KlikMojok – Pada Ahad, 23 Agustus 2026, ribuan jemaah memadati Masjid KH. Ahmad Dahlan di Asempapak–Sidayu untuk mengikuti Kajian Ahad Pahing Pagi. Acara yang dimulai sejak pukul 05.30 WIB ini tidak hanya menyajikan pencerahan spiritual, tetapi juga mengintegrasikan berbagai kegiatan sosial dan menandai peluncuran resmi Biro Jodoh Samara, menjadikannya forum dakwah komprehensif yang menarik minat masyarakat luas.
Ustaz Sholahuddin Zuhri, M.Pd., seorang penceramah asal Yogyakarta, memimpin kajian dengan membawakan tema “Bersahabat di Dunia, Bertetangga di Akhirat.” Di hadapan lautan manusia, Ustaz Sholahuddin dengan suara mantap mengajak hadirin untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT, menjaga kualitas salat, memperbaiki akhlak, serta jeli dalam memilih lingkungan pergaulan yang dapat membawa pada kebaikan.

Ia mengingatkan betapa kehidupan dunia seringkali menjebak manusia dalam labirin kesibukan yang tiada habisnya. Berbagai urusan seperti pekerjaan, keluarga, anak, istri, hingga kebutuhan rumah tangga kerap menyita waktu dan energi. Namun, Ustaz Sholahuddin menekankan pentingnya agar tumpukan urusan duniawi tersebut tidak sampai melalaikan manusia dari ibadah salat dan melupakan hakikat kehidupan akhirat.
Selain menekankan urgensi salat, sang ustaz juga menggarisbawahi pentingnya memilih teman hidup dan sahabat pergaulan. Menurutnya, sahabat sejati bukan hanya sosok yang menghibur atau membuat tertawa, melainkan figur yang berani menegur ketika kita lalai. “Sahabat sejati adalah mereka yang tanpa ragu mengajak kita menunaikan salat, membaca Al-Qur’an, serta mendorong langkah kita agar semakin dekat kepada Sang Pencipta,” ujarnya.
Untuk mempertegas pesannya, Sholahuddin mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Furqan ayat 27–28. Ayat tersebut menggambarkan penyesalan mendalam seseorang di akhirat kelak karena salah memilih teman akrab semasa di dunia, menjadi peringatan keras akan pengaruh vital pergaulan dalam menentukan jalan hidup seseorang.
Antusiasme ribuan jemaah yang membanjiri area masjid sejak subuh disambut dengan rasa syukur mendalam oleh pimpinan takmir setempat. Ketua Takmir Masjid KH. Ahmad Dahlan Sidayu meluapkan kegembiraannya melihat respons masyarakat yang luar biasa tinggi. “Alhamdulillah, kajian kali ini luar biasa. Ribuan jamaah hadir dan memenuhi area masjid. Semoga semangat menuntut ilmu dan bersilaturahmi seperti ini terus terjaga,” ungkapnya dengan nada penuh haru.
Semarak acara kian terasa dengan partisipasi para santri Pondok Pesantren MBS At Taqwa Gosari yang menjalankan program Safari Santri. Mudir Pondok Pesantren MBS At Taqwa Gosari, Nafis Abdulkarim, Lc., menjelaskan bahwa pesantrennya memang rutin menerjunkan santri dalam agenda kemasyarakatan ini.
Nafis menegaskan bahwa Safari Santri menjadi sarana efektif bagi para santri untuk menambah wawasan keislaman, memperluas pengalaman lapangan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membiasakan diri berinteraksi langsung dengan masyarakat luas di dalam majelis ilmu.
Pada momen yang tak kalah penting, panitia menyisipkan peresmian (launching) Biro Jodoh Samara di sela-sela kajian. Wadah ini mengusung semangat “Membina Rumah Tangga Impian dimulai dari langkah yang tepat” dan lahir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan sarana pencarian pasangan yang terarah, syar’i, dan aman.
Biro Jodoh Samara menawarkan pendampingan pranikah secara komprehensif, menjaga ketat privasi dan keamanan data para peserta, serta mempertemukan sosok-sosok yang seiman dan sevisi. Langkah ini bertujuan membantu masyarakat membina keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Peresmian ini melengkapi ikhtiar dakwah masjid yang tidak hanya memperhatikan aspek spiritual, tetapi juga kesiapan membangun peradaban dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Usai menyerap ilmu spiritual dan menyaksikan peresmian Biro Jodoh Samara, jemaah tidak langsung beranjak pulang. Panitia telah menyiapkan pelbagai kegiatan sosial yang memberi manfaat nyata dan menyentuh langsung kebutuhan jemaah. Suasana kebersamaan kian hangat saat jemaah menikmati santap pagi bersama, disajikan sebagai bentuk pelayanan dan apresiasi atas kesetiaan jemaah yang sudah mengikuti rangkaian acara sejak pagi.
Di area berbeda, panitia menyediakan layanan pengobatan gratis. Tim medis memeriksa kesehatan jemaah secara cuma-cuma, memberikan pertolongan dan konsultasi bagi warga yang membutuhkan. Aksi kepedulian sosial ini menjadi ikhtiar panitia dalam menjaga kesehatan fisik jemaah seiring dengan penguatan rohani mereka.
Kemeriahan kian bertambah dengan hadirnya pasar murah yang menawarkan berbagai barang kebutuhan pokok dengan harga sangat terjangkau. Tidak hanya itu, panitia juga membagikan sayur-mayur segar secara gratis kepada para peserta kajian, yang disambut gembira oleh jemaah.
Berbagai kegiatan pendukung ini membuktikan bahwa Kajian Ahad Pahing di Masjid KH. Ahmad Dahlan bukan sekadar majelis ilmu agama biasa. Forum ini telah bertransformasi menjadi ruang silaturahmi, pusat pelayanan sosial, media pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta wahana menebar kebaikan.
Sinergi antara kajian ilmu, Safari Santri, peluncuran Biro Jodoh Samara, hingga aksi sosial membungkus agenda Ahad Pahing menjadi satu kesatuan dakwah yang utuh. Semangat ini memancarkan wajah Islam yang teduh, peduli, dan merekatkan persaudaraan. Harapannya, kegiatan bermakna ini terus berlangsung secara konsisten dan mendatangkan limpahan keberkahan bagi seluruh masyarakat.













