Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Prof. Dadang Kahmad: Ikhlas dan Ihsan, Kunci Memajukan Sekolah Muhammadiyah

badge-check

Prof. Dadang Kahmad: Ikhlas dan Ihsan, Kunci Memajukan Sekolah Muhammadiyah Perbesar

KlikMojok – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dadang Kahmad, pada Sabtu (10/10/2026), menegaskan dua prinsip penting yang harus dipegang teguh oleh para guru untuk memajukan sekolah Muhammadiyah. Ia menyampaikan bahwa keunggulan pendidikan Muhammadiyah tidak hanya bergantung pada fasilitas atau jumlah murid, melainkan pada keikhlasan mengabdi, kesungguhan mendidik, dan komitmen terhadap mutu.

Arahan berharga ini disampaikan secara langsung oleh Prof. Dadang Kahmad, yang menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah, saat memberikan pembinaan kepada para pendidik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Malang. Acara penting tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026.

Selama sesi pembinaan, Prof. Dadang Kahmad secara khusus memberikan penguatan kepada seluruh jajaran pimpinan sekolah dan para guru. Beliau menekankan perlunya menjaga standar kualitas pendidikan, mengintensifkan upaya dakwah Muhammadiyah, dan mempertahankan berbagai capaian prestasi yang telah berhasil diukir.

Dalam pelaksanaan pembinaan tersebut, Prof. Dadang Kahmad didampingi oleh Hendra Apriyadi, S.Pd., M.Pd., seorang perwakilan dari Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Munali, S.T., M.Pd., selaku Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, turut serta dalam acara tersebut dengan mempresentasikan perkembangan terkini sekolah yang dipimpinnya. Beliau memaparkan perjalanan panjang serta berbagai pencapaian signifikan yang berhasil diraih oleh institusi pendidikan tersebut.

SMK Mutu, nama populer dari sekolah tersebut, telah berdiri sejak tahun 1994 dan menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Pembangunan gedung baru pada tahun 2012 menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangannya. Saat ini, sekolah tersebut menaungi 2.512 siswa dan telah melewati masa kepemimpinan di bawah empat individu berbeda.

Deretan prestasi gemilang juga turut menghiasi perjalanan SMK Mutu. Berbagai penghargaan dan keberhasilan, termasuk predikat juara pertama secara berturut-turut dalam beragam kompetisi, menjadi indikator kuat betapa pentingnya konsistensi dalam menumbuhkan dan memelihara budaya berprestasi di lingkungan sekolah.

Munali secara tegas menekankan bahwa penguatan pengembangan sekolah dan upaya dakwah merupakan bagian integral dari ikhtiar kolektif untuk terus memajukan pendidikan yang bernaung di bawah bendera Muhammadiyah.

Dalam kesempatan memberikan arahannya, Prof. Dadang Kahmad menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi atas kemajuan serta perkembangan pesat yang telah ditunjukkan oleh SMK Mutu Gondanglegi.

Beliau mengungkapkan rasa bangganya dapat hadir dan secara langsung menyaksikan berbagai kemajuan yang dicapai sekolah, termasuk fasilitas bangunan modern yang sangat mendukung berbagai kegiatan pendidikan dan pembelajaran.

Prof. Dadang Kahmad menyampaikan, “Bangunannya luar biasa dan tentu menjadi kebanggaan bagi bapak dan ibu guru. Muhammadiyah memiliki banyak amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan yang harus dikelola secara serius agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Menurut pandangan beliau, usia 32 tahun menandai fase kematangan yang krusial bagi sebuah lembaga pendidikan. Pada usia ini, institusi diharapkan dapat semakin mengokohkan kualitasnya, menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat, serta memperluas kontribusinya bagi kemajuan bangsa.

Oleh karena itu, Prof. Dadang Kahmad menekankan bahwa keunggulan-keunggulan yang telah berhasil dicapai harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan melalui kerja nyata serta komitmen bersama dari seluruh elemen sekolah.

Selain itu, Prof. Dadang juga mengingatkan seluruh civitas akademika di sekolah agar tidak cepat merasa puas dengan capaian yang ada. Beliau menegaskan bahwa prestasi yang telah diraih bukanlah alasan untuk menghentikan perjuangan, melainkan sebuah amanah yang harus terus dijaga agar kualitas pendidikan di sekolah tidak mengalami kemunduran.

Dalam konteks menjalankan amanah pendidikan, Prof. Dadang Kahmad secara khusus menekankan dua prinsip fundamental yang wajib menjadi pegangan utama, yakni prinsip ikhlas dan ihsan.

