KlikMojok – Taman Senja Aisyiyah di Sidoarjo telah menjadi wadah inspiratif yang menyediakan ruang bagi para lansia untuk tetap aktif bergerak, terus belajar hal baru, berkarya, menjalin silaturahmi, serta menikmati masa senja mereka dengan penuh kebahagiaan. Program ini berfokus pada perawatan lansia secara holistik.
Melalui program Taman Senja Aisyiyah, suasana kehangatan dan kebersamaan senantiasa tercipta bagi warga senior di Sidoarjo. Salah satu kegiatan rutin triwulanan ini sukses diselenggarakan pada Jumat, 11 September 2026, bertempat di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Putri Aisyiyah Sidoarjo.
Kegiatan berharga ini diinisiasi oleh Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) yang merupakan bagian dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sidoarjo. Sebanyak 56 warga senior dari 20 pimpinan ranting Aisyiyah yang tersebar di wilayah Kecamatan Sidoarjo turut serta dalam agenda edukatif dan rekreatif ini.
Para peserta mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB. Setibanya di lokasi kegiatan, mereka disambut dengan manisnya sajian puding yang telah disiapkan.
Puding tersebut merupakan hasil kreasi Istianah, seorang warga senior dari Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Celep. Sajian sederhana ini berfungsi sebagai pembuka yang menyenangkan sebelum rangkaian kegiatan utama dimulai.
Setelah menikmati kudapan, peserta melanjutkan aktivitas dengan senam bersama. Pratiwi, yang mewakili PRA Jati, memimpin gerakan senam dengan penuh semangat dan antusiasme.
Kehadiran murid-murid mungil dari PAUD Celep, yang terletak di lingkungan LKSA Putri Aisyiyah Sidoarjo, turut menambah keceriaan dan semarak suasana.
Perpaduan gerak tubuh para lansia dengan keriangan anak-anak menciptakan momen senam yang meriah dan terasa seperti perjumpaan lintas generasi yang penuh kebahagiaan.
Usai berolahraga, para peserta diberikan kesempatan untuk menikmati sarapan. Namun, sebagian besar lansia mengaku sudah makan dari rumah sebelum berangkat.
Oleh karena itu, mereka memilih untuk membawa pulang makanan yang disediakan. Pilihan ini secara tidak langsung memperlihatkan kebiasaan praktis dan sederhana para peserta dalam mengatur kebutuhan sehari-hari mereka.
Jajaran Pimpinan Harian PCA Sidoarjo juga turut menghadiri kegiatan penting ini. Nunung Nurkhayati dan Hermin Sulistyowati mewakili pimpinan dalam agenda tersebut.
Dalam sambutannya, Nunung Nurkhayati mengajak para lansia untuk senantiasa memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Menurutnya, usia lanjut tidak seharusnya menjadi penghalang atau batasan bagi ruang pengabdian.
“Sekalipun sudah memasuki usia lansia, hendaklah tetap menjadi lansia yang berdaya guna,” pesan Nunung dengan tegas.
Ia kembali menegaskan bahwa kebermanfaatan tersebut tidak hanya mencakup diri sendiri, tetapi juga lingkungan sekitar. Dengan demikian, para lansia dapat terus memiliki peran aktif dan berarti dalam kehidupan sosial.
Senada dengan pesan tersebut, Ketua Daycare Lansia Taman Senja Aisyiyah, Zuhriyah, yang akrab disapa Bu Jujuk, turut menyampaikan pandangannya. Menurutnya, kebutuhan warga senior tidak hanya berhenti pada penghargaan semata.
Lansia, lanjut Bu Jujuk, juga memerlukan ruang yang dapat menghadirkan ketenangan jiwa dan kebahagiaan yang hakiki.
“Yang dibutuhkan para lansia saat ini bukan tepuk tangan, tetapi ketenangan dan kebahagiaan,” ujarnya, menekankan pentingnya dukungan emosional.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perhatian kepada lansia perlu diwujudkan secara nyata. Pendampingan yang tulus, pertemanan yang erat, dan kegiatan bermakna dapat menjaga semangat hidup mereka.
Oleh sebab itu, Taman Senja Aisyiyah tidak hanya sekadar mengumpulkan warga senior. Program ini juga secara aktif membangun ruang perjumpaan yang sehat, hangat, dan inklusif bagi semua pesertanya.
Setelah sesi sambutan, peserta melanjutkan kegiatan dengan mengikuti penyuluhan bertema “Makanan Bergizi Seimbang untuk Lansia”. Materi penting ini disampaikan oleh dr. Dyah Karyasanti, Sekretaris Majelis Kesehatan PCA Sidoarjo.
