KlikMojok – Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, Festival Faqih Usman X (FFU X) 2026 sukses digelar meriah di Hall Sang Pencerah, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Jawa Timur. Di balik kesuksesan acara pendidikan akbar ini, Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Gresik berperan krusial, dengan para anggotanya bekerja hingga larut malam demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan optimal.
FGM Gresik memang memegang peranan vital dalam penyelenggaraan FFU X 2026. Organisasi ini secara aktif mengerahkan seluruh anggotanya untuk mengawal dan memastikan setiap tahapan acara dapat terlaksana tanpa hambatan.
Dedikasi FGM Gresik terlihat jelas sejak fase perencanaan hingga puncaknya pelaksanaan festival. Ria Pusvita Sari, M.Pd., selaku Ketua FGM Kabupaten Gresik, memimpin upaya koordinasi intensif untuk memenuhi berbagai kebutuhan teknis bersama beragam mitra kerja.
Bagi Ria, kontribusi dalam mendukung agenda Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen) bukanlah pengalaman baru. FGM Gresik telah memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai kegiatan besar Muhammadiyah, meliputi pengodean, simposium, serta peringatan Hari Guru Nasional yang rutin diperingati setiap tanggal 25 November.
Tak hanya itu, forum ini juga aktif dalam mendukung program penghargaan dan pelatihan untuk para guru. Berbekal pengalaman yang luas tersebut, FGM Gresik siap kembali mengerahkan tenaga dan pikirannya dalam perhelatan akbar FFU X 2026.
Ria Pusvita Sari menekankan pentingnya acara ini dengan menyatakan, “FFU merupakan perhelatan terbesar dari Dikdasmen, sehingga effort nya juga besar.”
Pernyataan tersebut secara gamblang menunjukkan skala tanggung jawab besar yang diemban oleh FGM Gresik. FFU X 2026 bukan sekadar ajang perlombaan biasa, melainkan sebuah forum pendidikan yang mempertemukan banyak peserta dalam satu wadah besar.
Untuk menyukseskan FFU X 2026, FGM Gresik menjalin kolaborasi erat dengan berbagai pihak. Mitra kerja mereka meliputi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMG, Foskam, serta Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik.
Kemitraan strategis ini menuntut persiapan yang sangat matang dan detail. FGM Gresik bertanggung jawab mengurus audiensi dengan rektor UMG, mempersiapkan segala fasilitas yang diperlukan bersama Biro Administrasi Umum (BAU) UMG, serta aktif mencari dukungan dari berbagai sponsor.
Selain itu, FGM Gresik juga memastikan bahwa semua kebutuhan teknis untuk setiap segmen kegiatan telah terpenuhi sepenuhnya. Proses persiapan yang intensif ini bahkan berlanjut hingga larut malam menjelang hari-H pelaksanaan festival.
Ria mengungkapkan tingkat dedikasi timnya dengan mengatakan, “Kami melakukan persiapan sampai setengah dua belas tadi malam.”
Meskipun waktu terus berjalan dan sangat terbatas, hal ini tidak sedikit pun mengurangi rasa tanggung jawab mereka. Sebaliknya, FGM Gresik memastikan setiap detail kebutuhan telah siap sedia sebelum para peserta memadati lokasi kegiatan.
Di samping mengurus fasilitas, Ria juga aktif berkoordinasi dengan para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang ditugaskan sebagai penanggung jawab ruangan di Hall Sang Pencerah. Total, ia mengoordinasikan 20 anggota FGM dan 40 mahasiswa, membentuk tim solid demi kelancaran seluruh acara.
Pembagian tugas yang terstruktur ini merupakan elemen krusial dalam mengatur jalannya kegiatan secara efektif. Melalui koordinasi yang terarah, tim panitia teknis mampu mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan spesifik di setiap ruangan dengan sigap.
Ria menyimpulkan perannya dengan tegas, “Intinya, semua teknis acara menjadi tanggung jawab dari FGM, Majelis Dikdasmen hanya memantau saja.”
Di tengah beban tanggung jawab yang berat, Ria tetap menyimpan harapan besar agar FFU terus berfungsi sebagai platform penting bagi guru Muhammadiyah untuk mengembangkan potensi diri. Ia sangat berharap para guru tidak hanya berpartisipasi sebagai peserta, tetapi juga aktif membawa gagasan-gagasan segar dan inovasi baru.
Menurut pandangannya, semangat untuk mengikuti festival ini seharusnya tidak hanya berfokus pada perolehan penghargaan semata. Proses pembelajaran yang didapatkan, keberanian untuk mencoba hal baru, serta kesempatan berharga untuk bertemu dan berinteraksi dengan sesama pendidik juga memiliki makna dan nilai penting yang tak kalah besar.
Ria menambahkan, “Soal menang atau kalah itu bonus.”
Pesan ini menegaskan posisi festival sebagai sebuah ruang untuk tumbuh dan berkembang bersama. Melalui FFU, para guru memiliki kesempatan untuk menguji kemampuan mereka, bertukar pengalaman berharga, dan pada saat yang sama, memperluas cakrawala pandang dalam konteks dunia pendidikan.
Sering kali, di balik gemerlap panggung dan hiruk pikuk perlombaan, kerja keras panitia teknis luput dari perhatian publik. Padahal, kesiapan fasilitas, pembagian tugas yang efisien, dan koordinasi yang solid merupakan pilar-pilar penting yang menopang keberhasilan sebuah perhelatan akbar.
Bagi tim FGM Gresik, kesuksesan FFU X 2026 bukan sekadar menuntaskan kewajiban kepanitiaan. Lebih dari itu, mereka berupaya menjaga dan memupuk semangat kolaborasi agar para guru Muhammadiyah terus termotivasi untuk berkarya dan menciptakan inovasi.
Hal ini karena sebuah festival yang meriah dan sukses tidak hanya lahir dari sorak gembira peserta atau gemerlap panggung yang memukau. Ada upaya kerja sama yang tak kenal lelah, yang secara konsisten memastikan setiap kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.