Prinsip ikhlas didefinisikan sebagai bekerja dan mengabdi dengan niat yang murni dan tulus semata-mata karena Allah Swt., bukan didasari oleh keinginan untuk mengejar penghargaan atau keuntungan pribadi. Beliau juga mengingatkan pentingnya menanamkan sikap qanaah, yaitu menerima dengan rasa syukur yang mendalam atas setiap rezeki dari Allah Swt., sambil tetap berupaya keras untuk senantiasa memberikan yang terbaik dalam setiap tindakan.

Untuk lebih memperkuat pemahaman mengenai prinsip ikhlas, Prof. Dadang memberikan contoh teladan dari kesederhanaan para tokoh Muhammadiyah. Salah satunya adalah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, yang dikenal menjalani hidup sederhana meskipun memiliki posisi penting dan kontribusi yang sangat besar bagi organisasi.

Keteladanan tersebut mengajarkan sebuah pelajaran berharga, yaitu bahwa nilai sejati dari sebuah pengabdian tidaklah diukur dari kemewahan materi, melainkan dari ketulusan hati dan seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada sesama.

Lebih lanjut, Prof. Dadang mengungkapkan, “Keikhlasan menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah. Apa yang kita lakukan dengan niat yang benar akan menjadi pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. Mendidik merupakan ibadah yang sangat mulia, dan ilmu yang bermanfaat dapat menjadi amal jariah yang terus mengalir.”

Prinsip kedua yang ditekankan adalah ihsan, yang bermakna melakukan setiap pekerjaan dengan kualitas terbaik. Dalam ranah pendidikan, implementasi ihsan termanifestasi melalui kesungguhan para guru dalam proses pengajaran, keteladanan yang baik dalam sikap dan perilaku, kedisiplinan tinggi dalam melaksanakan tugas, serta kepedulian yang mendalam terhadap setiap aspek perkembangan murid.

Tanggung jawab seorang guru tidak terbatas pada penyampaian materi pengetahuan saja. Lebih dari itu, guru juga memiliki peran krusial dalam membentuk karakter siswa, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta mempersiapkan generasi muda yang siap memberikan kontribusi nyata dan positif bagi masyarakat.

Dengan menginternalisasi semangat ihsan, setiap tahapan dalam proses pembelajaran bertransformasi menjadi bagian integral dari ikhtiar luhur untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sesi pembinaan ini berfungsi sebagai pengingat penting bahwa kemajuan sebuah sekolah Muhammadiyah haruslah dibangun di atas perpaduan harmonis antara kualitas akademik yang unggul, capaian prestasi yang membanggakan, ketersediaan fasilitas yang memadai, dan yang tak kalah penting, kekuatan nilai-nilai keislaman yang kokoh.

Keunggulan yang dimiliki oleh sekolah Muhammadiyah bukanlah sekadar identitas yang patut dibanggakan semata. Sebaliknya, hal tersebut adalah sebuah amanah besar yang harus terus-menerus dipelihara, dikembangkan, dan diwujudkan secara konkret dalam setiap aspek pelayanan pendidikan yang diberikan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Arus Mengungkap Duka: Kisah Pilu Penemuan Jasad Bocah di Irigasi Ponorogo

11 Okt 2026 - 18:48 WIB

Ketika Arus Mengungkap Duka: Kisah Pilu Penemuan Jasad Bocah di Irigasi Ponorogo

Mengalirkan Berkah, Memugar Sejarah: Asa Baru bagi Kenyamanan Peziarah Makam Panjang Leran Gresik

11 Okt 2026 - 18:47 WIB

Mengalirkan Berkah, Memugar Sejarah: Asa Baru bagi Kenyamanan Peziarah Makam Panjang Leran Gresik

Dari Imajinasi Liburan: Penulis Cilik SD Al-Islam Cerme Terbitkan Buku Perdana yang Menginspirasi

11 Okt 2026 - 18:44 WIB

Dari Imajinasi Liburan: Penulis Cilik SD Al-Islam Cerme Terbitkan Buku Perdana yang Menginspirasi

Membangun Kemandirian Literasi Anak: Beswan Djarum Dampingi Ibu-Ibu Kampoeng Dilan Surabaya

11 Okt 2026 - 15:17 WIB

Membangun Kemandirian Literasi Anak: Beswan Djarum Dampingi Ibu-Ibu Kampoeng Dilan Surabaya

Panduan Komprehensif Mengasuh ‘Aset Surga’ Anak: Sorotan dari Pertemuan Wali Santri SDAI Internasional eLKISI

11 Okt 2026 - 15:16 WIB

Panduan Komprehensif Mengasuh ‘Aset Surga’ Anak: Sorotan dari Pertemuan Wali Santri SDAI Internasional eLKISI
Trending di Pendidikan