Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Pembelajaran Aktif SDIT Al-Ibrah: Asah Karakter Lewat Outbound Edukatif

badge-check

Pembelajaran Aktif SDIT Al-Ibrah: Asah Karakter Lewat Outbound Edukatif Perbesar

KlikMojok – Pada Senin, 26 Oktober 2026, sebanyak 126 murid kelas II SDIT Al-Ibrah Gresik berpartisipasi dalam kegiatan outbound edukatif di Sebani Water Park, Kabupaten Pasuruan. Sebelum keberangkatan, Fitri Rahayu Mufida, S.Pd., selaku pengajar, memberikan pengarahan serta menyampaikan kontrak belajar kepada para siswa, memastikan mereka siap menghadapi pengalaman pembelajaran aktif di luar kelas ini.

Lokasi Sebani Water Park di Pasuruan dipilih sebagai arena belajar di luar kelas bagi murid-murid SDIT Al-Ibrah Gresik, di mana beragam permainan interaktif disiapkan. Aktivitas seperti tarik tambang, hulahop berantai, dan meniti jembatan bergerak bukan sekadar hiburan, melainkan dirancang khusus untuk mengasah kemampuan kerja sama tim dan keberanian siswa dalam menghadapi tantangan-tantangan baru. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi 126 murid kelas 2 tersebut.

Dari total 134 murid kelas 2, sebanyak 126 di antaranya turut serta dalam kegiatan outbound yang penuh semangat ini. Dengan mengenakan seragam olahraga berwarna jingga dan biru tua, para siswa antusias mengikuti serangkaian permainan yang dirancang untuk memadukan berbagai aspek, mulai dari aktivitas fisik, melatih ketangkasan, memperkenalkan permainan tradisional, hingga menumbuhkan semangat kerja sama dalam kelompok.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, para murid mendapatkan pendampingan penuh dari seluruh guru SDIT Al-Ibrah serta pemandu profesional yang berasal dari pihak travel, memastikan keamanan dan kelancaran setiap aktivitas.

Antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan outbound ini sangat terlihat pada Fatimah Azzahra, seorang murid dari kelas II-E. Ia bahkan sudah tiba di lingkungan sekolah sebelum pukul 06.00 WIB, mendahului jadwal kedatangan yang telah ditetapkan guru pada pukul 06.30 WIB.

Dengan nada penuh semangat, Fatimah Azzahra mengungkapkan perasaannya, “Aku sudah tidak sabar ingin berangkat outbound karena pasti seru naik bus bersama teman-teman.”

Sebelum rombongan bertolak, seluruh murid berkumpul di masjid sekolah untuk melaksanakan salat Duha secara mandiri, sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh para guru. Tepat pukul 07.00 WIB, rombongan bertolak menuju Sebani Water Park di Kabupaten Pasuruan, diangkut menggunakan tiga unit bus.

Selama perjalanan menuju lokasi di Dusun Sebani, Kabupaten Pasuruan, waktu di dalam bus dimanfaatkan untuk kegiatan positif seperti zikir pagi dan murajaah juz 30. Hal ini menegaskan bahwa pembiasaan ibadah tetap menjadi prioritas dan bagian tak terpisahkan dari kegiatan belajar, meskipun berlangsung di luar lingkungan sekolah formal.

Tidak hanya itu, sepanjang perjalanan, para siswa juga dilatih untuk mengikuti arahan dengan baik dan menjaga ketertiban. Kebiasaan positif ini kemudian berlanjut saat rombongan tiba di lokasi, di mana mereka dengan sigap bersiap untuk mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan bersama para pemandu.

Sesampainya di lokasi, beragam tantangan telah menanti para peserta. Beberapa permainan memerlukan kekuatan fisik dan keseimbangan individu, sementara permainan lainnya secara khusus menuntut koordinasi yang solid dari seluruh anggota kelompok.

Salah satu permainan yang sangat mengandalkan kerja sama tim adalah tarik tambang. Dalam aktivitas ini, setiap anggota kelompok dituntut untuk mengerahkan seluruh tenaga, mengikuti setiap aba-aba yang diberikan, dan mengatur gerakan secara selaras agar tarikan mereka menjadi efektif dan terkoordinasi.

Melalui permainan tarik tambang ini, para murid berlatih untuk memahami peran masing-masing dalam tim. Mereka belajar bahwa kekuatan individu harus didukung oleh koordinasi yang baik dari seluruh anggota kelompok demi mencapai tujuan bersama.

