KlikMojok – MI Muhammadiyah Tempeh Lor di Kabupaten Lumajang kini memperkenalkan kegiatan ekstrakurikuler baru, yaitu karawitan, sebagai upaya untuk mengembangkan potensi peserta didiknya. Sesi latihan perdana kegiatan bermain gamelan ini dipandu oleh seorang budayawan lokal yang juga berprofesi sebagai dalang.
Dari ruang kegiatan MI Muhammadiyah Tempeh Lor, Kabupaten Lumajang, alunan suara pukulan gamelan mulai menggema, menandai dimulainya kegiatan yang penuh semangat. Para siswa terlihat antusias duduk dan menyimak setiap arahan dari pelatih. Mereka berusaha mengenal lebih dekat alat musik tradisional Jawa ini, yang merupakan salah satu warisan berharga dari kekayaan budaya bangsa.
Pada hari Senin, 19 Oktober 2026, MI Muhammadiyah Tempeh Lor secara resmi memulai langkah awal dalam mengembangkan potensi murid-muridnya melalui program ekstrakurikuler karawitan. Sesi perdana kegiatan ini dipimpin oleh Pinowo, seorang dalang terkemuka di wilayah Tempeh Lor sekaligus pengelola Rumah Karawitan Eko Budoyo, yang membawa keahliannya langsung kepada para siswa.
Bagi sekolah yang sebelumnya telah sukses mengembangkan program kelas inklusi dan tahfiz Al-Qur’an, kehadiran karawitan ini bukan sekadar aktivitas pelengkap semata. Seni tradisi gamelan ini merupakan bagian integral dari upaya sekolah untuk membangun sistem pendidikan yang holistik, mencakup aspek akademik, keagamaan, pengembangan karakter, serta penanaman rasa cinta terhadap budaya lokal.
Muhammad Ali, S.Pd., selaku Kepala MI Muhammadiyah Tempeh Lor, menyatakan bahwa pihak sekolah sangat meyakini budaya yang luhur adalah bagian esensial dari kekayaan bangsa yang wajib dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi penerus. Ia menjelaskan, “Dalam pandangan Muhammadiyah, budaya bukan untuk ditolak, tetapi disaring dan diarahkan agar selaras dengan nilai-nilai Islam. Bagi kami, karawitan bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan media pendidikan karakter. Anak-anak belajar menghargai karya budaya tanpa meninggalkan akidah dan akhlak yang menjadi dasar pendidikan di sekolah.”
Lebih lanjut, Muhammad Ali memaparkan bahwa alasan sekolah memilih karawitan adalah karena di dalamnya terkandung nilai-nilai penting seperti kerja sama dan kebersamaan. Setiap pemain gamelan memiliki peran yang saling melengkapi satu sama lain, memastikan tidak ada satu bagian pun yang berjalan secara mandiri. “Alasan kami memilih karawitan karena setiap anak belajar bekerja sama. Tidak ada satu alat gamelan yang bisa menonjol sendiri. Semua harus saling mendengar, saling menghargai, dan bermain dalam irama yang sama. Nilai kebersamaan inilah yang ingin kami tanamkan kepada peserta didik,” ujarnya.
Kegiatan karawitan ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan, dengan didampingi oleh tenaga ahli yang sangat memahami seni karawitan. Para siswa akan diperkenalkan mulai dari nama dan fungsi setiap alat gamelan, diajarkan teknik dasar memainkannya, hingga secara bertahap belajar mengiringi gending Jawa sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.
Kehadiran ekstrakurikuler baru ini disambut dengan respons yang sangat positif dari kalangan orang tua dan masyarakat. Muhammad Ali mengungkapkan bahwa pada awalnya, memang ada beberapa pihak yang mempertanyakan keputusan sekolah Islam untuk mengembangkan seni karawitan. Namun, setelah mereka memahami tujuan dan manfaat dari program ini, dukungan penuh mulai berdatangan. “Alhamdulillah respons orang tua dan masyarakat sangat positif. Setelah melihat manfaatnya, mereka memahami bahwa kegiatan ini membentuk karakter, melatih rasa percaya diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah,” jelasnya.
Mengingat program ini masih dalam tahap awal, kelompok karawitan MI Muhammadiyah Tempeh Lor saat ini masih berfokus pada fase belajar dan pengembangan. Pihak sekolah berupaya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk mengenal seni karawitan secara mendalam sebelum mereka siap untuk tampil di hadapan publik. Melalui langkah perdana dalam latihan karawitan ini, MI Muhammadiyah Tempeh Lor secara jelas menanamkan pesan penting bahwa sebuah institusi pendidikan Islam sangat mampu untuk tumbuh dan berkembang secara harmonis bersama dengan budaya lokal yang ada.












