KlikMojok – Sebanyak 315 pohon bonsai yang memukau dipamerkan dalam Pameran dan Kontes Bonsai Lokal yang mengusung tema “Pesona Bonsai Bumi Mageti”. Acara prestisius ini berlangsung di Plaza Ndoyo, Kabupaten Magetan, sebagai bagian integral dari perayaan Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi para penggemar bonsai untuk memamerkan karya seni mereka, tetapi juga bertujuan untuk memperkenalkan potensi ekonomi yang signifikan dari tanaman hias unik tersebut kepada khalayak luas.
Pameran ini, yang digagas oleh Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Magetan, memperoleh dukungan penuh dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan. Antusiasme peserta terlihat jelas, tidak hanya dari wilayah Madiun Raya, melainkan juga dari berbagai daerah lain di luar Jawa Timur, menunjukkan daya tarik event ini yang meluas.
Ketua Penyelenggara, Supardi, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi para pencinta bonsai agar dapat menampilkan hasil karya terbaik mereka. Selain itu, pameran ini juga bertujuan untuk memperluas pengenalan tanaman seni ini kepada masyarakat Magetan secara lebih mendalam.
“Atas dukungan Dinas TPHP dan Disbudpar Magetan, Pameran dan Kontes Bonsai Lokal ini hadir untuk masyarakat Magetan,” ungkap Supardi, menegaskan peran serta pemerintah daerah dalam menyukseskan acara tersebut.
Lebih lanjut, Supardi menyoroti tingginya antusiasme peserta dalam pameran kali ini. Hal tersebut tercermin dari partisipasi para pembonsai yang tidak hanya berasal dari Madiun Raya, tetapi juga dari daerah yang lebih jauh seperti Jember, Jawa Timur, dan bahkan Depok, Jawa Barat.
“Tidak hanya di Madiun Raya, ada dari Jember dan Depok yang berpartisipasi. Kami juga menggelar sarasehan untuk saling berbagi pengalaman sesama pembonsai,” jelasnya, menyoroti aspek komunitas dan edukasi dalam acara tersebut.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah ini secara otomatis menciptakan ruang pertemuan yang berharga bagi komunitas bonsai untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan. Selain ajang pameran karya, kegiatan ini juga diperkaya dengan sesi sarasehan yang menjadi kesempatan emas bagi para pembonsai untuk berbagi pengalaman berharga mengenai pengembangan dan perawatan tanaman bonsai.
Bagi masyarakat umum, pameran ini menawarkan kesempatan unik untuk mengenal bonsai tidak hanya sebatas sebagai tanaman hias biasa. Proses pembentukannya, seperti yang dijelaskan, membutuhkan ketekunan luar biasa, keterampilan khusus, dan perawatan jangka panjang yang intensif hingga akhirnya menghasilkan bentuk yang memiliki nilai estetika tinggi.
Supardi berharap agar acara Pesona Bonsai Bumi Mageti dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan. Ia juga menaruh harapan besar agar jumlah peminat bonsai terus meningkat, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran semata, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat Magetan bahwa Bonsai memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sehingga berpotensi sebagai salah satu sumber penggerak ekonomi daerah jika dikembangkan sebaik mungkin,” kata Supardi, menekankan potensi finansial yang terkandung dalam seni bonsai.
Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Magetan, Muhtar Wahid, menjelaskan bahwa bonsai adalah tanaman yang memiliki nilai keindahan, seni, dan ekonomi yang tinggi. Namun, nilai-nilai tersebut tidak dapat diperoleh secara instan, karena proses pembentukannya menuntut kesabaran dan ketelatenan yang luar biasa.
Menurut Muhtar, pemeliharaan bonsai memerlukan perhatian secara berkelanjutan dan konsisten. Untuk mencapai bentuk yang diharapkan dan ideal, proses perawatan bahkan dapat berlangsung selama puluhan tahun, menunjukkan dedikasi yang diperlukan para pembonsai.
Bonsai yang telah terbentuk dengan baik dan memiliki karakteristik unik berpotensi memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Harganya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, bahkan dalam kasus-kasus tertentu dapat menembus angka miliaran rupiah, bergantung pada kualitas tanaman dan nilai seni yang melekat padanya.
Pemerintah Kabupaten Magetan, imbuh Muhtar, secara aktif mendorong penyelenggaraan pameran semacam ini agar bonsai semakin dikenal luas dan diminati oleh masyarakat. Selain menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai peluang ekonomi yang menjanjikan dari pengembangan bonsai.
Potensi ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha yang menarik bagi masyarakat yang memiliki keterampilan dan ketekunan dalam membudidayakan serta membentuk bonsai. Meskipun demikian, pengembangannya memerlukan proses panjang, pengetahuan mendalam tentang perawatan tanaman, serta kemampuan untuk menghasilkan bonsai dengan karakter dan nilai seni yang diminati pasar.
Panitia penyelenggara juga sangat berharap agar pemerintah daerah dapat menjadikan pameran dan kontes bonsai ini sebagai agenda resmi tahunan dalam rangkaian Hari Jadi Magetan. Dukungan pembiayaan yang memadai dinilai sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, termasuk upaya mendorong pelaksanaan kontes bonsai berskala nasional di masa depan.
Pameran Pesona Bonsai Bumi Mageti terbuka untuk kunjungan masyarakat secara gratis di Plaza Ndoyo hingga Senin, 19 Oktober 2026, pukul 23.00 WIB. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap bonsai semakin dikenal luas dan memperoleh ruang pengembangan yang lebih besar, baik sebagai karya seni yang dihargai maupun sebagai peluang usaha yang prospektif bagi masyarakat Magetan.