Semangat kerja sama kembali diuji dalam permainan memasukkan bola secara berkelompok. Dalam tantangan ini, setiap murid harus cermat memperhatikan gerakan teman-temannya, memahami tugas spesifik yang diberikan kepadanya, dan terus menjaga koordinasi agar tim berfungsi optimal. Setiap anggota kelompok diberikan kesempatan yang setara untuk berkontribusi pada keberhasilan tim.

Tantangan serupa yang membutuhkan kolaborasi tim juga tersaji dalam permainan hulahop berantai. Para peserta diminta untuk melewatkan hulahop melalui rangkaian tubuh anggota kelompok secara berurutan, dengan mematuhi aturan main yang telah ditetapkan.

Guna berhasil menyelesaikan permainan ini, kesabaran dan komunikasi yang efektif menjadi kunci utama. Gerakan yang terburu-buru justru dapat menyulitkan seluruh kelompok, sehingga setiap anak didorong untuk menyesuaikan diri dengan kemampuan dan kecepatan gerak teman-temannya.

Berbagai permainan kelompok ini juga berfungsi untuk mengenalkan beragam bentuk kontribusi yang bisa diberikan oleh setiap individu. Murid-murid belajar bahwa mereka bisa membantu menjaga koordinasi, mengingatkan aturan permainan, atau bahkan hanya dengan memberikan semangat kepada teman. Setiap peran, meskipun tidak selalu di posisi terdepan, tetap memiliki makna dan kontribusi yang berarti bagi keberhasilan tim.

Selain permainan tim, para murid juga memperoleh pengalaman yang berbeda melalui kegiatan menanam padi, atau yang dikenal dengan istilah “nandur pari”. Melalui aktivitas ini, mereka diajak untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan pekerjaan para petani.

Kegiatan menanam padi ini menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk memahami proses panjang di balik makanan pokok yang mereka konsumsi setiap hari. Mereka belajar bahwa sebelum nasi tersaji di meja makan, ada serangkaian pekerjaan yang harus dilalui, mulai dari menanam bibit, merawat tanaman dengan cermat, hingga menjalani berbagai tahapan penting sampai padi siap dipanen.

Dengan pengalaman langsung ini, para murid secara konkret dikenalkan pada kerja keras dan usaha orang lain dalam menghasilkan bahan pangan bagi masyarakat.

Aktivitas menangkap ikan juga menjadi bagian dari kegiatan yang mendekatkan mereka dengan lingkungan alam. Dalam tantangan ini, murid dituntut untuk cermat memperhatikan gerakan ikan, menentukan langkah strategis, dan mengikuti aturan yang ada guna menyelesaikan tugas tersebut.

Aktivitas ini memberikan kesempatan berharga bagi para murid untuk melatih ketelitian dan memperdalam pemahaman mereka terhadap lingkungan sekitar melalui pengalaman langsung yang interaktif.

Selain itu, para siswa juga dihadapkan pada tantangan yang menguji keberanian dan kemampuan menjaga keseimbangan diri.

Pada wahana flying fox, murid-murid memperoleh kesempatan unik untuk mencoba pengalaman yang benar-benar berbeda. Bagi sebagian peserta yang baru pertama kali mengikuti aktivitas ini, tantangan utamanya tidak hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada kesiapan mental dan keberanian untuk mencoba hal baru.

Keberanian yang ditunjukkan harus sejalan dengan rasa tanggung jawab. Oleh karena itu, murid-murid diwajibkan untuk memahami setiap instruksi dari pemandu, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengikuti pendampingan selama seluruh kegiatan berlangsung.

Sementara itu, tantangan meniti jembatan bergerak memerlukan tingkat keseimbangan dan perhatian yang tinggi. Para murid harus cermat dalam mengatur setiap langkah dan mengikuti arahan yang diberikan saat mereka melewati lintasan jembatan yang tidak stabil.

Kegiatan meniti jembatan ini memberikan kesempatan emas bagi murid untuk melatih koordinasi gerak tubuh mereka dan mengembangkan kemampuan mengendalikan diri saat dihadapkan pada situasi yang menantang.

Rangkaian permainan outbound ini juga mencakup engklek, sebuah permainan tradisional yang edukatif. Dengan melompat mengikuti pola petak yang telah ditentukan, para peserta secara tidak langsung berlatih menjaga keseimbangan tubuh, mengatur gerakan secara presisi, dan memusatkan perhatian pada langkah-langkah mereka.

