Menu

Mode Gelap
Muktamar NU ke-35 Siap Gemparkan Dunia: Usung Gagasan Fikih Ekologi dan Misi Kemanusiaan Global! OMI 2026 Guncang Madrasah: Ajang Bergengsi, Gratis, dan Mudah Cetak Talenta Sains-Riset Islami! Merajut Khittah di Tanah Santri: Ikhtiar IKAPETE Jatim Menjaga Marwah NU Jelang Muktamar ke-35 Oase di Tengah Kemarau Panjang: Sumur Bor Harapan Baru Warga Pamekasan Mahasiswa KKN UMM Berdayakan Warga Desa Pait: Ubah Susu Sapi Lokal Jadi Yogurt Rumahan Berprospek Ekonomi Bukan di Sekolah, Siswa SMA IT Insan Cemerlang Pilih Ngaji Bareng Kiai di Masjid Cheng Ho

Pendidikan

Oase di Tengah Kemarau Panjang: Sumur Bor Harapan Baru Warga Pamekasan

badge-check


					Oase di Tengah Kemarau Panjang: Sumur Bor Harapan Baru Warga Pamekasan Perbesar

KlikMojok – Setiap tahun, ketika musim kemarau tiba, tanah di sejumlah wilayah Pamekasan seolah menahan napas. Retakan-retakan kering membelah ladang, dan sumur-sumur warga mulai mengering, menyisakan lumpur dan harapan yang menipis. Krisis air bersih ini bukan lagi sekadar ancaman, melainkan realitas pahit yang berulang, memaksa ratusan keluarga berjuang keras demi setetes air untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, di tengah kepungan kekeringan ini, secercah harapan muncul dari inisiatif Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jatim XI Madura, Hj Ansari. Legislator asal Pulau Madura tersebut turun tangan memfasilitasi pembangunan sumur bor, sebuah oase yang diharapkan dapat mengakhiri dahaga panjang warga di Dusun Tlandung II, Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

Program pengeboran sumur air bersih ini, yang merupakan bagian dari kepedulian Fraksi PDI Perjuangan, dipusatkan di Dusun Tlandung II. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi permanen, terutama dalam memenuhi kebutuhan domestik sehari-hari di tengah ancaman kekeringan yang menyebabkan akses terhadap air layak konsumsi semakin terbatas.

Nadi Mulyadi, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pamekasan, menyampaikan bahwa proyek ini adalah bentuk konkret kepedulian. “Pengerjaan fisik pengeboran sumur dalam rangka memfasilitasi kebutuhan air bersih dari Mbak Ansari (sapaan akrab Hj Ansari), secara resmi mulai dilakukan pada hari ini Kamis, 27 Agustus 2026,” ujarnya, menegaskan komitmen Hj Ansari terhadap persoalan kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga menambahkan, “Dengan adanya fasilitas ini, tentu kita berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak kekeringan, khususnya di Dusun Tlandung II, dan sekitarnya. Sekaligus dapat mengurangi titik kekeringan di Pamekasan.”

Kepala Desa Kertagena Laok, Abd Qodir, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, proses pengerjaan konstruksi sumur bor diperkirakan akan rampung dalam waktu sekitar dua hari. “Pengeboran direncanakan menembus kedalaman hingga 88 meter untuk mendapatkan sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Abd Qodir. Ia juga menjelaskan skala dampak dari proyek ini, “Satu titik sumur bor ini diproyeksikan mampu mengalirkan air bersih secara stabil dan dapat melayani kebutuhan sekitar 50 kepala keluarga (KK) di Dusun Tlandung II dan sekitarnya.” Desa Kertagena Laok sendiri merupakan salah satu wilayah yang paling terdampak krisis air saat kemarau. “Terima kasih atas bantuannya kepada Ibu Hj Ansari, apalagi wilayah kami memang sangat kekurangan air bersih, dan semoga keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan menunjukkan bahwa angka kekeringan pada musim kemarau tahun ini semakin meluas dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, titik terdampak kekeringan tersebar di 281 dusun di 82 desa, mencakup 11 kecamatan berbeda di Pamekasan. Angka ini merupakan peningkatan signifikan; tahun sebelumnya, kekeringan melanda 231 dusun di 76 desa di 11 kecamatan. Kondisi ini memperjelas betapa krusialnya solusi jangka panjang seperti sumur bor.

Krisis air bersih yang berulang ini kerap memaksa warga di daerah terdampak untuk menempuh perjalanan jauh mencari sumber air atau bergantung pada distribusi bantuan air bersih. Keberadaan sumur bor ini bukan hanya sekadar solusi sesaat, melainkan investasi masa depan. Fasilitas ini tidak hanya membantu warga memenuhi kebutuhan air untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya, tetapi juga menjadi sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan saat musim kemarau kembali melanda.

Inisiatif Hj Ansari dalam memfasilitasi pengeboran sumur bor ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat Kecamatan Kadur, serta memutus mata rantai ketergantungan warga terhadap bantuan air bersih di tengah ancaman kekeringan yang berkepanjangan. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan iklim.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Merajut Khittah di Tanah Santri: Ikhtiar IKAPETE Jatim Menjaga Marwah NU Jelang Muktamar ke-35

27 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Mahasiswa KKN UMM Berdayakan Warga Desa Pait: Ubah Susu Sapi Lokal Jadi Yogurt Rumahan Berprospek Ekonomi

27 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Bukan di Sekolah, Siswa SMA IT Insan Cemerlang Pilih Ngaji Bareng Kiai di Masjid Cheng Ho

27 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Api di Peluk Peraduan Bromo Semeru: Perjuangan Tanpa Henti Melawan Karhutla yang Melahap Hutan Lumajang

27 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Roda Waktu yang Bergeser: Pelajaran dari Keterlambatan Kereta Malang Akibat Insiden di Klaten

27 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Trending di Pendidikan