KlikMojok – Di balik rimbunnya pohon pinus yang menjulang, tersembunyi sebuah perkampungan kecil bernama Seling, bagian dari Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Akses menuju lokasi ini tak mudah; jalanan menanjak dan licin menjadi tantangan sehari-hari bagi sekitar delapan kepala keluarga (KK) yang menjadikannya rumah. Namun, kini, secercah terang telah hadir, bukan hanya dalam arti harfiah, melainkan juga simbol harapan baru bagi pemerataan pembangunan dan pendidikan melalui kolaborasi apik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan AirNav Indonesia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) AirNav Indonesia, yang berkomitmen untuk tidak hanya menjaga keselamatan udara Indonesia melalui navigasi penerbangan, tetapi juga bergotong royong dengan pemerintah untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui program ini, AirNav Indonesia menyerahkan bantuan yang multifungsi: fasilitas turbin untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), sebuah bangunan musala, renovasi ruang kelas, hingga fasilitas sanitasi yang layak. Ini adalah upaya komprehensif untuk mendukung akses energi bersih, pendidikan yang lebih baik, ibadah, dan standar sanitasi yang lebih manusiawi bagi warga Seling.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan bahwa meski hanya dihuni delapan KK, masyarakat Seling tetap mendapatkan perhatian dalam upaya pemerataan pembangunan di Banyuwangi. “Dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat pembangunan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau,” ujarnya. Mujiono turut menyampaikan apresiasinya, “Terima kasih kepada AirNav yang telah memberikan bantuan bagi warga Banyuwangi yang berada di daerah terjauh. Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi dan semangat Gerakan Tandang Bareng yang terus kita gaungkan di Banyuwangi.”
Bantuan yang mengalir ke Kampung Seling ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, ia diharapkan mampu menjadi katalisator bagi peningkatan aktivitas sosial, pendidikan, dan produktivitas masyarakat. “Bantuan dari AirNav akan sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan dan produktivitas warga. Semoga dengan adanya bantuan ini juga bisa meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian warga setempat,” harap Mujiono, melihat potensi besar yang akan terbuka dengan adanya penerangan dan fasilitas dasar yang memadai.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirlanto Suratno, menjelaskan bahwa program TJSL ini adalah wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pemerataan pembangunan, terutama bagi komunitas yang mendiami wilayah pedalaman. “Tidak hanya menjaga keselamatan udara Indonesia melalui navigasi penerbangan, namun melalui program TJSL ini kami ingin mewujudkan gotong royong AirNav bersama pemerintah untuk memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat,” tuturnya, menekankan filosofi di balik kontribusi mereka.
Kini, dampak bantuan tersebut telah terasa nyata. Kepala Desa Jambewangi, Maskur, dengan gembira menyatakan bahwa seluruh bantuan yang diberikan AirNav telah dimanfaatkan sepenuhnya oleh warga Seling. Bagi masyarakat setempat, hadirnya listrik yang menyala 24 jam sehari adalah sebuah revolusi kecil. “Bantuannya sangat bermanfaat. Sekarang pada malam hari warga masih bisa beraktivitas dan anak-anak juga bisa belajar dengan nyaman karena lampu menyala 24 jam,” ungkap Maskur. Lebih dari sekadar penerangan, hadirnya infrastruktur dasar ini membawa pesan kuat. “Hadirnya infrastruktur dasar ini menjadi bukti bahwa jarak tidak menjadi penghalang bagi masyarakat di manapun untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih layak,” pungkasnya, menggambarkan optimisme yang kini menyelimuti Kampung Seling. Cahaya dari turbin mikrohidro bukan hanya menerangi rumah, melainkan juga masa depan pendidikan anak-anak di pelosok hutan pinus Banyuwangi.












