KlikMojok – Sebanyak 43 santri dan pembimbing dari Pondok Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Sumbawa, NTB, mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Cina, pada Jumat (9/10/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian program EduTrip siswa kelas XII yang bertujuan untuk memperluas wawasan mereka. Di KBRI Beijing, rombongan mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti kuliah umum mengenai perkembangan hubungan antara Indonesia dan Cina, yang disampaikan langsung oleh Wakil Duta Besar RI untuk Cina, dr. Irene, M. Han.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Irene, M. Han selaku Wakil Duta Besar RI untuk Cina, memberikan pemaparan mendalam tentang dinamika hubungan bilateral antara Indonesia dan Cina. Kuliah umum ini menjadi inti dari kunjungan pendidikan para santri di kantor perwakilan diplomatik Indonesia di ibu kota Tiongkok.
Menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar, Irene menjelaskan secara komprehensif mengenai sejarah panjang dan tahapan-tahapan penting dalam hubungan kedua negara. Ia juga menguraikan berbagai capaian signifikan yang telah diraih, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang potensial untuk kerja sama Indonesia-Cina di masa mendatang.
Kuliah umum yang berharga ini merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian EduTrip SMA Dea Malela ke Cina, yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 4 hingga 15 Oktober 2026. Selama durasi perjalanan tersebut, rombongan santri dan pembimbing direncanakan untuk menjelajahi tiga kota besar, yaitu Beijing, Xi’an, dan Guangzhou.
Selain mengunjungi berbagai universitas terkemuka, jadwal EduTrip juga mencakup kunjungan ke pusat-pusat sains dan teknologi mutakhir, beragam museum yang kaya sejarah, pusat-pusat kegiatan Islam, serta sejumlah destinasi wisata menarik lainnya.
Para santri menunjukkan antusiasme tinggi dengan menyimak seksama setiap pemaparan yang disampaikan oleh Irene. Setelah sesi presentasi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif, sebuah kesempatan yang langsung dimanfaatkan oleh para peserta untuk menggali informasi lebih lanjut.
Mengingat keterbatasan waktu yang tersedia, hanya empat santri yang berkesempatan mengajukan pertanyaan, terdiri dari dua santri putra dan dua santri putri.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para santri disampaikan dalam bahasa Inggris, berfokus pada materi yang telah dipaparkan sebelumnya. Wakil Dubes Irene dengan cermat menjawab setiap pertanyaan tersebut satu per satu, memberikan penjelasan yang komprehensif.
Turut hadir dalam pertemuan penting ini adalah sejumlah mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh studi di berbagai universitas di Cina, menambah suasana kebersamaan dan pertukaran informasi.
Setelah sesi kuliah umum berakhir, acara dilanjutkan dengan kegiatan makan malam bersama dan ramah tamah, mempererat tali silaturahmi antara rombongan Dea Malela, staf KBRI, dan mahasiswa Indonesia.
Pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog yang berharga antara para mahasiswa Indonesia di Cina dengan Pengasuh PMI Dea Malela, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin.
Selama perbincangan, topik utama yang dibahas adalah pengalaman serta berbagai peluang yang tersedia untuk menempuh pendidikan di luar negeri, memberikan inspirasi bagi para santri.
Secara keseluruhan, kunjungan ke KBRI Beijing ini merupakan komponen integral dari agenda EduTrip yang dirancang khusus untuk memperluas pengalaman dan wawasan siswa kelas XII Dea Malela. Program ini mencakup eksplorasi dalam bidang pendidikan, sains, dan budaya, serta memfasilitasi pertemuan langsung dengan masyarakat Indonesia yang berada di Cina.












