KlikMojok – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sidoarjo untuk memperluas jangkauan pelayanannya kepada masyarakat. Usulan signifikan yang diajukan Mimik adalah agar gerai KDMP dapat beroperasi secara penuh selama 24 jam setiap hari, dengan penerapan sistem kerja bergiliran bagi para karyawannya. Gagasan ini disampaikan oleh Mimik ketika ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk meninjau persiapan operasional KDMP di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, pada hari Selasa (13/10). Koperasi di lokasi tersebut kini sedang dalam tahap finalisasi persiapan operasional dan direncanakan akan segera diresmikan, bahkan dengan kemungkinan dihadiri oleh seorang menteri.
Perempuan yang kerap disapa Mak Mimik tersebut mengungkapkan bahwa progres persiapan KDMP Tambakrejo telah mencapai sekitar 50 persen. Saat ini, pihak pengelola masih fokus melengkapi persediaan stok barang-barang kebutuhan pokok esensial sebelum gerai tersebut resmi dibuka untuk melayani masyarakat luas. Mimik menekankan pentingnya kontinuitas pelayanan dengan menyatakan, “Kalau bisa, setelah dibuka tidak boleh tutup. Ke depannya juga bisa buka 24 jam. Nanti pegawainya bergiliran agar masyarakat yang membutuhkan kebutuhan pokok bisa terpenuhi.”
Guna mendukung kelancaran operasional koperasi, Wakil Bupati Mimik Idayana berencana melakukan koordinasi aktif dengan Agrinas (Agro Industri Nasional). Langkah ini bertujuan untuk memastikan penambahan pasokan barang-barang kebutuhan pokok secara berkelanjutan. Selain itu, Mimik juga menggarisbawahi urgensi pendataan anggota secara komprehensif sebagai fondasi penting dalam memperkuat manajemen dan pengembangan usaha koperasi ke depannya.
Secara keseluruhan di wilayah Kabupaten Sidoarjo, program pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Data terkini menunjukkan bahwa sebanyak 207 unit koperasi telah berhasil dibangun. Dari jumlah tersebut, 152 koperasi telah melalui tahapan verifikasi dan validasi (verval), dan lebih dari 50 koperasi di antaranya sudah aktif beroperasi melayani kebutuhan anggotanya.
Mimik Idayana berharap bahwa peresmian KDMP ini akan menjadi sebuah momentum krusial untuk semakin memperkuat eksistensi dan peran koperasi di tingkat daerah. Ia juga mengungkapkan adanya rencana besar untuk meresmikan seluruh koperasi di seluruh Indonesia, yang diharapkan dapat diselenggarakan di GOR Sidoarjo. “Insyaallah, mudah-mudahan kalau tidak ada perubahan, peresmian seluruh koperasi yang ada di Indonesia nanti di GOR Sidoarjo. Ini bisa membawa nama baik Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya penuh harap.
Di sisi lain, Manajer KDMP Tambakrejo, Pratiwi, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mempercepat seluruh persiapan operasional. Hal ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pupuk Indonesia, para pemasok LPG, sejumlah prinsipal, dan Agrinas. Kolaborasi ini esensial tidak hanya untuk mendukung penataan gerai agar lebih optimal, tetapi juga untuk memastikan pemenuhan kebutuhan stok barang dagangan yang memadai.
Pratiwi menargetkan bahwa proses pengisian barang dagangan akan selesai sebelum tanggal 15 Oktober. Meskipun demikian, pihak pengelola berupaya keras untuk dapat memulai operasional gerai lebih awal dari tanggal yang direncanakan tersebut, asalkan semua persiapan telah memungkinkan. “Untuk saat ini tinggal mengisi barang-barang. Kemungkinan sebelum tanggal 15 sudah penuh dengan barang yang akan dipajang. Operasional kemungkinan tanggal 15, tetapi sebisa mungkin sebelum itu kami coba buka terlebih dahulu,” terang Pratiwi.
Untuk menunjang operasionalnya, KDMP Tambakrejo telah menyiapkan enam orang karyawan yang akan bertanggung jawab menangani berbagai kebutuhan, mulai dari pelayanan pelanggan hingga tugas kasir. Namun, saat ini pelayanan kepada masyarakat belum dapat berjalan secara optimal karena proses pengisian stok barang masih terus berlangsung.
Mengenai usulan Wakil Bupati Mimik terkait operasional 24 jam, Pratiwi menyampaikan bahwa gagasan tersebut dianggap sebagai pertimbangan positif yang sangat berharga untuk pengembangan koperasi di masa mendatang. Meskipun demikian, pihak pengelola masih akan melakukan diskusi internal bersama jajaran pengurus dan pengawas, serta menyesuaikan jam kerja yang diusulkan dengan ketentuan yang berlaku dari pemerintah pusat. “Usulan 24 jam itu menjadi catatan yang baik untuk pengembangan koperasi. Namun, saat ini kami masih menyesuaikan terlebih dahulu dengan ketentuan jam kerja dari pusat,” katanya.
Pratiwi menambahkan informasi bahwa KDMP Tambakrejo saat ini telah memiliki sekitar 30 anggota. Selain fokus pada penyediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat, koperasi ini juga berperan dalam menyiapkan penyaluran pupuk bersubsidi bagi kelompok tani (poktan) di wilayahnya. Stok pupuk yang tersedia saat ini merupakan sisa dari alokasi yang belum diambil oleh kelompok tani. Untuk penambahan pasokan pupuk pada awal tahun depan, akan disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan yang telah dikoordinasikan secara matang bersama Kementerian Pertanian.
Dalam upaya memenuhi seluruh kebutuhan barang dagangan, pengelola KDMP Tambakrejo terus berkoordinasi erat dengan Agrinas dan berbagai prinsipal. Apabila ada barang yang kosong atau menipis, pihak koperasi akan segera menyampaikan kebutuhan tersebut agar pasokan dapat segera dipenuhi. Lebih lanjut, pengelola juga berkomitmen untuk berupaya menawarkan harga kebutuhan pokok yang lebih kompetitif, yakni lebih rendah dibandingkan harga pasar pada umumnya. Meskipun demikian, besaran selisih harga tersebut belum dapat dipastikan secara detail mengingat koperasi masih dalam tahap persiapan. “Untuk gambaran harga, nanti setelah launching bisa kami paparkan kembali. Saat ini kami masih dalam tahap persiapan dan belum memiliki daftar harga yang bisa disampaikan secara lengkap,” tutup Pratiwi.












