KlikMojok – Ratusan santri dari Markaz Lughah eLKISI telah memulai perjalanan akademis mereka menuju Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir. Keberangkatan ini menandai puncak dari serangkaian persiapan dan pembekalan yang telah mereka jalani di Indonesia sebelum menempuh pendidikan di salah satu universitas tertua dan paling bergengsi di dunia.
Para santri ini meninggalkan Tanah Air dengan membawa harapan besar, paspor, serta doa restu dari keluarga dan para guru. Perjalanan mereka bukanlah sekadar liburan, melainkan sebuah langkah awal untuk membuka lembaran baru dalam menuntut ilmu di negeri Piramida.
Proses keberangkatan santri Markaz Lughah eLKISI dilakukan secara bertahap untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan. Pada tanggal 2 September 2026, gelombang pertama yang terdiri dari 35 santri telah bertolak menuju Kairo menggunakan maskapai EgyptAir dengan rute penerbangan langsung dari Jakarta ke Kairo. Dua hari berselang, pada 4 September, sebanyak 11 santri kembali menyusul melalui jalur penerbangan yang sama.
Selanjutnya, pada 5 September, 23 santri lainnya memulai perjalanan mereka dari Jakarta menuju Kuala Lumpur, sebelum melanjutkan penerbangan melalui Sharjah dan akhirnya tiba di Kairo. Gelombang keberangkatan berikutnya dijadwalkan pada 8 September, di mana 27 santri akan terbang dari Jakarta ke Kuala Lumpur, lalu melanjutkan perjalanan melalui Abu Dhabi menuju Kairo. Puncaknya, pada 9 September, 30 santri dijadwalkan menempuh rute serupa, yakni Jakarta–Kuala Lumpur, dilanjutkan melalui Abu Dhabi menuju Kairo.
Meskipun rute penerbangan yang ditempuh bervariasi, ada yang langsung dan ada yang harus transit di beberapa negara, tujuan akhir para santri ini tetap sama: Kairo, Mesir, sebagai gerbang menuju perjalanan keilmuan mereka di Universitas Al-Azhar.
Di balik jadwal penerbangan yang padat tersebut, tersimpan kisah perpisahan yang mengharukan. Orang tua melepas anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan ribuan kilometer dari rumah, guru mengantarkan murid menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan para santri sendiri mulai belajar mandiri, meninggalkan kenyamanan keluarga demi mengejar cita-cita.
Husniah Mufakkirah, salah satu santri asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang juga merupakan peserta Markaz Lughah eLKISI, berbagi perasaannya mengenai keberangkatannya ke Al-Azhar pada tahun 2026. Ia mengungkapkan perasaan campur aduk antara kebahagiaan karena dapat melanjutkan pendidikan dan rasa haru harus berpisah dengan orang tua serta keluarga.
“Alhamdulillah, perjalanan dari Markaz Lughah eLKISI menuju Al-Azhar telah dimulai,” ujar Husniah. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Markaz Lughah eLKISI yang telah mendampingi proses persiapannya hingga keberangkatan. “Saya berterima kasih kepada Markaz Lughah eLKISI yang telah mengantarkan kami sampai di sini. Perasaan saya campur aduk karena harus berpisah dengan orang tua dan pergi ke negeri yang jauh. Tetapi di sisi lain ada harapan untuk semakin menuntut ilmu,” tuturnya.
Husniah menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran para guru yang telah membimbing mereka. “Kami juga berterima kasih kepada para masyayikh Al-Azhar Kairo, khususnya Syekh Ahmad Abdul Adhim dan Syekh Dr. Majdi yang merupakan mab‘uts dari Al-Azhar Mesir, serta para asatizah di Markaz Lughah eLKISI yang telah membimbing kami sehingga kami bisa sampai di tahap ini,” ungkapnya.
Harapan terbesarnya adalah agar perjalanan dan proses belajar di Mesir berjalan lancar, sehingga ilmu yang diperoleh kelak dapat bermanfaat bagi umat. “Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar demi menuntut ilmu dan kembali bermanfaat bagi umat.”
Bagi Markaz Lughah eLKISI, keberangkatan para santrinya ke Al-Azhar merupakan bagian integral dari program jangka panjang mereka dalam mendampingi calon mahasiswa. Agung Purwono, Kepala Markaz Lughah eLKISI, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diperoleh para santri untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar.
“Kami bersyukur atas diterimanya santri-santri Markaz Lughoh eLKISI di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Ini tentu menjadi kebahagiaan sekaligus amanah bagi kami,” ujar Agung. Ia menegaskan bahwa keberangkatan ini bukanlah akhir dari program Markaz Lughah, melainkan sebuah bukti keberhasilan dalam membimbing santri.
“Markaz Lughoh akan selalu berusaha memberikan yang terbaik agar dapat mengantarkan para santri untuk dapat melanjutkan studinya di Kairo, Mesir ini,” tambahnya. Salah satu fokus utama dalam pembekalan di Markaz Lughah adalah penguasaan bahasa Arab, serta kesempatan belajar bersama para syekh dari Mesir dan berinteraksi dengan calon mahasiswa lain yang memiliki tujuan serupa.
Pengalaman Husniah dan santri lainnya yang kini telah berada di Kairo menjadi inspirasi bagi Markaz Lughah untuk terus membuka pintu bagi calon peserta berikutnya. Oleh karena itu, lembaga ini tetap membuka pendaftaran secara berkelanjutan bagi siapa saja yang berminat mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar.
“Maka kami akan terus membuka pendaftaran dalam rangka membantu mereka yang ingin melanjutkan ke Universitas Al-Azhar secara berkesinambungan,” jelas Agung.
Sebelum keberangkatan ini, para santri telah melalui berbagai tahapan persiapan di Markaz Lughah eLKISI, termasuk penguatan bahasa Arab dan pembekalan lainnya yang krusial untuk kehidupan akademik di Mesir. Kini, babak baru kehidupan mereka telah dimulai, dengan bandara sebagai titik perpisahan dan gerbang menuju masa depan yang penuh tantangan dan peluang.
Bagi calon peserta yang tertarik untuk mengikuti program persiapan menuju Universitas Al-Azhar, informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui Ustaz Agung di nomor 0822-3180-1953.












