KlikMojok – Pada Jumat pagi, 19 Juni 2026, Hall Lantai 3 SD Muhammadiyah 16 Surabaya, yang juga dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya, dipenuhi oleh warna kuning khas jas almamater Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Para siswa berkumpul di sana untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) IPM, sebuah kegiatan yang bertujuan mengasah jiwa kepemimpinan mereka dan mengubah ruang serbaguna tersebut menjadi pusat pengembangan diri para kader.
Acara pembukaan LDKS dimulai tepat pukul 08.00 WIB, dipandu oleh dua pembawa acara berbakat, Raih Harmonia Ilmi dan Elora Kalani Aulia. Semangat para peserta langsung memenuhi hall ketika mereka dengan lantang menyanyikan Mars Muhammadiyah dan Mars IPM, dengan Violina Sakhiyya tampil penuh percaya diri sebagai dirigen yang memimpin ketukan nada.
Setelah melantunkan lagu-lagu mars yang penuh semangat, suasana kemudian berubah menjadi lebih hening dan khidmat. Ghaziya Hafizha Faiha Lubna tampil ke depan untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, menciptakan suasana yang menyejukkan hati seluruh hadirin.
Suyono, S.Si., selaku Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, memberikan sambutan motivasi yang membakar semangat para peserta. Beliau secara resmi membuka kegiatan tersebut dan mendorong setiap siswa untuk memanfaatkan LDKS sebagai kesempatan berharga untuk bertumbuh dalam organisasi otonom Muhammadiyah.
“Selamat berproses dalam suatu organisasi otonom Muhammadiyah. IPM adalah salah satu organisasi pelajar yang mewadahi pelajar seperti kalian,” ucap Suyono menyapa hangat seluruh peserta LDKS.
Suyono lebih lanjut menegaskan bahwa LDKS ini tidak hanya akan membekali para siswa dengan pengetahuan mengenai struktur organisasi, tetapi juga akan melatih jiwa kepemimpinan mereka dan memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai ke-Muhammadiyahan.
“Selama mengikuti acara ini, tentu banyak ilmu yang akan kalian terima. Terkait dengan kepemimpinan, organisasi, dan juga ke-Muhammadiyahan,” terang Suyono.
Beliau menaruh harapan besar agar pengalaman berharga yang didapatkan selama LDKS ini dapat membentuk karakter siswa menjadi pemimpin yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Harapannya, di IPM ini kalian menempa diri menjadi leader yang siap menjawab tantangan masa depan yang semakin kompleks. Selamat mengikuti pelatihan,” pungkas Suyono, menutup sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.
Usai acara pembukaan, para peserta LDKS segera melanjutkan ke sesi berikutnya, yaitu pre-test. Sesi ini dipandu langsung oleh Nasyiatul Lailah, S.Pd., selaku Pembina IPM Sekolah Kreatif Baratajaya, bersama dengan sejumlah kader dari Pimpinan Cabang (PC) IPM Ngagel.
Tim PC IPM Ngagel yang turut hadir mendampingi dan mendukung kegiatan ini meliputi Aurelia Halawatia sebagai Ketua, Rizka Putri Pertiwi sebagai Ketua Bidang ASBO, Aisyah Almira Dewanda sebagai Ketua Bidang Perkaderan, serta Nazneen Putri, seorang anggota Bidang Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan yang juga merupakan alumni dari Sekolah Kreatif Baratajaya.
Dalam sesi pre-test ini, Lailah memberikan arahan kepada para peserta untuk tidak hanya menuliskan pemahaman awal mereka mengenai konsep organisasi dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), tetapi juga untuk merumuskan harapan-harapan pribadi mereka terkait kiprah dan peran IPM di lingkungan Sekolah Kreatif Baratajaya ke depannya.
“Pre-test ini tidak sekadar untuk mengetahui pemahaman peserta tentang organisasi dan IPM,” jelas Lailah, menepis anggapan bahwa sesi ini hanyalah uji awal biasa.
Ia lebih lanjut menegaskan bahwa setiap lembaran jawaban dari peserta memegang peranan kunci yang sangat penting dalam membantu menyusun dan menentukan arah gerak organisasi IPM di masa mendatang.
“Ini juga bagian dari student voice untuk mengetahui bagaimana IPM Sekolah Kreatif Baratajaya akan berjalan,” tambah Lailah, menekankan pentingnya suara siswa.
Dengan menerapkan metode partisipatif ini, panitia LDKS tidak hanya menempatkan para peserta sebagai pendengar pasif materi. Sebaliknya, gagasan dan harapan yang disuarakan oleh siswa dijadikan bahan baku utama untuk memetakan kebutuhan dan prioritas organisasi, langsung dari sudut pandang para pelajar itu sendiri.
Noura Malia, selaku Ketua IPM Sekolah Kreatif Baratajaya, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia sangat mengapresiasi komitmen penuh yang ditunjukkan oleh rekan-rekannya yang telah hadir dan mengikuti kegiatan ini.
“Saya bersyukur semua anggota IPM bersedia mengikuti LDKS ini,” ujar Noura.
Bagi Noura, LDKS ini merupakan wadah yang ideal untuk melangkah bersama, belajar, dan menyelami lebih dalam mengenai tanggung jawab masing-masing anggota dalam menjalankan roda organisasi IPM.
Sesi materi utama LDKS menghadirkan Annisa Fitria Putri, Ketua Pimpinan Daerah (PD) IPM Surabaya, sebagai narasumber. Annisa secara komprehensif mengupas tuntas materi mengenai sejarah berdirinya IPM, termasuk bagaimana organisasi ini menempati kedudukannya sebagai salah satu organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah.
Selain mengulas sejarah, Annisa juga memaparkan arah dan fokus gerakan IPM kepada seluruh peserta. “Pembekalan ini bertujuan agar para siswa tidak sekadar mengenal nama dan program kerja IPM, tetapi juga meresapi identitas mendasar serta peran strategis pelajar Muhammadiyah,” jelasnya, menekankan pentingnya pemahaman mendalam.
Melalui LDKS ini, IPM Sekolah Kreatif Baratajaya bertekad untuk tidak hanya mencetak pemimpin yang terampil dalam mengeksekusi program. Lebih dari itu, proses kaderisasi ini membuka ruang yang sangat luas bagi para siswa untuk berani menyuarakan gagasan mereka, memahami nilai-nilai inti organisasi, dan pada akhirnya, siap mengambil peran penting sebagai pemimpin masa depan yang berintegritas.












