Pada hari Rabu, 19 Agustus 2026, sebelas tenaga kesehatan dari Puskesmas Kebomas Gresik telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan komprehensif bagi seluruh siswa SD Almadany. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan tumbuh kembang optimal dan kesiapan belajar murid di sekolah tersebut.
Kolaborasi antara Puskesmas Kebomas dan SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) yang berlokasi di Kebomas, Gresik, Jawa Timur, terwujud dalam inisiatif Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang krusial ini.

Program CKG ini diselenggarakan pada hari Rabu, 19 Agustus 2026, dan melibatkan seluruh murid mulai dari kelas I hingga VI. Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi antusiasme saat para murid berbaris rapi di beberapa ruang pemeriksaan, menanti giliran mereka sambil sesekali bercengkrama ringan dengan teman-temannya.
Hari itu, sebagian area sekolah bertransformasi menjadi pusat pemeriksaan kesehatan. Seluruh siswa menunjukkan sikap tertib dan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahapan skrining yang telah disiapkan.
Sebanyak sebelas tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Kebomas secara langsung terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini. Mereka bertugas memeriksa kondisi fisik setiap murid secara menyeluruh dan cermat.
Tahap awal pemeriksaan dimulai dengan pengukuran tinggi dan berat badan. Data yang terkumpul dari pengukuran ini sangat penting bagi petugas untuk memantau Indeks Massa Tubuh (IMT) setiap murid, memberikan gambaran awal tentang status gizi mereka.
Setelah itu, pemeriksaan dilanjutkan dengan pengecekan tekanan darah, kondisi penglihatan, kesehatan telinga, serta pemeriksaan menyeluruh pada gigi dan mulut. Rangkaian pemeriksaan ini merupakan langkah awal yang signifikan untuk mengidentifikasi potensi gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh anak-anak.
Pelaksanaan kegiatan CKG ini dilakukan di dua lokasi berbeda dalam lingkungan sekolah. Murid-murid dari kelas I dan V diarahkan untuk menjalani pemeriksaan di Kelas I Kapuas, yang terletak di Gedung Banun Mansur.
Sementara itu, siswa dari kelas III, IV, dan VI mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan di Kelas III Melawi, yang berlokasi di Gedung H. Amanullah Adnan.
Pihak Puskesmas Kebomas menegaskan bahwa upaya menjaga kesehatan anak tidak hanya relevan saat tubuh mulai menunjukkan gejala atau keluhan. Justru sebaliknya, pemeriksaan kesehatan secara rutin berfungsi sebagai langkah pencegahan yang efektif sejak dini.
Kesehatan fisik memiliki korelasi yang sangat erat dengan tingkat kesiapan seorang murid dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan kondisi tubuh yang sehat, anak-anak dapat menjalani berbagai aktivitas di sekolah dengan lebih nyaman dan optimal.
Oleh karena itu, pihak sekolah memandang skrining kesehatan sebagai elemen vital dalam rangkaian pendampingan tumbuh kembang murid secara holistik.
Menurut Nur Annisa, S.Pd.,Gr., selaku Koordinator Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SD Almadany, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini membawa manfaat yang signifikan dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala sangat membantu sekolah dalam mengenali kondisi kesehatan murid pada tahapan yang lebih awal.
“Lewat CKG kita bisa mengetahui rekam medis dasar murid,” ujar Nur Annisa saat ditemui di sela-sela berlangsungnya kegiatan.
Lebih lanjut, Nur Annisa menjelaskan bahwa hasil temuan awal dari pemeriksaan ini dapat menjadi landasan penting bagi pihak sekolah dan orang tua dalam menentukan langkah penanganan atau tindak lanjut berikutnya.
“Jika menemukan indikasi masalah kesehatan, seperti mata minus atau gigi berlubang, sekolah dan orang tua bisa segera mengambil tindakan penanganan yang tepat,” imbuhnya.
Dengan demikian, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya sebatas pencatatan kondisi fisik. Hasil skrining justru menjadi informasi berharga yang patut menjadi perhatian serius bagi keluarga dan pihak sekolah.
Apalagi, beberapa jenis gangguan kesehatan yang dialami anak-anak seringkali tidak langsung menunjukkan gejala yang kentara. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin berperan penting dalam mengenali kondisi tersebut sebelum gangguan tersebut berdampak negatif pada aktivitas belajar mereka.
Di salah satu pos pemeriksaan, terlihat petugas sedang mengukur tekanan darah seorang murid menggunakan alat tensimeter digital yang modern.
Murid tersebut tampak duduk dengan tenang, patuh mengikuti arahan yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Setelah selesai, ia kemudian bergerak menuju meja pemeriksaan berikutnya yang telah disiapkan.
Sementara itu, di meja pemeriksaan lainnya, petugas fokus memeriksa kondisi gigi dan rongga mulut murid-murid menggunakan senter. Pemeriksaan ini memiliki tujuan krusial untuk mendeteksi adanya karies gigi atau potensi gangguan kesehatan gigi lainnya.
Selain pemeriksaan gigi, petugas juga melakukan pengecekan kesehatan mata dan telinga. Setiap tahapan pemeriksaan ini berlangsung secara bergantian, mengikuti alur yang telah terencana dengan baik.
Bagi sebagian murid, pengalaman menjalani pemeriksaan kesehatan ini menjadi sumber pengetahuan baru yang berharga mengenai kondisi tubuh mereka sendiri.
Salah satu murid kelas III, Gandi Jenokawakibi, yang akrab disapa Jeje, turut serta dalam seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut.
Jeje mengakui sempat merasa sedikit grogi saat akan menjalani pemeriksaan tekanan darah. Namun, rasa khawatir itu tidak bertahan lama dan segera berganti menjadi rasa penasaran yang besar.
“Tadi sempat grogi waktu mau periksa tensi,” tutur Jeje setelah menyelesaikan pemeriksaannya.
Menurut Jeje, pemeriksaan tekanan darah ternyata sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit. Ia bahkan menganggap pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang cukup menyenangkan.
“Ternyata tidak sakit sama sekali, cuma seperti dipeluk lengannya,” ujar Jeje sembari tersenyum, menggambarkan pengalamannya.
Pengalaman sederhana ini memberikan pemahaman lebih dalam baginya tentang kesehatan tubuhnya. Ia juga mengungkapkan rasa senang karena dapat mengikuti pemeriksaan tersebut bersama teman-temannya.
“Seru bisa tahu kalau badan saya sehat,” tambahnya dengan gembira.
Pada intinya, kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SD Almadany ini jauh lebih dari sekadar pemeriksaan kesehatan biasa. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya sekolah untuk memelihara dan mengembangkan generasi yang sehat, tangguh, serta siap menghadapi tantangan belajar.
Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, baik pihak sekolah maupun keluarga dapat memperoleh gambaran awal yang jelas mengenai kondisi kesehatan anak. Hal ini memungkinkan langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
Khusus bagi para murid, pemeriksaan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Kebomas ini juga menghadirkan pengalaman belajar yang berharga di luar lingkungan kelas. Mereka mendapatkan kesempatan untuk lebih mengenal tubuh mereka sendiri melalui serangkaian pengalaman sederhana yang menyenangkan dan interaktif.
Dengan fondasi tubuh yang sehat, proses belajar anak akan memiliki dasar yang lebih kuat. Dengan demikian, sekolah dapat terus memberikan pendampingan yang optimal untuk tumbuh kembang anak secara menyeluruh.













