Lazismu Jawa Timur (Jatim) mengambil langkah cepat dengan mulai mengangkut bantuan logistik senilai Rp175 juta untuk penyintas gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan kapal milik TNI Angkatan Laut (AL). Proses pengangkutan ini berlangsung di Dermaga Armatim TNI AL, Ujung, Surabaya, pada Kamis (20/8/2026), menandai dimulainya distribusi dukungan vital bagi masyarakat terdampak bencana.
Inisiatif ini merupakan wujud gerak cepat dari Muhammadiyah dalam merespons musibah dan memberikan pertolongan kepada warga yang terdampak gempa bumi di Flores, NTT.

Dana untuk bantuan ini berhasil dihimpun berkat kontribusi para donatur Muhammadiyah Jawa Timur, yang melibatkan seluruh komponen organisasi Muhammadiyah di seluruh wilayah Jawa Timur dalam menggalang dana kemanusiaan khusus untuk warga terdampak gempa NTT.
Melalui jaringan Lazismu yang luas, tersebar di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, sejumlah dana berhasil dikumpulkan. Dana yang terkumpul ini kemudian diwujudkan dalam bentuk bantuan logistik yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas, sekaligus mendukung penuh operasi kemanusiaan yang dijalankan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur di Flores.
Perlu diketahui, bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 SR (Skala Richter) telah mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026). Titik pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer di timur laut Nagekeo, dengan kedalaman mencapai 15 kilometer.
Aditio Yudono, selaku Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Jawa Timur, menjelaskan bahwa pengiriman bantuan logistik ini dilakukan menggunakan Kapal TNI AL KRI Teluk Parigi 539.
“Bantuan ini merupakan gerakan cepat untuk memenuhi kebutuhan penyintas gempa di Flores. Dukungan para donatur Muhammadiyah Jawa Timur menjadi kekuatan utama dalam aksi kemanusiaan ini,” tegas Aditio.
Bersamaan dengan pengiriman logistik, para relawan dari Muhammadiyah Jawa Timur juga bergerak menuju lokasi bencana. Mereka menggunakan Kapal Dharma Lautan untuk mencapai wilayah terdampak.
Bantuan yang disalurkan oleh Lazismu ini meliputi berbagai kebutuhan dasar bagi keluarga yang terdampak, serta perlengkapan penting untuk mendukung operasional tempat pengungsian dan logistik di lapangan.
Secara spesifik, bantuan tersebut juga mencakup 1.440 kaleng RendangMu, yang merupakan produk kurban kemasan khas dari Lazismu Jawa Timur.
Keseluruhan nilai bantuan yang berhasil dikumpulkan dan disalurkan mencapai Rp175 juta.
Pilihan pengiriman melalui jalur laut diambil dengan pertimbangan strategis untuk mempercepat distribusi bantuan dalam jumlah besar agar segera sampai ke wilayah yang paling membutuhkan.
Aditio Yudono lebih lanjut menerangkan bahwa langkah cepat yang diambil oleh Lazismu Jawa Timur ini merupakan tindak lanjut dari arahan yang diberikan oleh Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Dalam mendukung operasi ini, Majelis Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana (MLHPB) PWM Jawa Timur telah mengerahkan total 14 relawan yang memiliki beragam keahlian. Para relawan ini berhasil mendirikan Pos Koordinasi (Poskor) utama di Kota Ende, NTT.
“Dari Poskor Ende, aksi kemanusiaan kemudian menjangkau sejumlah Pos Pelayanan (Posyan) di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo,” jelasnya.
Selama periode masa tanggap darurat, tim Muhammadiyah secara khusus memfokuskan layanan mereka pada pengoperasian posko kesehatan dan dapur umum. Kehadiran para relawan ini sangat krusial untuk memastikan bahwa bantuan yang disalurkan dapat menjangkau langsung warga yang benar-benar membutuhkan.
“Bantuan logistik dari Jawa Timur diperkirakan tiba di Flores dalam waktu tiga hingga empat hari perjalanan laut,” ujarnya.
Lazismu Jawa Timur tidak hanya mengandalkan pengiriman bantuan dari Pulau Jawa. Untuk memastikan kebutuhan dapur umum terpenuhi, tim di lapangan juga memilih strategi untuk membeli sebagian bahan pangan pokok langsung dari pasar lokal di NTT.
Bahan-bahan yang dibeli secara lokal tersebut mencakup beras, lauk-pauk, sayur-mayur, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Pendekatan ini diterapkan dengan dua tujuan utama. Pertama, untuk memastikan dapur umum memperoleh pasokan bahan pangan yang segar dan sesuai dengan kebutuhan spesifik di lapangan. Kedua, strategi ini bertujuan untuk turut serta menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat lokal yang juga terdampak oleh bencana gempa.
“Bantuan kemanusiaan tidak hanya soal mengirim barang. Kami juga berupaya agar kehadiran bantuan memberikan dampak bagi masyarakat setempat,” jelas Aditio, menekankan pentingnya keberlanjutan dampak positif.
Gerakan solidaritas yang terjalin ini secara jelas menunjukkan kapabilitas jaringan Muhammadiyah dalam menghubungkan berbagai pihak, mulai dari donatur, Lazismu, relawan, hingga masyarakat terdampak, dalam satu rangkaian aksi kemanusiaan yang terpadu.
Hingga saat ini, wilayah Flores masih terus menghadapi aktivitas gempa susulan. Kondisi berkelanjutan ini menyebabkan kebutuhan masyarakat terhadap berbagai layanan darurat, seperti kesehatan, pangan, tempat berlindung yang aman, dan dukungan komunikasi, tetap berada pada tingkat yang tinggi.
Oleh karena itu, Lazismu kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat aksi kemanusiaan dan memberikan dukungan bagi para penyintas gempa Flores, Nusa Tenggara Timur.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan donasi, dapat melalui rekening BSI dengan nomor 7025835713, atas nama Lazismu Sidoarjo.
Setelah proses transfer dilakukan, para donatur diharapkan dapat melakukan konfirmasi melalui nomor WhatsApp 0821-4004-1912.
Setiap donasi yang terkumpul akan sangat berkontribusi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan vital para penyintas, sekaligus membiayai operasional aksi kemanusiaan Muhammadiyah di seluruh wilayah yang terdampak bencana.













