Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Lebih dari Sekadar Pentas Seni: Middle Performance SD Almadany Bekali Siswa Kepercayaan Diri dan Pengalaman Belajar

badge-check

Lebih dari Sekadar Pentas Seni: Middle Performance SD Almadany Bekali Siswa Kepercayaan Diri dan Pengalaman Belajar Perbesar

KlikMojok – Halaman Gedung Amanullah Adnan SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (Almadany) di Kebomas, Gresik, pada Selasa (13/10/2026) lalu, bertransformasi menjadi panggung megah bagi para siswa dalam gelaran acara Middle Performance. Acara ini bukan sekadar pementasan biasa, melainkan sebuah wadah bagi siswa-siswi SD Almadany untuk menunjukkan hasil belajar mereka. Mengusung tema inspiratif “Show Your Learning, Share Your Experience”, kegiatan ini mengajak para peserta untuk mengekspresikan pengalaman belajar mereka melalui berbagai penampilan, mulai dari tarian, permainan peran, hingga kreativitas lainnya yang telah dipersiapkan matang bersama para guru pendamping.

Sejak dimulainya acara, suasana di halaman sekolah telah dipenuhi dengan antusiasme dan energi positif yang berbeda dari hari-hari biasa. Sebuah panggung yang dirancang secara sederhana namun fungsional, berdiri sebagai arena utama bagi anak-anak untuk tidak hanya memamerkan hasil latihan keras mereka, tetapi juga untuk belajar mengatasi rasa gugup dan membangun kepercayaan diri di hadapan para penonton yang hadir.

Janita Firda Naini, S.Pd., selaku Ketua Panitia Middle Performance, menjelaskan secara rinci bahwa kegiatan ini direncanakan berlangsung selama dua hari penuh. Ia merinci bahwa pada hari pertama, yaitu Selasa (13/10/2026), giliran tampil diberikan kepada siswa-siswi dari kelas I, II, dan III. Sedangkan untuk hari kedua, Rabu (14/10/2026), panggung akan diserahkan kepada para siswa kelas IV, V, dan VI untuk menunjukkan bakat dan hasil belajar mereka.

Pembagian jadwal pementasan yang cermat ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang adil bagi setiap jenjang kelas untuk menampilkan dan memamerkan hasil pembelajaran yang telah mereka capai. Oleh karena itu, Middle Performance ini bukan hanya sekadar acara hiburan rutin sekolah, melainkan sebuah platform penting yang berfungsi sebagai ruang ekspresi bagi siswa untuk secara aktif menunjukkan perkembangan diri dan potensi yang mereka miliki.

Lebih lanjut, Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, M.Pd., menguraikan bahwa Middle Performance memiliki peran integral sebagai bagian dari rangkaian Sumatif Tengah Semester (STS) yang menerapkan pendekatan Experiential Learning pada semester pertama tahun ajaran. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah terhadap metode pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman langsung.

Dalam kesempatan sambutannya, Ibu Lilik Isnawati memberikan motivasi dan dorongan penuh kepada seluruh siswa agar dapat menampilkan kemampuan terbaik mereka di atas panggung. Beliau secara khusus meminta setiap anak untuk menjalani pertunjukan dengan kesungguhan hati dan fokus, sesuai dengan bidang atau kategori penampilan yang mereka bawakan.

Sebagai contoh, jika seorang siswa memilih untuk menari, maka ia harus berupaya memaksimalkan setiap gerakan dan ekspresi tariannya. Demikian pula, apabila mereka terlibat dalam permainan drama, para siswa diwajibkan untuk menghayati peran karakter yang dimainkan dengan sepenuh hati, sehingga pesan dan emosi dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.

Pesan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah ini secara tegas menggarisbawahi pentingnya kesungguhan dalam setiap proses belajar. Beliau menekankan bahwa keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang bukanlah sesuatu yang instan, melainkan sebuah kualitas yang tumbuh dan berkembang melalui serangkaian latihan yang konsisten, persiapan yang matang, serta kemauan kuat untuk terus mencoba dan tidak mudah menyerah.

Pertunjukan pada hari pertama dibuka dengan megahnya oleh alunan musik gamelan yang dimainkan secara apik oleh kelompok ekstrakurikuler sekolah. Bunyi alat musik tradisional yang khas dan merdu ini tidak hanya berfungsi sebagai pembuka rangkaian penampilan yang memukau, tetapi juga secara indah memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia kepada seluruh penonton yang hadir.

Setelah pembukaan yang memukau, panggung Middle Performance kemudian diisi secara bergantian oleh sembilan kelompok siswa yang berasal dari kelas I, II, dan III. Setiap kelompok ini menampilkan tarian dengan karakter, tema, dan irama musik yang berbeda-beda, menunjukkan keberagaman kreativitas siswa.

Rangkaian tarian dimulai oleh siswa kelas II Cisadane yang mempersembahkan tarian berjudul “Meraih Bintang” dengan penuh semangat. Kemudian, giliran siswa kelas I Kapuas yang membawakan “Tari Semut” dengan gerakan lincah dan menggemaskan. Penampilan dilanjutkan oleh siswa kelas III Melawi yang menyajikan “Tari Kreasi Wonderland” dengan koreografi yang imajinatif.

