidupan.

Wahib mengungkapkan rasa syukurnya atas uluran tangan tersebut. Menurutnya, bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat membantu warga, terutama di saat sumber air alami yang selama ini diandalkan mulai tak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mesiyem pun merasakan hal yang sama. “Kalau ada bantuan seperti ini saya sangat terbantu, jadi tidak perlu jauh-jauh mengambil air,” katanya, senyum tipis mengembang di bibirnya yang keriput.

Pasokan air yang diterima diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat selama beberapa hari, bahkan hingga sekitar satu pekan ke depan, memberikan sedikit jeda dari perjuangan panjang. Namun, tantangan masih membentang luas. Kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Pacitan diperkirakan masih akan berlangsung hingga November mendatang, menandai puncak musim kemarau. Situasi ini menuntut perhatian serius dan distribusi air bersih yang berkelanjutan bagi wilayah-wilayah terdampak, agar setiap tetes air bersih tidak lagi menjadi barang mewah, melainkan hak yang mudah diakses oleh setiap jiwa di Dusun Kalimojo dan sekitarnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Langit Malang Dikepung Asap: Meredakan Sesak Warga Terdampak Kebakaran TPA Supit Urang

24 Okt 2026 - 06:11 WIB

Ketika Langit Malang Dikepung Asap: Meredakan Sesak Warga Terdampak Kebakaran TPA Supit Urang

Menyemai Kewaspadaan di Mimbar Jumat: Kapolres Mojokerto Kota dan Literasi Digital Melawan Hoaks

24 Okt 2026 - 06:11 WIB

Menyemai Kewaspadaan di Mimbar Jumat: Kapolres Mojokerto Kota dan Literasi Digital Melawan Hoaks

Tanamkan Karakter Santri Sejak Dini: PAUD Aisyiyah I Probolinggo Gelar Tiga Kegiatan Edukatif Peringatan Hari Santri

24 Okt 2026 - 06:10 WIB

Tanamkan Karakter Santri Sejak Dini: PAUD Aisyiyah I Probolinggo Gelar Tiga Kegiatan Edukatif Peringatan Hari Santri

Senyap di Balik Pintu Tertutup: Kisah Kesendirian yang Berakhir Tragis di Mojokerto

23 Okt 2026 - 21:06 WIB

Senyap di Balik Pintu Tertutup: Kisah Kesendirian yang Berakhir Tragis di Mojokerto

Napas Tercekik di Ruang Kemudi: Kisah Evakuasi Dramatis ABK di Pelabuhan Gresik

23 Okt 2026 - 21:05 WIB

Napas Tercekik di Ruang Kemudi: Kisah Evakuasi Dramatis ABK di Pelabuhan Gresik
Trending di Pendidikan