Menu

Mode Gelap
BPR Delta Artha Perluas Jangkauan Kurda Rp 121 Miliar untuk UMKM Sidoarjo, Kini Jemput Bola ke Desa Aroma Penolakan: Warga Bangunsari Menang, Rencana TPST Berpindah ke Kaliabu Tragedi di Sawah Sumenep: Lansia Pikun Ditemukan Meninggal dalam Kobaran Api Siswa SDMM Asah Keterampilan Digital dan Strategi di Kompetisi Roblox Tingkat ASEAN Memupuk Kebersihan, Menjaga Silaturahmi: Jejak Demokrat Kota Probolinggo di Musholla Warga Antara Ikatan Historis dan Marwah Organisasi: Nasihat Kiai Asep untuk Rais Aam PBNU di Muktamar Nahdlatul Ulama

Pendidikan

Tragedi di Sawah Sumenep: Lansia Pikun Ditemukan Meninggal dalam Kobaran Api

badge-check


					Tragedi di Sawah Sumenep: Lansia Pikun Ditemukan Meninggal dalam Kobaran Api Perbesar

KlikMojok – Senja di Dusun Taroman, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, menyimpan cerita pilu. Sesosok tubuh renta ditemukan terbakar di tengah hamparan tegalan. Ia adalah Suhaena (70), warga Dusun Karangkeng, yang hilang sejak beberapa hari sebelumnya. Penemuan tragis ini bermula dari kecurigaan warga yang hendak mencari rumput.

Bau tak sedap yang menusuk hidung mengarahkan perhatian mereka ke arah timur. Di sanalah, di bawah langit yang mulai meredup, tergeletak sesosok tubuh yang hangus terbakar. “Ketika melihat ke arah timur, ternyata didapati ada sesosok tubuh dalam kondisi terbakar,” tutur Kepala Desa Nyabakan Barat, Lakso, pada Jumat (28/08/2026).

Warga yang panik segera meminta bantuan tetangga. Setelah didekati, tubuh malang itu dikenali sebagai Suhaena. Kabar hilangnya Suhaena memang sudah beredar sejak Minggu, 23 Agustus 2026. Keluarga telah berupaya mencarinya ke berbagai penjuru, namun tak kunjung membuahkan hasil. “Suhaena ini menurut keluarganya, hilang sejak Minggu, 23 Agustus 2026. Keluarganya sempat melakukan pencarian kemana-mana, tapi belum ketemu. Ternyata ini malah ditemukan sudah meninggal,” ujarnya.

Lokasi penemuan jenazah Suhaena terbilang cukup terpencil, berjarak sekitar 200 meter dari pemukiman warga dan 300 meter dari jalan raya. Jarak yang cukup jauh ini menambah misteri di balik peristiwa nahas tersebut. Pihak kepolisian dari Polsek Batang-Batang segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Tim Identifikasi Polresta Sumenep pun diterjunkan untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi oleh petugas Puskesmas Batang-Batang untuk dibawa ke rumah duka di Desa Nyabakan Barat. Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, melalui Kapolsek Batang-Batang AKP Ratman Desianto, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan pihak keluarga, Suhaena diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pikun. “Korban juga disebut memiliki kebiasaan merokok serta membakar sampah dan tumpukan kayu,” ungkapnya.

Karena kondisi jenazah yang sudah tidak memungkinkan dan berdasarkan keterangan keluarga mengenai riwayat kesehatan korban, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukannya autopsi. “Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi luar maupun dalam terhadap jenazah. Karena itu, keluarga korban membuat surat pernyataan terkait keberatan otopsi tersebut,” jelas AKP Ratman Desianto.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, dugaan sementara dari pihak keluarga adalah bahwa peristiwa tragis ini merupakan sebuah kecelakaan yang terjadi secara tidak disengaja, kemungkinan terkait dengan kebiasaan korban. Meskipun demikian, petugas kepolisian tetap melakukan serangkaian langkah investigasi. “Namun petugas tetap melakukan langkah-langkah kepolisian berupa olah TKP, pendataan saksi, pengumpulan informasi, dokumentasi, serta koordinasi dengan pihak keluarga guna memastikan penanganan kejadian sesuai prosedur,” paparnya. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian dan pengawasan terhadap anggota keluarga yang rentan, terutama mereka yang memiliki gangguan kesehatan mental.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aroma Penolakan: Warga Bangunsari Menang, Rencana TPST Berpindah ke Kaliabu

28 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Siswa SDMM Asah Keterampilan Digital dan Strategi di Kompetisi Roblox Tingkat ASEAN

28 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Memupuk Kebersihan, Menjaga Silaturahmi: Jejak Demokrat Kota Probolinggo di Musholla Warga

28 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Antara Ikatan Historis dan Marwah Organisasi: Nasihat Kiai Asep untuk Rais Aam PBNU di Muktamar Nahdlatul Ulama

28 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Benteng Desa Melawan Perdagangan Manusia: Imigrasi Blitar Perluas Jaringan Pencegahan TPPO

28 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Trending di Pendidikan