Menu

Mode Gelap
Gebyar UMKM Sidoarjo Kian Meriah: Helios Band Ajak Ratusan Pengunjung Bernyanyi Sambil Dukung Produk Lokal Jejak Spiritual Kiai Said di Tebuireng: Mencari Kedamaian di Tengah Dinamika Muktamar NU Nadi Kehidupan yang Diuji Kemarau: Konservasi Air di Waduk Wonorejo Tulungagung Karnaval SD Negeri Godog: Ajang Edukasi Keberagaman Budaya Nusantara Momen Haru Perdana, Santri PPI AMF Malang Bertemu Keluarga Setelah Pisah Lebih Sebulan Semarak Gebyar UMKM 2026 Sidoarjo: Lomba Senam Meriahkan Peringatan Kemerdekaan dan Promosi Produk Lokal

Pendidikan

Dari Ponorogo ke Kancah Dunia, Darut Taqwa Kirim Kontingen Pramuka ke Jambore Internasional

badge-check


					Dari Ponorogo ke Kancah Dunia, Darut Taqwa Kirim Kontingen Pramuka ke Jambore Internasional Perbesar

KlikmojokEDU – Minggu pagi, 7 September 2025, halaman Pondok Pesantren Darut Taqwa mendadak lebih semarak dari biasanya. Bukan karena ada acara pernikahan massal atau lomba makan kerupuk, tapi karena ada momen penting: pelepasan kontingen pramuka Darut Taqwa menuju ajang internasional World Muslim Scout Jamboree 2025 di Cibubur, Jakarta.

Bupati Ponorogo, H. Sugiri Sancoko, hadir langsung melepas rombongan. Tak ketinggalan, KH. Samsudin, Lc, sang pimpinan pondok, juga memberi wejangan. Pesannya sederhana tapi mantap: jaga nama baik pondok, jangan tinggal sholat, dan perbanyak dzikir. Bahasa halusnya: boleh seru-seruan di jambore, tapi tetap ingat identitas sebagai santri.

Pramuka Darut Taqwa Ponorogo

Total ada 36 peserta plus 9 pendamping yang sudah dipoles jauh-jauh hari. Latihan fisik, persiapan mental, sampai hafalan yel-yel sudah digarap serius. Jangan salah, urusan yel-yel ini bukan sekadar teriak-teriak, tapi kadang jadi penentu gengsi kelompok saat jambore.

KH. Samsudin menegaskan kalau pramuka di Darut Taqwa bukan cuma ekstrakurikuler pelengkap kurikulum. Lebih dari itu, ia adalah sarana membentuk karakter santri. Apalagi Darut Taqwa sekarang sudah punya santri dari mancanegara, termasuk Malaysia. Jadi ikut jambore ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga semacam “showcase” kualitas santri Ponorogo di panggung dunia.

Jambore internasional ini bakal berlangsung 9–14 Desember 2025 dan diikuti ribuan pramuka dari berbagai negara muslim. Bayangkan, santri yang sehari-hari biasa berkegiatan di Ponorogo, sebentar lagi bakal berinteraksi dengan teman sebaya dari berbagai belahan dunia.

Partisipasi Darut Taqwa jelas menunjukkan bahwa pondok pesantren kini tak melulu identik dengan kajian kitab kuning atau hafalan. Ada juga ruang bagi santri untuk mengasah kepemimpinan, disiplin, sampai wawasan global.

Semoga saja, sepulang dari jambore nanti, santri-santri Darut Taqwa nggak cuma bawa oleh-oleh kaos panitia atau pin pramuka, tapi juga pengalaman berharga yang bikin mereka makin siap menghadapi dunia. Karena, jujur saja, menghadapi hidup sering kali lebih rumit ketimbang pasang tenda di jambore.

Pengirim: Komari, Editor: KlikmojokEDU

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jejak Spiritual Kiai Said di Tebuireng: Mencari Kedamaian di Tengah Dinamika Muktamar NU

29 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Nadi Kehidupan yang Diuji Kemarau: Konservasi Air di Waduk Wonorejo Tulungagung

29 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Karnaval SD Negeri Godog: Ajang Edukasi Keberagaman Budaya Nusantara

29 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Momen Haru Perdana, Santri PPI AMF Malang Bertemu Keluarga Setelah Pisah Lebih Sebulan

29 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Jombang Menanti Gema Muktamar NU ke-35: Titipan Amanah Kebangsaan dari Ikatan Pesantren Indonesia

29 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Trending di Pendidikan