KlikMojok – BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo aktif memperkuat kemitraan dengan media massa dalam upaya menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Hal ini terwujud dalam sebuah kegiatan Media Gathering bertajuk “Sinergi Media untuk JKN Berkelanjutan dan Masyarakat Sehat” yang diselenggarakan pada Selasa (22/9) oleh BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, menyampaikan bahwa peran media jauh melampaui sekadar penyampaian informasi. Menurutnya, media merupakan mitra strategis yang esensial dalam membangun pemahaman mendalam dan kepercayaan publik terhadap Program JKN. “Media bukan sekadar penyampai berita, melainkan jembatan informasi dan agen perubahan sosial,” tegas Munaqib mengenai pentingnya kolaborasi ini.
Peran krusial media tersebut semakin terasa di tengah derasnya arus informasi yang berkembang pesat saat ini. Munaqib berharap media dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang sahih mengenai Program JKN, sekaligus efektif menangkal informasi yang simpang siur, disinformasi, maupun berita hoaks yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman luas di masyarakat. “Media memiliki kekuatan besar untuk membentuk opini publik, meluruskan disinformasi atau berita hoaks, serta mengedukasi masyarakat secara objektif dan berimbang,” ujarnya, menekankan tanggung jawab media.
Salah satu informasi mengenai layanan JKN yang masih sering menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat adalah anggapan bahwa BPJS Kesehatan menetapkan batasan lama hari rawat inap bagi peserta JKN. Munaqib dengan tegas mengklarifikasi bahwa durasi perawatan pasien sepenuhnya menjadi kewenangan dokter yang menangani pasien, berdasarkan kondisi medis yang dialaminya, bukan ditentukan oleh BPJS Kesehatan. “BPJS Kesehatan tidak pernah menetapkan batasan hari untuk rawat inap. Lama atau tidaknya perawatan sepenuhnya menjadi kewenangan dokter penanggung jawab pasien setelah melakukan anamnesa,” jelasnya.
Selain isu informasi layanan, Munaqib juga menyoroti tantangan besar dalam pembiayaan kesehatan yang tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan Program JKN, tetapi juga dengan peningkatan signifikan kasus penyakit tidak menular (PTM). Hipertensi dan diabetes melitus menjadi fokus perhatian utama karena kedua penyakit ini banyak ditemukan pada kelompok usia produktif yang memiliki mobilitas tinggi dan tingkat stres yang besar. “Tantangan terbesar finansial dan beban pembiayaan kesehatan saat ini justru bersumber dari meningkatnya kasus penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus,” ungkapnya, menggarisbawahi urgensi masalah ini.
Sejalan dengan perhatian terhadap PTM, Media Gathering ini turut diisi dengan sesi edukasi kesehatan bertema “Mengenal dan Mencegah Penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi” yang disampaikan oleh dr. Nurul Hidayati. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk lebih proaktif memperhatikan kondisi kesehatan melalui deteksi dini, mengingat hipertensi dan diabetes melitus seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal namun berisiko tinggi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani. “Jangan menunggu sampai muncul gejala. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin adalah kunci utama untuk mencegah komplikasi hipertensi dan diabetes melitus,” ujar dr. Nurul Hidayati.
Bagi masyarakat yang telah terdiagnosis penyakit kronis, dr. Nurul Hidayati juga mengingatkan tentang pentingnya memanfaatkan layanan pengelolaan penyakit kronis yang telah disediakan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Program Rujuk Balik (PRB). Pemanfaatan kedua program ini diharapkan dapat membantu peserta menjaga kondisi kesehatan secara berkelanjutan dan terkontrol. “Bagi yang sudah terdiagnosis, manfaatkan Prolanis dan PRB agar kondisi kesehatan tetap terkontrol tanpa perlu bolak-balik ke rumah sakit,” tambahnya.
Munaqib berharap kegiatan Media Gathering ini dapat menjadi bagian penting dari upaya memperkuat hubungan yang harmonis antara BPJS Kesehatan dan insan media. Kemitraan ini diharapkan tidak hanya fokus pada penyebarluasan informasi mengenai Program JKN, tetapi juga secara aktif mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan diri dan menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian. “Kami berharap kemitraan ini terus terjalin erat, bukan hanya untuk mengawal JKN, tetapi juga mendorong masyarakat Sidoarjo semakin peduli pada pola hidup sehat,” pungkas Munaqib.
Ketua PWI Kabupaten Sidoarjo, Mustain, turut menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang selama ini diberikan BPJS Kesehatan kepada media mainstream di Sidoarjo. Menurutnya, sinergi antara media dan BPJS Kesehatan menjadi sangat penting untuk mendukung penyampaian informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial yang seringkali kurang terverifikasi. “Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan kepercayaan kepada kami media mainstream Sidoarjo di tengah gempuran media sosial. Kami akan menjaga sinergi yang baik dalam menjaga keberlangsungan Program JKN,” ujar Mustain, menegaskan komitmen media.












