KlikMojok – Pagi itu, di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, mentari baru saja menghangatkan bumi, menjanjikan awal pekan yang tenang. Namun, ketenangan itu mendadak pecah oleh suara benturan keras yang menggema, mengoyak pagi Senin, 12 Oktober 2026. Sebuah truk boks yang kehilangan kendali telah mengubah ruas Jalan Raya Tuban–Bancar menjadi saksi bisu sebuah tragedi, menyeret kendaraan lain dan bahkan merenggut ketenangan rumah-rumah di pinggir jalan.
Insiden nahas yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB ini segera menarik perhatian warga dan aparat kepolisian. Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban, IPDA Rizky Dwi Prasetyo, menjelaskan kronologi kejadian. Sebuah truk boks bernomor polisi W-9388-PF, yang dikemudikan oleh Feri Yudin (41), warga Dusun Kedung Liwung, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuru, Kabupaten Banyuwangi, menjadi aktor utama dalam drama pagi itu.
“Kendaraan truk yang dikemudikan Feri Yudin ini berjalan dari arah barat ke timur oleng ke kiri mengalami laka lantas slip out of control sehingga menabrak 2 kendaraan Tossa dan Honda Grand,” ujar IPDA Rizky, memberikan gambaran detail tentang detik-detik mengerikan tersebut. Truk yang melaju dari arah barat menuju timur itu tiba-tiba hilang kendali, oleng ke kiri, dan menyeruduk apa pun yang ada di jalurnya.
Dalam serangkaian tabrakan beruntun itu, dua kendaraan roda tiga jenis Tossa menjadi korban. Salah satunya dikemudikan oleh Ahmad Rouf (19), seorang pemuda dari Desa Pulogede, Kecamatan Tambakboyo, Tuban. Tak hanya itu, sebuah sepeda motor Honda Grand bernomor polisi K-4031-SB yang dinaiki oleh Sakiman, yang kala itu sedang berhenti di badan jalan sebelah kiri, turut menjadi sasaran. Dampak kecelakaan tidak berhenti sampai di situ. “Karena terjadi slip out of control dari arah barat ke timur sehingga menabrak 3 rumah milik Mafi’ah dan Riswati,” terang IPDA Rizky, menunjukkan betapa dahsyatnya momentum yang terjadi.
Akibat dari kecelakaan lalu lintas Tuban yang menggemparkan ini, Ahmad Rouf, pengemudi Tossa, dan Sakiman, pengendara motor, mengalami luka-luka yang cukup serius. Keduanya segera dilarikan ke RSUD Koesma Tuban untuk mendapatkan penanganan medis. Selain korban jiwa, kerugian materiil juga tidak terhindarkan. “Selain itu 3 rumah, 2 kendaraan roda 3 jenis Tossa dan 1 kendaraan Honda Grand juga mengalami kerusakan,” jelas Rizky, menggambarkan kondisi pasca-tabrakan yang porak-poranda. Kerugian materil diperkirakan mencapai angka yang tidak sedikit, “Untuk kerugian materil sebesar Rp 50 juta,” pungkasnya.
Analisis awal kepolisian menduga bahwa faktor utama yang memicu kecelakaan tragis ini adalah kelalaian pengemudi truk boks. Feri Yudin diduga tidak mampu mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan kurang berkonsentrasi terhadap kondisi jalan di depannya. Insiden ini menjadi pengingat pahit tentang betapa krusialnya kesadaran dan kehati-hatian di jalan raya. Setiap roda yang berputar membawa tanggung jawab besar, bukan hanya untuk keselamatan diri sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lain dan masyarakat di sekitarnya. Pelajaran dari jalur Tuban-Bancar ini menegaskan bahwa ‘out of control’ bukan hanya frasa teknis kecelakaan, melainkan sebuah cerminan dari kelalaian yang bisa berujung pada kehancuran, baik fisik maupun emosional, bagi banyak pihak. Keselamatan jalan raya adalah tanggung jawab kolektif yang harus selalu diingat dan diterapkan.












