KlikMojok – Malam masih diselimuti keheningan di Dusun Kademangan, Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Jam dinding baru saja melewati tengah malam, tepat pukul 00.05 WIB, Selasa (13/10/2026), saat ketenangan itu mendadak pecah. Bau hangit yang menusuk hidung dan kepulan asap tebal menjadi pertanda dimulainya perjuangan menyelamatkan diri dari amukan api yang melalap habis rumah milik Yasantoro.
Dalam sekejap, api yang semula kecil berubah menjadi jilatan merah yang melahap setiap sudut bangunan. Perabotan rumah tangga, kenangan yang terukir dalam setiap benda, semuanya menjadi santapan jago merah. Beruntung, di tengah kepanikan yang mendera, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri, melarikan diri dari kepungan bara yang mengancam nyawa.
Kobar api yang semakin membesar sontak menarik perhatian warga sekitar. Mereka yang terbangun dari lelapnya tidur segera menyadari musibah yang menimpa tetangga. Tanpa menunda, laporan cepat diteruskan ke Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto. Respons cepat pun ditunjukkan, satu unit mobil damkar langsung diterjunkan menuju lokasi kejadian, membelah kegelapan dini hari.
Setibanya di lokasi, sebuah pemandangan pilu tersaji di hadapan tim penyelamat. Rumah Yasantoro telah dilalap api hingga hampir tak berbentuk. Namun, semangat juang tak pernah padam. Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto, menjelaskan upaya heroik yang dilakukan timnya. “Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas langsung menuju lokasi. Petugas bersama anggota kepolisian, Koramil, relawan, dan warga setempat berjibaku memadamkan api. Proses dilanjutkan dengan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” ujarnya, menggambarkan sinergi yang terbangun di tengah bencana.
Perjuangan memadamkan api berlangsung hampir dua jam. Sekitar pukul 01.54 WIB, api akhirnya berhasil ditaklukkan, menyisakan puing-puing hangus dan asap tipis yang membumbung. Estimasi area bangunan yang terdampak kebakaran mencapai 8 x 15 meter, menjadikannya kerugian yang tidak sedikit. Kendati demikian, di balik duka atas kehilangan material, ada secercah syukur yang tak terhingga: tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden ini. Sebuah anugerah di tengah musibah yang meluluhlantakkan.
Investigasi mengenai penyebab pasti kebakaran masih terus bergulir. “Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sementara itu, nilai kerugian material akibat peristiwa tersebut masih dalam proses penghitungan,” tambah Sukamto, menegaskan bahwa proses pendataan dan penyelidikan akan terus berjalan. Kisah kebakaran di Dlanggu, Mojokerto ini, menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan dini, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta kekuatan solidaritas sosial yang mampu meringankan beban di kala duka. Sebuah pengingat bahwa di tengah kehancuran, harapan akan selalu ada, terutama ketika nyawa berhasil terselamatkan.