Dalam pemaparannya, dr. Dyah menjelaskan berbagai perubahan fisiologis yang umumnya terjadi pada masa lanjut usia. Penurunan sejumlah fungsi tubuh menandai fase kehidupan tersebut.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan secara berkelanjutan menjadi sangat krusial bagi lansia. Upaya proaktif ini akan membantu mereka tetap sehat, mandiri, produktif, dan bahagia di masa senja.
Salah satu langkah penting yang ditekankan adalah memilih makanan yang sehat dan beragam. Asupan harian juga perlu memenuhi prinsip gizi seimbang serta aman untuk dikonsumsi.
Tubuh manusia membutuhkan asupan karbohidrat, protein, lemak, mineral, serta vitamin. Setiap zat gizi tersebut memiliki peran vital dalam menjaga daya tahan dan kebugaran tubuh lansia.
Ilustrasi “Isi Piringku Lansia” digunakan untuk memperkuat penjelasan tersebut. Pedoman visual ini membantu peserta memahami komposisi makanan secara lebih mudah dan praktis.
Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, lansia juga perlu memilih makanan yang mudah dicerna oleh sistem pencernaan mereka. Lebih dari itu, menjaga berat badan dalam rentang yang sehat juga sangat dianjurkan.
Pada saat yang bersamaan, para lansia juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak. Kebiasaan diet sehat ini dapat secara signifikan mendukung upaya menjaga kesehatan optimal pada masa lanjut usia.
Kegiatan Taman Senja Aisyiyah tidak berhenti pada olahraga dan penyuluhan kesehatan saja. Para peserta juga berkesempatan mengikuti pelatihan membuat buket sederhana.
Eni dari Divisi Keterampilan memandu kegiatan kreatif ini. Kali ini, peserta diajarkan menggunakan aneka bumbu masak sebagai bahan utama untuk buket mereka.
Buket bumbu dipilih karena bahan-bahannya mudah ditemukan dan relatif terjangkau. Selain itu, isinya memiliki manfaat praktis yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Peserta dapat menggunakan lada bubuk, penyedap masakan, tepung bumbu, dan bahan-bahan dapur lainnya. Dengan demikian, hasil kreasi mereka tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai guna yang tinggi.
Panitia membagi peserta menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri atas empat orang, untuk memfasilitasi proses belajar dan interaksi.
Suasana pelatihan semakin hidup ketika kelompok Latifah menghadirkan kreasi yang berbeda dari contoh buket yang diberikan. Mereka berani berinovasi dan tidak sepenuhnya mengikuti instruksi awal.
Namun, perbedaan tersebut justru memperkaya proses belajar dan kreativitas. Para peserta memperoleh kesempatan berharga untuk menuangkan gagasan dan imajinasi mereka secara bebas.
Dalam kegiatan kreatif, tidak ada satu bentuk yang harus selalu sama. Setiap karya dapat mencerminkan keberanian untuk mencoba hal baru dan kebebasan berekspresi individu.
Melalui aktivitas tersebut, warga senior tidak hanya melatih keterampilan tangan mereka. Mereka juga secara aktif membangun komunikasi, kerja sama tim, dan meningkatkan rasa percaya diri.
Nilam, seorang warga senior dari PRA Jetis, merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini. Ia mengaku sangat bahagia dapat mengikuti seluruh agenda Taman Senja Aisyiyah.
Selain memperoleh pengetahuan baru mengenai kesehatan, Nilam juga mendapatkan keterampilan baru yang berharga. Ia juga merasa senang dapat mempererat tali silaturahmi dengan sesama warga senior lainnya.
Kegiatan ini menghadirkan ruang yang nyaman untuk berbincang, berbagi cerita, dan saling menguatkan satu sama lain. Pertemuan rutin semacam ini membuat para peserta tidak merasa berjalan sendiri dalam menjalani masa tua.
Kebahagiaan mereka semakin bertambah ketika panitia membagikan sayuran segar. Peserta menerima kangkung, bayam, dan tomat untuk mereka bawa pulang ke rumah.
Bahan pangan tersebut dapat mereka olah menjadi hidangan keluarga yang sehat. Pembagian sayuran ini sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya pola hidup sehat dan gizi seimbang.
Rangkaian kegiatan yang komprehensif ini menunjukkan bahwa usia lanjut bukanlah akhir dari produktivitas seseorang. Dengan adanya ruang dan dukungan yang tepat, warga senior tetap dapat bergerak aktif dan terus belajar.
Mereka juga dapat berkarya, bersosialisasi, serta berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Oleh karena itu, pendampingan lansia perlu menggabungkan unsur kesehatan fisik, pengembangan keterampilan, dan kebersamaan sosial.
Taman Senja Aisyiyah berupaya menghadirkan ruang tersebut secara konsisten dan berkelanjutan. Harapannya, para warga senior dapat menjalani masa lanjut usia dengan sehat, mandiri, berdaya guna, dan penuh kebahagiaan.












