KlikMojok – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. dan Qur’an Lover, siswa kelas I dan II SD Global Al-Ibrah Gresik diajak mengikuti serangkaian kegiatan edukatif yang menarik. Melalui parade busana, berbagi camilan, dan tantangan murajaah, para siswa diharapkan dapat mengenal lebih dalam keteladanan Rasulullah serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.
Pada Senin, 24 Agustus 2026, halaman SD Global Al-Ibrah Gresik tampak semarak dengan busana bernuansa Islami yang dikenakan oleh siswa kelas I dan II. Mereka berbaris rapi dan bersemangat berjalan menuju area Swanlake, menandai dimulainya rangkaian acara Maulid Nabi dan Qur’an Lover yang telah dinanti-nantikan.

Acara ini secara khusus dirancang sebagai wadah bagi para siswa untuk tidak hanya memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga untuk menumbuhkan dan memperkuat kecintaan mereka kepada Rasulullah serta Al-Qur’an. Semua ini diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang tidak hanya edukatif tetapi juga dikemas secara menyenangkan.
Suasana parade busana terasa sangat meriah. Setiap siswa tampak mengikuti kegiatan ini dengan antusiasme tinggi, menampilkan pakaian terbaik yang telah mereka siapkan jauh-jauh hari untuk momen istimewa tersebut.
Setelah tiba di Swanlake, para siswa menyimak orasi yang disampaikan oleh Aqsa Razzan Dewangga. Dalam pidatonya, Aqsa menggarisbawahi betapa pentingnya memperingati dan mengambil hikmah dari Maulid Nabi Muhammad Saw.
Selanjutnya, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi “Share and Care”. Pada kegiatan ini, siswa diajak untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar dengan membagikan camilan kepada orang-orang yang mereka temui.
Melalui aktivitas sederhana ini, siswa diajarkan sebuah pelajaran berharga: bahwa mencintai Rasulullah tidak hanya cukup diungkapkan melalui lisan semata. Kecintaan yang tulus harus terwujud dalam bentuk perhatian nyata, kasih sayang, serta kepedulian yang mendalam terhadap sesama.
Setelah selesai di Swanlake, seluruh kegiatan bergeser ke Auditorium Global School. Di sana, para siswa berkesempatan mengikuti peragaan busana yang menampilkan representasi dari sejumlah sahabat Rasulullah SAW yang mulia.
Peragaan busana ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang untuk melatih keberanian siswa dalam tampil di hadapan publik, tetapi juga menjadi media efektif untuk mengenalkan keteladanan para sahabat Nabi. Siswa diajak untuk memahami secara mendalam peran vital dan perjuangan gigih mereka dalam mendukung serta mendampingi dakwah Rasulullah.
Kemeriahan acara terus berlanjut dengan sesi “Qur’an Challenge”. Pada segmen ini, siswa berpartisipasi dalam lomba murajaah atau mengulang hafalan surah-surah pendek Al-Qur’an secara individu, sebelum kemudian melanjutkan dengan murajaah secara berkelompok.
Tantangan murajaah ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan hasil dari latihan hafalan yang telah mereka lakukan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan keberanian serta memperdalam kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.
Widad Nur Fauziyah, Lc., selaku Ketua Panitia, menyatakan bahwa “seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar.” Ia juga mengamati bahwa “para siswa terlihat antusias mengikuti setiap agenda, termasuk Qur’an Challenge yang telah mereka persiapkan sebelumnya.”
Menurut penjelasan Widad Nur Fauziyah, parade dan peragaan busana turut memberikan kesempatan berharga bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat sosok serta meneladani akhlak para sahabat Rasulullah Saw.
Muh. Musyafak, S.Ag., Kepala SD Global Al-Ibrah, menguraikan bahwa peringatan Maulid Nabi ini mengusung beberapa tujuan krusial. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan dan memupuk kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah Saw. di hati para siswa.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa bahwa upaya menyebarkan dakwah Islam memerlukan perjuangan yang tidak mudah. Keteladanan akan semangat perjuangan tersebut kemudian diimplementasikan melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang relevan dan mudah dipahami dalam kehidupan sehari-hari anak-anak.
Musyafak menambahkan, “Nilai-nilai tersebut kemudian diwujudkan melalui semangat Share and Care , yaitu membangun kepedulian, perhatian, dan kasih sayang kepada orang lain.”
Ia juga menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi dan Qur’an Lover ini tidak hanya sekadar mengajak siswa untuk mempelajari sejarah hidup Rasulullah. Lebih dari itu, anak-anak juga diajak untuk belajar mencintai Al-Qur’an, melatih keberanian untuk tampil di depan umum, berbagi dengan sesama, dan mengambil pelajaran dari perjuangan heroik para sahabat Nabi.
Bagi siswa kelas I dan II, manifestasi cinta kepada Rasulullah pada hari itu disajikan dalam bentuk yang sangat mudah mereka pahami dan internalisasi: mulai dari berjalan bersama dalam parade, mengulang hafalan ayat-ayat suci Al-Qur’an, mengenal lebih dekat sosok para sahabat Nabi, hingga berbagi camilan kepada sesama.
Melalui serangkaian kebiasaan dan aktivitas kecil inilah, diharapkan rasa cinta yang mendalam kepada Rasulullah, Al-Qur’an, dan sesama dapat terus bersemi serta tumbuh subur dalam setiap aspek kehidupan mereka.