Kehadiran engklek dalam kegiatan ini berfungsi untuk mengenalkan kembali kekayaan permainan tradisional kepada generasi muda. Hal ini membuktikan bahwa permainan yang terkesan sederhana sekalipun tetap dapat menghadirkan tantangan yang menarik sekaligus pengalaman belajar yang berharga.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan outbound ini memberikan beragam kesempatan bagi para murid untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional. Mereka belajar untuk bersabar menunggu giliran, mendengarkan instruksi dengan seksama, menerima hasil dari setiap permainan, dan yang terpenting, menghargai kemampuan serta usaha teman-teman mereka.

Setiap anak merespons tantangan dengan cara yang unik dan berbeda. Ada yang menunjukkan kesiapan untuk langsung mencoba, sementara yang lain mungkin perlu mengamati situasi terlebih dahulu, dan beberapa di antaranya membutuhkan dukungan serta dorongan sebelum berani melangkah. Oleh karena itu, pendampingan yang cermat dari guru dan pemandu sangatlah penting agar setiap murid dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan individualnya.

Saat berhasil menyelesaikan suatu permainan, murid-murid dapat merasakan kepuasan dan mengenali hasil dari usaha keras mereka. Sebaliknya, ketika belum berhasil, mereka diberikan kesempatan untuk mencoba kembali dan memperbaiki strategi atau langkah yang telah dilakukan.

Syauqi Al Ghaisan Hidayat, seorang murid kelas II-E yang akrab disapa Ghisa, juga mengaku sangat menikmati kegiatan outbound ini, terutama saat ia berada di kolam ombak yang menjadi salah satu daya tarik di Sebani Water Park.

Ghisa mengungkapkan perasaannya, “Meskipun kalah tarik tambang karena lawannya besar-besar, aku tetap senang apalagi saat berada di kolam ombak.”

Bagi para guru, kegiatan belajar di luar kelas ini juga merupakan kesempatan berharga untuk mengamati perilaku dan perkembangan murid dalam situasi yang berbeda dari rutinitas sekolah. Mereka dapat melihat bagaimana siswa bekerja sama dalam kelompok, mematuhi aturan, menghadapi kesulitan, serta berusaha menyelesaikan berbagai persoalan secara mandiri.

Ittaqun Nisa’, guru bahasa Arab kelas II SDIT Al-Ibrah Gresik, memberikan penilaian bahwa murid-muridnya cukup mudah diarahkan ketika mengikuti kegiatan di lapangan terbuka.

“Anak-anak jenjang 2 ini biasanya ramenya luar biasa, tetapi saat diinstruksi di lapangan terbuka, mereka cukup mudah diarahkan. Di dalam bus saat perjalanan juga tidak begitu berisik,” ujar Ittaqun Nisa’ menambahkan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Berita Bertransformasi: Menjelajahi Masa Depan Media Digital sebagai Pilar Ekonomi Kreatif

28 Okt 2026 - 21:07 WIB

Ketika Berita Bertransformasi: Menjelajahi Masa Depan Media Digital sebagai Pilar Ekonomi Kreatif

Merajut Reputasi dari Kantong Tipis: Kisah Beritajatim.com Menjelajahi Arus Media Digital

28 Okt 2026 - 21:06 WIB

Merajut Reputasi dari Kantong Tipis: Kisah Beritajatim.com Menjelajahi Arus Media Digital

Merajut Sejarah dan Literasi: SD Al-Irsyad Surabaya Siapkan Drama Kolosal Insiden Hotel Yamato pada Puncak Bulan Bahasa

28 Okt 2026 - 21:03 WIB

Merajut Sejarah dan Literasi: SD Al-Irsyad Surabaya Siapkan Drama Kolosal Insiden Hotel Yamato pada Puncak Bulan Bahasa

Masa Depan di Persimpangan Jalan: Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Pelajar dalam Operasi Patuh Semeru Polres Malang

28 Okt 2026 - 18:48 WIB

Masa Depan di Persimpangan Jalan: Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Pelajar dalam Operasi Patuh Semeru Polres Malang

Ketika Lenguhan Memecah Fajar: Kisah Nahas Truk Sapi di Jombang

28 Okt 2026 - 18:47 WIB

Ketika Lenguhan Memecah Fajar: Kisah Nahas Truk Sapi di Jombang
Trending di Pendidikan