KlikMojok – Badan Pengembangan Laboratorium Pendidikan (BPLP) Universitas Negeri Malang (UM) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik serta sejumlah sekolah penyelenggara Cambridge Curriculum ID 110 lainnya. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, di Aula Senat Graha Rektorat UM, bertujuan untuk memperkuat mutu pendidikan berstandar internasional, khususnya melalui peningkatan kompetensi guru.
Kolaborasi ini merupakan inisiatif dari BPLP UM dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan di jenjang sekolah menengah yang telah mengimplementasikan kurikulum Cambridge, seperti Spemdalas. SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik menjadi salah satu mitra utama dalam upaya pengembangan pendidikan berbasis internasional ini.
Dokumen nota kesepahaman yang telah ditandatangani mencakup beberapa aspek penting. Di antaranya adalah pengembangan laboratorium pendidikan, pendampingan dalam implementasi kurikulum Cambridge, program pelatihan bagi para guru, pemanfaatan fasilitas laboratorium secara bersama, serta riset di bidang pendidikan.
Latar belakang kerja sama ini adalah kebutuhan mendesak dari sekolah-sekolah yang menyelenggarakan Cambridge Curriculum ID 110 untuk mendapatkan dukungan teknis dan akademik dari perguruan tinggi. Universitas Negeri Malang, dengan kompetensinya di bidang pengembangan laboratorium pendidikan, diharapkan dapat menjawab tuntutan internasionalisasi pendidikan tinggi yang semakin berkembang.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Keuangan UM, Dr. Titis Shinta Dhewi, S.P., M.M., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendorong program internasionalisasi. Ia menyatakan, “Kemendikti Saintek menuntut universitas untuk menjalankan program internasionalisasi. PKS antara Yayasan BPLP UM dan sekolah mitra ini sangat bagus, karena menerapkan internasionalisasi sejak dini, bahkan sejak SD, apalagi sekolah-sekolah ini sudah certified Cambridge,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan BPLP UM, Dr. Hj. Endang Sri Andayani, M.Si., menjelaskan bahwa kerja sama ini secara spesifik juga akan memberikan dukungan pelatihan bagi guru-guru yang mengajar di kelas International Class Program (ICP). Beliau merinci bahwa pelatihan akan diselenggarakan sebanyak dua kali, dengan sistem pengiriman guru secara bergantian. Hal ini bertujuan agar seluruh guru ICP dapat merasakan manfaat dari pelatihan tersebut secara merata.
Dr. Endang menambahkan, “Kegiatan pelatihan dilaksanakan dua kali. Guru yang mengajar di kelas ICP harapannya dikirim bergantian, biar semua guru pintar. UM juga siap membantu pelatihan guru di luar jadwal pelatihan resmi, karena ada program pengabdian masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung hal ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Endang menekankan bahwa setiap kerja sama yang terjalin akan selalu disertai dengan proses monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai dengan kesepakatan dan tujuan yang telah ditetapkan.
Senada dengan harapan tersebut, Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, M.Si., menyampaikan harapannya agar kerja sama yang telah terjalin ini dapat berlangsung secara konsisten. “Harapan kami, layanan pendidikan berbasis internasional ini dapat terus dijalankan secara konsisten, dengan terus menambah upgrading kompetensi guru-guru ICP,” harap Yugo.
Setelah proses penandatanganan, kedua belah pihak akan segera menindaklanjuti kerja sama ini. Rencana utama adalah menyusun jadwal pelatihan guru ICP yang akan dilaksanakan dua kali selama periode kerja sama, serta menjadwalkan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala. BPLP UM juga membuka kesempatan untuk pendampingan tambahan di luar jadwal pelatihan resmi melalui program pengabdian kepada masyarakat (pengmas).
Ketua Yayasan BPLP UM, Dr. Hj. Endang Sri Andayani, M.Si., kembali menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung sekolah mitra secara berkelanjutan. Ia menyatakan, “UM siap membantu pelatihan guru di luar pelatihan yang terjadwal, karena ada program pengabdian masyarakat yang bisa kami optimalkan untuk mendukung sekolah mitra,” pungkasnya.












