Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Panduan Komprehensif Mengasuh ‘Aset Surga’ Anak: Sorotan dari Pertemuan Wali Santri SDAI Internasional eLKISI

badge-check

Panduan Komprehensif Mengasuh ‘Aset Surga’ Anak: Sorotan dari Pertemuan Wali Santri SDAI Internasional eLKISI Perbesar

KlikMojok – Pada hari Ahad, 11 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB, Sekolah Dasar Agama Islam (SDAI) Internasional eLKISI menyelenggarakan Pertemuan Wali Santri di Auditorium Edupark eLKISI, Mojokerto. Acara penting ini dibuka oleh Kepala SDAI Internasional eLKISI, Ustaz Ardian Zahroni, S.T., M.Pd. Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk mengajak para wali santri mendalami kembali peran vital orang tua dalam menjaga amanah keluarga, khususnya dalam mendidik anak sebagai “aset surga”. Pembahasan meliputi berbagai aspek penting, mulai dari penanaman tauhid dan pemberian teladan, hingga strategi membangun komunikasi efektif, pendampingan penggunaan gawai, serta upaya menjaga kualitas waktu bersama anak.

Kegiatan ini secara khusus dirancang sebagai forum bagi orang tua untuk memperdalam pemahaman mereka tentang peran krusial keluarga dalam mendukung tumbuh kembang optimal dan pendidikan anak-anak.

Setelah pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sebuah seminar parenting yang mengangkat tema inspiratif, “Kiat Menjaga Aset Surga dalam Sebuah Keluarga.” Seminar ini dipandu oleh narasumber ahli, Dr. Rohmatin, M.Pd., yang membagikan wawasan mendalam kepada para peserta.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Rohmatin menegaskan perspektif penting mengenai anak. Menurutnya, anak bukan sekadar anggota keluarga yang hanya perlu dipenuhi kebutuhan jasmani sehari-harinya. Lebih dari itu, anak adalah amanah berharga dari Allah Swt. yang menuntut perhatian serius dalam menjaga pertumbuhan fisik, memperkuat keimanan, dan membentuk akhlak mulia mereka.

Ia melanjutkan, tanggung jawab orang tua melampaui sekadar pemenuhan kebutuhan jasmani semata. Anak-anak juga sangat membutuhkan pendampingan yang konsisten agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan landasan keimanan serta akhlak yang kokoh dan baik.

Dr. Rohmatin menekankan pentingnya memulai pendidikan anak sejak usia dini. Beberapa langkah awal yang disarankan meliputi memastikan asupan makanan yang dikonsumsi anak adalah halal dan tayib (baik), serta menyediakan berbagai kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.

Aspek lain yang tak kalah krusial adalah penanaman nilai tauhid sejak dini. Dr. Rohmatin secara khusus mengingatkan pesan fundamental yang terkandung dalam Surah Luqman ayat 13, yakni “Lā tusyrik billāh”, yang memiliki makna tegas: “jangan mempersekutukan Allah.”

Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa pendidikan dalam keluarga tidak cukup hanya mengandalkan nasihat atau perintah verbal. Orang tua dituntut untuk memberikan teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari, membiasakan anak-anak melakukan perbuatan baik, serta secara aktif mengajak mereka untuk beribadah dan membaca Al-Qur’an bersama-sama.

Selain itu, Dr. Rohmatin turut menyoroti pentingnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak. Ia menyarankan agar orang tua menghindari sikap yang cenderung mudah menghakimi, dan sebaliknya, berupaya membangun komunikasi yang dilandasi oleh kasih sayang atau mawaddah.

Orang tua juga diimbau untuk mengenali lingkungan pertemanan anak-anak mereka. Demikian pula, penggunaan gawai oleh anak-anak harus didampingi secara bijak dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tahapan usia mereka.

Dr. Rohmatin kemudian merangkum beberapa poin esensial dalam praktik pengasuhan anak. Poin-poin tersebut meliputi penanaman tauhid, memberikan keteladanan yang baik, membangun kebiasaan positif, menjalin komunikasi tanpa menghakimi, dan senantiasa menghadirkan kasih sayang dalam setiap interaksi antara orang tua dan anak.

“Pendidikan anak membutuhkan komitmen, praktik, ilmu, dan doa,” tegasnya, memberikan pesan yang mendalam.

Ia juga menambahkan bahwa orang tua tidak boleh berhenti mencurahkan kasih sayang kepada anak, bahkan ketika anak melakukan kesalahan.

Sesi berikutnya, tanya jawab, menjadi wadah untuk membahas berbagai persoalan umum yang sering dihadapi para orang tua. Salah satu pertanyaan datang dari Aditya Riezky Pramada, wali santri Hisyam dan Sarah dari kelas II, yang menanyakan strategi mendampingi anak-anak ketika orang tua memiliki jadwal kerja penuh, dari pagi hingga malam.

