Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Mengungkap Rahasia Pendidikan Holistik: SD Mica Belajar Konsep ‘Sekolah Kehidupan’ di Tiongkok

badge-check

Mengungkap Rahasia Pendidikan Holistik: SD Mica Belajar Konsep ‘Sekolah Kehidupan’ di Tiongkok Perbesar

KlikMojok – Guru SD Muhammadiyah 1 Candi Labschool Umsida (SD Mica) Sidoarjo, Pristiandi Teguh Cahya, memperoleh pengalaman berharga dan wawasan baru tentang konsep pendidikan holistik saat mengikuti Training on Management and School Leadership. Acara ini diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen-PNF PP Muhammadiyah di Guangzhou, Tiongkok, pada Selasa (15/9/2026), di mana kunjungan ke Guangzhou Xiehe Middle School secara khusus membuka mata SD Mica tentang sistem pendidikan yang memadukan aspek akademik, karakter, ekologi, dan keterampilan hidup secara terintegrasi.

Sebagai destinasi visitasi perdana, Guangzhou Xiehe Middle School yang dikenal sebagai salah satu sekolah ekologi terbaik di Tiongkok, meninggalkan kesan mendalam bagi Pristiandi Teguh Cahya. Andi, sapaan akrabnya, menggambarkan pengalaman pertamanya dengan satu kata: luar biasa.

“Membangun sekolah ekologi seperti di Guangzhou Xiehe Middle School ini luar biasa. Sekolah dengan luas lahan 7,2 hektar itu bisa menempatkan seluruh kebutuhan ‘hidup’ di sekolah,” ujar Andi dengan nada takjub, mengacu pada fasilitas lengkap yang tersedia.

Di lahan seluas 7,2 hektar tersebut, segala fasilitas pendidikan dan penunjang kehidupan siswa tersedia secara komprehensif. Mulai dari ruang kelas yang modern, gedung teknologi canggih, laboratorium lengkap, perpustakaan yang representatif, hingga area olahraga indoor dan outdoor, semuanya tersebar secara seimbang. Lingkungan sekolah juga dirancang dengan desain alami, di mana pepohonan rindang menyatu harmonis dengan bangunan, menciptakan suasana belajar yang sangat meneduhkan dan nyaman.

Pendekatan pembelajaran di Guangzhou Xiehe Middle School tidak hanya mengandalkan teori dari buku. Para siswa aktif diajak mempraktikkan langsung cara menjaga dan melestarikan alam di lingkungan sekolah mereka sendiri, menumbuhkan kesadaran ekologi yang kuat.

Guangzhou Xiehe Middle School memiliki sejarah panjang, didirikan sejak tahun 1911. Pada awalnya, lembaga ini berfungsi sebagai sekolah khusus untuk mendidik guru perempuan. Seiring waktu, sekolah tersebut berkembang pesat dan kini menampung sekitar 4.000 murid dari berbagai jenjang, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Evolusi dan proses panjang yang dilalui sekolah ini telah berhasil melahirkan sebuah konsep pendidikan yang sangat berorientasi pada masa depan, mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global.

Kunci keberhasilan konsep pendidikan futuristik ini terletak pada enam pilar pembelajaran yang terintegrasi secara holistik. Pilar-pilar tersebut mencakup pengembangan kesehatan jasmani dan rohani, penanaman rasa cinta tanah air, pembentukan apresiasi terhadap kesenian, penguasaan ilmu pengetahuan (sains), penumbuhan kepedulian ekologi, serta pembelajaran yang didasari oleh moral dan kesungguhan hati.

Sistem pembelajaran di Guangzhou Xiehe Middle School dirancang tanpa mata pelajaran yang berdiri sendiri-sendiri; sebaliknya, seluruh proses belajar diintegrasikan dengan tujuan utama pembentukan karakter siswa. Konsep pendidikan menyeluruh ini sangat selaras dan relevan dengan filosofi serta napas pendidikan yang diterapkan di SD Mica.

“Seperti itulah kiprah pendidikan inklusi terintegrasi karakter dan nilai-nilai Islam yang ada di SD Mica. Pendidikan bukan hanya perkara menghafal dan ikut kejuaraan hingga anak dilabeli pandai dan berprestasi,” jelas Moh. Rizqi Hidayat, Kepala SD Mica, menyoroti kesamaan visi antara kedua sekolah.

Ia melanjutkan, bahwa esensi pendidikan adalah “bagaimana melalui pendidikan itu membentuk manusia yang dapat memanusiakan manusia.” Tujuannya agar setiap murid dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan mampu melampaui batas kemampuan versi dirinya sendiri melalui berbagai prestasi.

Menjelang akhir kunjungan, terjadi sebuah momen unik sekaligus mengharukan. Pristiandi Teguh Cahya, sebagai perwakilan SD Mica, menyerahkan suvenir berupa kopiah atau songkok hitam kepada Kepala Dinas Pendidikan Guangzhou. Kopiah ini bukan sekadar cenderamata, melainkan simbol kuat nasionalisme dan identitas khas masyarakat Indonesia.

Pemberian simbolis tersebut berhasil menciptakan suasana pertemuan yang semakin harmonis dan penuh makna. Kopiah hitam itu diinterpretasikan bukan hanya sebagai suvenir biasa, melainkan sebagai pesan mendalam bahwa pendidikan yang hebat sejatinya harus tetap berakar pada budaya dan identitas bangsa sendiri, sambil tetap terbuka untuk terus belajar dan mengadopsi hal-hal baik dari dunia luar.

Diharapkan, semangat dan inspirasi yang didapatkan dari Guangzhou ini dapat dibawa pulang dan diimplementasikan di SD Mica. Dengan demikian, di masa mendatang, murid, pendidik, serta seluruh tenaga kependidikan SD Mica memiliki kesempatan untuk menyaksikan langsung proses pendidikan di Tiongkok, sebuah negara yang dikenal mengedepankan nilai-nilai moral dalam sistem edukasinya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Api di Jantung Savana: Belajar dari 33 Kasus Karhutla dan Dampak Ekologis di Bondowoso

18 Sep 2026 - 15:18 WIB

Api di Jantung Savana: Belajar dari 33 Kasus Karhutla dan Dampak Ekologis di Bondowoso

Pesta yang Berakhir Nestapa: Menguak Luka Tragedi Rem Blong Truk di Lumajang dan Pentingnya Keselamatan Jalan

18 Sep 2026 - 15:17 WIB

Pesta yang Berakhir Nestapa: Menguak Luka Tragedi Rem Blong Truk di Lumajang dan Pentingnya Keselamatan Jalan

Menguasai Teknologi: Guru Surabaya Kuasai AI untuk Ciptakan Media Pembelajaran Interaktif

18 Sep 2026 - 15:17 WIB

Menguasai Teknologi: Guru Surabaya Kuasai AI untuk Ciptakan Media Pembelajaran Interaktif

Edukasi Keselamatan Lalu Lintas: Satlantas Polresta Sidoarjo Libatkan Siswa Miosi Lewat Lomba Helm

18 Sep 2026 - 15:16 WIB

Edukasi Keselamatan Lalu Lintas: Satlantas Polresta Sidoarjo Libatkan Siswa Miosi Lewat Lomba Helm

Bayangan Angka di Balik Gerbang Investasi Situbondo: Pelajaran dari Jebakan Kredit Macet Korporasi

18 Sep 2026 - 12:37 WIB

Bayangan Angka di Balik Gerbang Investasi Situbondo: Pelajaran dari Jebakan Kredit Macet Korporasi
Trending di Pendidikan