KlikMojok – Inovasi dan semangat warga Banyuwangi untuk memajukan ekonomi lokal terus menunjukkan perkembangan yang pesat. Salah satu buktinya adalah inisiatif masyarakat Kecamatan Purwoharjo yang berhasil mengubah ruas jalanan menjadi acara Car Free Day (CFD) yang semarak, melibatkan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Acara ini tidak hanya menjadi magnet bagi ribuan warga, tetapi juga menjadi pendorong signifikan bagi perekonomian setempat.
Lebih dari sekadar area untuk berolahraga, Car Free Day yang membentang sepanjang empat kilometer, menghubungkan Desa Karetan dan Desa Glagahagung, telah bertransformasi menjadi pusat kuliner yang sangat diminati. Pasar kuliner ini selalu ramai dipadati oleh masyarakat yang ingin menikmati beragam hidangan.
Setiap gelaran, ribuan penduduk membanjiri area CFD untuk merasakan suasana pagi yang segar, berpartisipasi dalam aktivitas olahraga, sekaligus mencari berbagai macam jajanan dan produk yang ditawarkan oleh UMKM lokal. Tercatat, sekitar 500 pelaku UMKM aktif berpartisipasi dalam meramaikan Car Free Day ini, menyajikan pilihan kuliner yang bervariasi, dari hidangan tradisional khas daerah hingga jajanan modern yang tengah digandrungi.
Daya tarik CFD semakin bertambah berkat pemandangan alam yang menawan, dihiasi pepohonan rindang nan asri yang berjajar di sepanjang jalur. Lokasi yang berada di dalam lingkungan Perhutani ini menawarkan pengalaman unik dan berbeda, sangat cocok bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu akhir pekan dengan nyaman dan menyegarkan.
Kemeriahan Car Free Day ini bahkan turut dirasakan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang memilih untuk bersepeda di lokasi tersebut pada hari Minggu, 27 September 2026.
Mengungkapkan kesan positifnya, Bupati Ipuk menyatakan, “Saya senang bisa CFD-an di Karetan yang lagi viral ini. Saya rasa ini CFD teramai dan juga rapi penataannya. Terlebih lagi tempatnya di alam, di kawasan Perhutani sehingga sangat nyaman.”
Menurut pandangan Bupati Ipuk, penyelenggaraan CFD ini merupakan sebuah ruang positif yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain berfungsi sebagai sarana untuk mendorong penerapan pola hidup sehat melalui aktivitas olahraga, kegiatan ini juga menjadi kesempatan emas untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus menciptakan dan membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku UMKM.
Bupati Ipuk juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan dukungan penuh terhadap segala bentuk kreativitas masyarakat yang bertujuan menghadirkan kegiatan-kegiatan yang berpotensi menggerakkan roda ekonomi lokal. Apresiasi khusus diberikan karena CFD Purwoharjo dinilai berhasil memadukan tiga elemen penting, yaitu aktivitas olahraga, destinasi wisata, dan pusat kuliner, semuanya dalam satu lokasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga menyampaikan pesan pentingnya, “Saya juga titip untuk pengunjung, pedagang, dan Pak Camat supaya sampahnya dikelola dengan baik, agar semua merasa nyaman dan alam kita terus terjaga.”
Masih dalam rangkaian acara yang sama, Bupati Ipuk turut meresmikan keberadaan Pasar Jati Agung yang lokasinya strategis berada di dalam kawasan CFD. Diharapkan, dengan adanya pasar ini, para pelaku UMKM akan mendapatkan ruang yang lebih luas dan kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan serta memajukan usaha mereka.
Camat Purwoharjo, Sudarto Setyo Ngabdinegoro, menjelaskan bahwa Car Free Day Purwoharjo telah rutin diselenggarakan sejak tanggal 2 Agustus 2026. Kegiatan ini berlangsung setiap Minggu pagi, di mana jalur sepanjang empat kilometer ditutup sementara untuk kendaraan bermotor mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Sepanjang durasi waktu tersebut, jalur CFD secara eksklusif diperuntukkan bagi para pejalan kaki, pesepeda, serta seluruh masyarakat yang ingin menikmati beragam aktivitas rekreasi dan menjajal berbagai pilihan kuliner yang tersedia.
Sudarto mengungkapkan rasa syukurnya atas respons luar biasa dari masyarakat terhadap kegiatan yang baru berjalan kurang dari dua bulan ini. Ia menambahkan bahwa pengunjung yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Banyuwangi saja, melainkan juga dari berbagai daerah di luar Banyuwangi.
“Alhamdulillah selalu ramai, bahkan pengunjung juga datang dari luar daerah seperti Bali, Kediri dan Probolinggo. Sedangkan dari UMKM-nya ada 500-an pedagang,” terang Sudarto lebih lanjut.
“Untuk pasar bukanya sama seperti CFD, tiap minggu,” sambung Sudarto, memberikan informasi tambahan mengenai jadwal operasional pasar.
Salah satu pedagang lontong sayur, Ibu Khotimah, menyampaikan kegembiraannya bisa ikut berjualan di Car Free Day Purwoharjo. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah memiliki usaha berjualan makanan. Oleh karena itu, kehadiran CFD ini menjadi kesempatan berharga baginya untuk memulai bisnis dan sekaligus meningkatkan penghasilan keluarga.
“Adanya CFD ini saya bisa berjualan. Alhamdulillah pembeli juga banyak, ini sudah ludes. Semoga ke depan terus ramai,” harap Khotimah, menunjukkan optimisme terhadap keberlanjutan acara ini.