“Bagaimana cara mendampingi dan mendidik anak, sedangkan kami memiliki keterbatasan waktu karena harus bekerja sejak pagi hingga malam?” tanyanya, mengungkapkan dilema yang dirasakan banyak orang tua pekerja.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Dr. Rohmatin menjelaskan bahwa keterbatasan waktu yang dimiliki orang tua akibat pekerjaan tidak serta merta menghilangkan kesempatan untuk membangun kedekatan emosional dengan anak.

Menurutnya, yang lebih penting adalah fokus pada kualitas waktu yang dihabiskan bersama anak. Waktu luang yang tersedia, meskipun singkat, dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendengarkan cerita anak, berbincang mengenai kegiatan atau pengalaman mereka, atau merencanakan hal-hal yang ingin dilakukan bersama.

Selain itu, orang tua juga perlu menjelaskan kepada anak bahwa pekerjaan adalah bagian dari tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga, bukan berarti orang tua ingin menjauh atau tidak memiliki waktu untuk mereka.

Apabila orang tua tidak dapat mendampingi anak secara langsung, sangat penting untuk memastikan bahwa anak berada dalam pengawasan orang yang tepercaya dan di lingkungan yang aman.

Meskipun demikian, Dr. Rohmatin mengingatkan bahwa tingkat kesibukan tidak seharusnya menghilangkan tanggung jawab fundamental orang tua dalam mendidik anak. Setiap momen kebersamaan dengan anak dapat dimanfaatkan untuk mempererat kedekatan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan.

Di samping aspek pendidikan dan pendampingan, Dr. Rohmatin juga menekankan signifikansi doa orang tua bagi anak-anak. Dalam pertemuan tersebut, ia membagikan salah satu doa mustajab yang dapat dipanjatkan oleh orang tua untuk anak-anak mereka:

“اللَّهُمَّ إِنِّي أُشْهِدُكَ أَنِّي رَاضِيَةٌ عَنْ اِبْنِي / اِبْنَتِي (…..) تٓمٓامٓ الرِّضَا وَكَمَالَ الرِّضَا وَمُنْتَهَى الرِّضَا، فَاللَّهُمَّ أَنْزِلْ رِضْوَانَكَ عَلَيْهِمْ بِرِضَايَ عَنْهُمْ”

Doa yang mulia ini mengandung ungkapan keridaan tulus orang tua terhadap anak, sekaligus permohonan agar Allah Swt. senantiasa melimpahkan keridaan-Nya kepada mereka.

Setelah sesi materi dan tanya jawab yang interaktif, pertemuan wali santri tersebut secara resmi ditutup. Para orang tua pulang dengan membawa bekal berharga berupa panduan pengasuhan yang komprehensif, meliputi pentingnya penanaman tauhid, pemberian keteladanan, strategi komunikasi efektif, pendampingan yang bijak, serta kekuatan doa untuk anak-anak tercinta.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Membangun Kemandirian Literasi Anak: Beswan Djarum Dampingi Ibu-Ibu Kampoeng Dilan Surabaya

11 Okt 2026 - 15:17 WIB

Membangun Kemandirian Literasi Anak: Beswan Djarum Dampingi Ibu-Ibu Kampoeng Dilan Surabaya

Di Balik Amukan Gelombang 4 Meter Pesisir Selatan Jawa: Antara Peringatan BMKG dan Nyali Para Nelayan

11 Okt 2026 - 12:38 WIB

Di Balik Amukan Gelombang 4 Meter Pesisir Selatan Jawa: Antara Peringatan BMKG dan Nyali Para Nelayan

Nyala yang Tak Terduga: Kisah Warung Bu Lilik dan Pelajaran Berharga dari Api di Bondowoso

11 Okt 2026 - 12:37 WIB

Nyala yang Tak Terduga: Kisah Warung Bu Lilik dan Pelajaran Berharga dari Api di Bondowoso

SD Almadany Ajak Ratusan Siswa TK ABA 34 ‘Little Explorer’ Lewat Panahan dan Cooking Class

11 Okt 2026 - 12:37 WIB

SD Almadany Ajak Ratusan Siswa TK ABA 34 ‘Little Explorer’ Lewat Panahan dan Cooking Class

Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiah, Safari Ahad Subuh BKMM Sidoarjo Banjir Jemaah di Masjid Al-Amin

11 Okt 2026 - 12:36 WIB

Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiah, Safari Ahad Subuh BKMM Sidoarjo Banjir Jemaah di Masjid Al-Amin
Trending di Pendidikan