KlikMojok – Kabar pembatalan penampilan band Juicy Luicy yang seharusnya digelar di Batam telah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Band ternama tersebut diketahui tidak jadi berangkat ke Batam untuk tampil dalam sebuah acara yang sebelumnya telah dijadwalkan, memicu pertanyaan besar dari para penggemar dan publik.
Faktor utama yang mencuat dalam polemik ini adalah masalah kelebihan bagasi atau over baggage. Baik pihak penyelenggara maupun Juicy Luicy kemudian merilis kronologi masing-masing, menjelaskan secara detail alasan di balik gagalnya keberangkatan menuju Batam.
Kedua belah pihak, yaitu penyelenggara acara dan manajemen Juicy Luicy, menyajikan penjelasan dengan versi yang berbeda mengenai serangkaian persiapan keberangkatan hingga keputusan akhir Juicy Luicy untuk tidak melanjutkan perjalanan.
Menurut keterangan dari pihak penyelenggara, XYZ Liveground 2026, masalah krusial mulai muncul saat proses keberangkatan menuju Batam sedang berlangsung. Pada momen tersebut, tim Juicy Luicy membutuhkan tambahan terkait kelebihan bagasi yang memerlukan pembayaran langsung di bandara.
Penyelenggara menegaskan bahwa sejumlah kebutuhan mendasar untuk para performer telah dipersiapkan sesuai dengan kesepakatan awal. Persiapan tersebut mencakup pelunasan fee penampilan, tiket penerbangan pulang-pergi, akomodasi hotel, kebutuhan perjalanan dan hospitality, serta seluruh kebutuhan teknis yang berkaitan dengan jalannya acara.
“Menjelang pelaksanaan XYZ, penyelenggara telah mempersiapkan kebutuhan performer berdasarkan kesepakatan yang telah dikomunikasikan, antara lain: pembayaran fee yang telah dilakukan full, tiket penerbangan pulang-pergi, akomodasi hotel, kebutuhan perjalanan dan hospitality, dan kebutuhan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan acara. Seluruh proses tersebut memiliki dokumen pendukung yang kami simpan,” demikian pernyataan yang diunggah melalui akun @xyzliveground pada Sabtu (5/9/2026).
Pihak penyelenggara juga menjelaskan bahwa saat masalah kelebihan bagasi muncul, mereka berupaya keras mencari solusi agar perjalanan dapat tetap terlaksana. Salah satu tawaran yang diajukan adalah pembayaran biaya kelebihan bagasi terlebih dahulu oleh pihak band, dengan janji akan diproses melalui mekanisme reimbursement pada pagi hari berikutnya, sehingga rombongan dapat melanjutkan perjalanan.
“Tujuan kami saat itu bukan memperdebatkan biaya, tetapi memastikan performer tetap berangkat dan acara dapat berjalan sesuai rencana,” lanjut pernyataan dari penyelenggara tersebut.
Namun, menurut versi penyelenggara, setelah melalui serangkaian komunikasi, perjalanan rombongan Juicy Luicy akhirnya tidak dilanjutkan. Kondisi ini berujung pada ketidakhadiran Juicy Luicy dalam acara yang telah dinanti-nantikan di Batam.
Di sisi lain, Juicy Luicy memberikan klarifikasi mereka setelah persoalan ini menjadi viral di media sosial. Pihak band menyampaikan kronologi dari sudut pandang mereka, menyoroti adanya beberapa kewajiban dari penyelenggara yang belum tuntas diselesaikan menjelang waktu keberangkatan.
“Proses yang sungguh melelahkan, setiap hari kami menagih pelunasan dan kepastian sejak H-7 acara, yang di mana seharusnya sudah diselesaikan,” jelas pihak Juicy Luicy, mengungkapkan rasa frustrasi mereka.
Menurut keterangan dari Juicy Luicy, pelunasan biaya tampil baru diterima sekitar 18 jam sebelum jadwal keberangkatan. Namun, pihak band menyatakan bahwa pembayaran tersebut belum disertai dengan seluruh kelengkapan perjalanan yang telah disepakati sebelumnya.
Tiket keberangkatan kemudian baru dikirimkan oleh penyelenggara pada pukul 22.26 WIB. Juicy Luicy menambahkan bahwa pada saat itu, masih ada sejumlah kebutuhan penting yang belum mereka terima, termasuk bukti penginapan untuk dua malam, tiket kepulangan, serta biaya pre-paid bagasi tambahan yang krusial.
Persoalan bagasi menjadi poin penting dalam kronologi versi Juicy Luicy. Pihak band menjelaskan bahwa kebutuhan bagasi tambahan menjadi sangat besar karena adanya perubahan maskapai penerbangan. Maskapai yang akhirnya digunakan, menurut mereka, hanya memiliki jatah bagasi sebesar 15 kilogram per orang, sehingga memerlukan alokasi bagasi tambahan dalam jumlah yang signifikan.
Juicy Luicy menyebutkan, berdasarkan pengecekan yang mereka lakukan, estimasi biaya pre-paid bagasi mencapai sekitar Rp44 juta. Menjelang tengah malam, penyelenggara disebut menawarkan pembayaran awal sebesar Rp26 juta agar rombongan dapat tetap berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sisa pembayaran, menurut janji penyelenggara, akan dilunasi ketika rombongan tiba di bandara.
Namun, klaim Juicy Luicy, pembayaran awal yang dijanjikan tersebut belum diterima saat mereka tiba di bandara. Sementara itu, batas waktu untuk memasukkan bagasi semakin mendesak, menambah tekanan pada situasi tersebut.
Pihak band kemudian melakukan pengecekan langsung di konter maskapai untuk memastikan detail biaya.
Karena pembelian bagasi terpaksa dilakukan langsung di bandara tanpa pre-paid, biaya yang harus dibayarkan melonjak drastis hingga sekitar Rp64 juta.
“Bagaimana mungkin kami percaya bahwa penyelenggara akan membayarkan angka yang sangat besar tersebut setelah kami dibohongi berkali-kali? Karena itu kami memutuskan untuk tidak pergi ke Batam di hari Sabtu itu,” tegas pihak Juicy Luicy, menjelaskan alasan di balik keputusan mereka untuk membatalkan keberangkatan ke Batam.












