KlikMojok – Lima mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) baru-baru ini mendapatkan kesempatan berharga untuk terlibat langsung dalam sebuah acara profesional. Mereka berpartisipasi aktif dalam Kopdar Media dan Workshop Jurnalistik Filantropi yang diselenggarakan oleh Lazismu Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di Kopi Limasan, Sidodadi, Candi, Sidoarjo, pada hari Selasa, 20 Oktober 2026, menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk menerapkan ilmu komunikasi mereka.
Keterlibatan kelima mahasiswa Ikom Umsida ini merupakan bagian dari program magang yang sedang mereka jalani. Selama kegiatan, mereka tidak hanya membantu memastikan kelancaran acara, tetapi juga secara langsung mempraktikkan berbagai keterampilan komunikasi yang telah mereka pelajari di bangku kuliah dalam lingkungan kerja profesional.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa memegang berbagai peran penting, termasuk sebagai pembawa acara, anggota tim dokumentasi, dan operator teknis. Keterlibatan langsung ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses kerja di balik layar sebuah media lembaga filantropi, melengkapi pembelajaran teoretis yang didapatkan di kelas.
Adapun kelima mahasiswa yang berpartisipasi adalah Novia Ayu Hafidah, Difa Sastrani, Cheria Akila Zahra, Nasywa Tsabittah, dan Putri Ichda Fellia Abdillah. Mereka semua telah menjalani program magang selama satu bulan penuh, yang memberikan mereka bekal awal untuk terjun ke dunia profesional.
Masing-masing mahasiswa memiliki peran spesifik. Novia Ayu Hafidah dipercaya untuk bertugas sebagai pembawa acara atau Master of Ceremony (MC), memandu jalannya kegiatan. Sementara itu, Nasywa Tsabittah dan Cheria Akila Zahra bertanggung jawab penuh atas dokumentasi acara, memastikan setiap momen penting terekam dengan baik.
Difa Sastrani juga memberikan kontribusi signifikan dengan membantu tim dokumentasi, melengkapi tugas yang ada. Di sisi lain, Putri Ichda Fellia Abdillah mengemban tanggung jawab sebagai operator, memastikan seluruh kebutuhan teknis acara dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Pembagian tugas yang jelas ini dirancang untuk memberikan kesempatan optimal bagi para mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan mereka sesuai dengan peran yang diemban. Lebih dari sekadar melatih kemampuan teknis, pengalaman ini juga mengajarkan mereka pentingnya koordinasi tim, manajemen waktu yang efektif, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai kebutuhan dan dinamika selama kegiatan berlangsung.
Para mahasiswa terlibat dalam Kopdar Media dan Workshop Jurnalistik Filantropi yang menjadi ajang pertemuan penting bagi tim media Lazismu dari berbagai daerah di seluruh Jawa Timur. Forum ini secara khusus mendiskusikan berbagai topik krusial, mulai dari penguatan publikasi lembaga, pengembangan strategi komunikasi yang efektif, hingga praktik jurnalistik yang mengedepankan akurasi dan nilai-nilai humanis.
Dari pengalaman langsung ini, mahasiswa dapat memahami secara mendalam bahwa penyelenggaraan sebuah acara profesional memerlukan kerja sama yang solid dari berbagai pihak. Mereka menyadari bahwa keberhasilan suatu kegiatan tidak semata-mata bergantung pada kualitas narasumber atau materi yang disampaikan, melainkan juga pada kesiapan dan efektivitas tim pendukung di belakang layar.
Salah satu mahasiswa yang terlibat, Nasywa Tsabittah, mengungkapkan bahwa partisipasinya dalam Kopdar Media Lazismu Jawa Timur ini telah memberikan pengalaman langsung yang sangat bermanfaat bagi pengembangan keterampilan komunikasinya.
“Setelah mengikuti hingga diberikan kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam acara Kopdar Media ini, pastinya melatih mental kita untuk praktik secara langsung. Tak hanya itu, kami pun mendapatkan tambahan insight tentang bagaimana mengelola media sosial yang biasanya kami pelajari di kelas perkuliahan,” ucap Nasywa, menekankan nilai praktis dari kegiatan tersebut.
Menurut Nasywa, kesempatan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Mahasiswa dapat secara langsung menerapkan materi perkuliahan yang selama ini mereka dapatkan dalam konteks kegiatan profesional. Selain membantu melatih mental, keterlibatan aktif ini juga berhasil memperluas pemahaman mereka mengenai strategi pengelolaan media sosial, khususnya dalam lingkungan lembaga filantropi.
Dengan serangkaian pengalaman berharga ini, program magang terbukti menjadi jembatan yang efektif antara pembelajaran akademik di kampus dan praktik kerja di dunia nyata. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperdalam pemahaman mereka terhadap teori komunikasi, tetapi juga mendapatkan kesempatan tak ternilai untuk menguji keterampilan, mengasah kemampuan, dan mengembangkan kompetensi mereka secara langsung di lapangan.












