KlikMojok – Hasil PISA terbaru telah mengguncang dunia pendidikan, membawa peringatan krusial bagi Indonesia: fondasi pendidikan nasional wajib dikokohkan, terutama dalam aspek literasi dan numerasi sejak dini. Mengapa ini begitu mendesak? Karena tanpa penguatan di dua area vital ini, kesenjangan kemampuan antar siswa berpotensi melebar semakin jauh, mengancam masa depan generasi penerus.
Kabar ini bukan sekadar angka, melainkan panggilan serius untuk reformasi. Irsyad Zamjani, Ph.D, Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Kemendikdasmen, melalui artikel opini di The Jakarta Post, secara tegas mengajak seluruh pihak untuk segera menguatkan literasi dan numerasi. Menurutnya, “Pentingnya membangun fondasi belajar yang kuat untuk menentukan seberapa jauh anak berkembang di jenjang pendidikan berikutnya.”
Kebijakan global saat ini secara gamblang menyoroti perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia sebagai fondasi utama. Hasil PISA terbaru secara eksplisit menuntut peningkatan literasi dan numerasi secara terus-menerus. Ini bukan pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan anak-anak memiliki pijakan yang kokoh sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Lalu, apa yang bisa dipelajari Indonesia dari negara lain untuk menjawab tantangan hasil PISA ini? Indonesia perlu menengok reformasi pendidikan yang berhasil dilakukan Inggris dan Australia. Kedua negara ini telah menunjukkan bagaimana strategi proaktif dapat menghasilkan lonjakan prestasi yang signifikan.
Inggris, misalnya, berhasil mencatat lonjakan prestasi global berkat penerapan metode membaca awal yang sangat sistematis dan konsisten. Kebijakan sekolah di Inggris mewajibkan pengenalan bunyi huruf sebelum anak-anak mulai merangkai kata. Langkah ini terbukti krusial dalam membantu anak-anak untuk dapat membaca dengan lancar sejak usia dini.
Tidak ketinggalan, Australia juga mengambil langkah serupa. Mengikuti jejak kebijakan pendidikan di Inggris, Australia menerapkan asesmen diagnostik di kelas awal. Tujuannya jelas: untuk memetakan kemampuan dasar siswa secara akurat. Pendekatan proaktif yang dilakukan Australia ini terbukti sangat efektif dalam mencegah tertinggalnya siswa sejak tahun pertama sekolah, dan dampaknya terlihat nyata serta efektif di kelas.
Pendidikan di Indonesia memang menghadapi tantangan nyata yang kompleks. Meskipun Indonesia telah berhasil memperluas akses sekolah bagi jutaan anak usia remaja, yang merupakan capaian pendidikan luar biasa, namun kualitas fondasi belajar, khususnya literasi dan numerasi, masih menjadi pekerjaan rumah besar. Peringatan PISA ini adalah momentum untuk bergerak cepat, belajar dari yang terbaik, dan memastikan setiap anak Indonesia memiliki fondasi pendidikan yang kokoh untuk masa depan yang lebih cerah.