Selanjutnya, siswa kelas I Serayu memukau penonton dengan “Tari Ondel-Ondel” yang ceria. Tidak ketinggalan, siswa kelas II Citarum tampil energik membawakan “Tari Samba Ale-Ale”, sementara itu, siswa kelas III Mahakam mengajak penonton merenung melalui “Tari Mendengar Alam” yang penuh makna.

Antusiasme penonton terus berlanjut dengan penampilan siswa kelas II Ciliwung yang membawakan “Tari Cari Berkah” dengan penuh semangat. Kemudian, siswa kelas III Maraja mempersembahkan “Tari Cik-Cik Periuk” yang khas. Rangkaian penampilan hari pertama ditutup manis oleh siswa kelas I Musi yang membawakan “Tari Sajojo” dengan enerjik dan ceria.

Beragamnya pilihan tarian yang ditampilkan tersebut berhasil memberikan warna dan dinamika yang kaya pada pertunjukan Middle Performance di hari pertama. Setiap kelompok dengan bangga menghadirkan gerakan yang terkoordinasi, irama yang selaras, dan ekspresi yang mendalam, semuanya merupakan refleksi dari pengalaman belajar dan eksplorasi seni yang telah mereka lalui.

Samsudin, S.Pd., dan Lilis Setyawati, S.Pd., dengan piawai memandu jalannya acara sebagai pembawa acara, memastikan setiap segmen berjalan lancar. Keduanya secara terang-terangan menyatakan kekaguman dan terpukau menyaksikan keberanian serta kualitas penampilan yang luar biasa dari para siswa di atas panggung.

Namun, di balik setiap penampilan yang memukau dan penuh percaya diri itu, tersimpan sebuah proses persiapan yang tidaklah singkat. Para siswa diketahui telah berlatih dengan intensif bersama guru kelas dan tim masing-masing selama kurang lebih tiga pekan, menunjukkan dedikasi dan kerja keras mereka.

Periode latihan tersebut merupakan bagian krusial dari perjalanan mereka menuju panggung utama. Selama latihan, anak-anak tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga belajar banyak hal fundamental lainnya, seperti mengikuti arahan dengan baik, menyelaraskan gerakan agar kompak, menjaga kekompakan tim, serta bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul bersama teman-teman mereka.

Bagi SD Almadany, Middle Performance ini jauh melampaui sekadar pertunjukan seni biasa. Sebaliknya, kegiatan ini diintegrasikan sebagai bagian esensial dari kurikulum pembelajaran berbasis pengalaman (Experiential Learning) yang dirancang khusus untuk memberikan ruang luas kepada para siswa mempraktikkan dan mengaplikasikan berbagai kemampuan serta pengetahuan yang telah mereka peroleh.

Secara spesifik, melalui medium tari dan musik, siswa diajak untuk belajar mengolah gerak tubuh dan memahami irama dengan lebih baik. Lebih dari itu, mereka juga berlatih menguatkan daya ingat untuk urutan gerakan, menjaga konsentrasi penuh selama pementasan, serta menyesuaikan diri dan berkolaborasi secara harmonis dengan anggota kelompok mereka.

Di samping aspek artistik dan kognitif, pengalaman tampil di hadapan banyak penonton juga memberikan pelajaran berharga dalam menghadapi dan mengelola rasa gugup. Setiap langkah yang diambil di atas panggung, setiap tatapan yang bertemu dengan penonton, menjadi kesempatan emas bagi para siswa untuk secara progresif membangun dan memperkuat kepercayaan diri mereka.

Dukungan yang luar biasa dari para orang tua turut melengkapi dan menyempurnakan seluruh proses pembelajaran berbasis pengalaman ini. Dalam pidatonya, Lilik Isnawati tidak lupa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus kepada para wali siswa yang telah berpartisipasi aktif, terutama dalam membantu menyiapkan kostum serta berbagai properti yang dibutuhkan untuk pertunjukan.

Lilik Isnawati lebih lanjut mengungkapkan bahwa dukungan penuh dari keluarga ini merupakan bukti nyata bahwa proses pendidikan sejatinya tidak terbatas hanya di dalam ruang kelas. Keterlibatan aktif dari keluarga, menurutnya, sangat membantu anak-anak dalam menjalani proses belajar mereka dengan tingkat kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi dan optimal.

Menjelang penutupan acara Middle Performance, Samsudin kembali menyampaikan pesan semangat yang menginspirasi kepada seluruh peserta. “Selamat berkreasi dan tampilkan performa terbaik kalian,” ujarnya, memberikan dorongan terakhir kepada siswa-siswi.

Pesan sederhana namun mendalam tersebut secara sempurna merangkum esensi dan tujuan utama dari seluruh rangkaian kegiatan Middle Performance ini. Anak-anak tidak hanya dituntut untuk sekadar tampil sempurna, melainkan lebih jauh dari itu, mereka diajak untuk belajar nilai-nilai penting seperti berusaha dengan gigih, berani mencoba hal baru, dan yang terpenting, menghargai setiap tahapan dalam proses pembelajaran yang mereka lalui.

Di bawah rindangnya pohon pule yang menjadi latar, panggung Middle Performance menjadi saksi bisu bagi setiap langkah kecil pertumbuhan dan perkembangan siswa. Melalui harmonisasi gerak, irama, dan semangat kebersamaan, siswa-siswi SD Almadany tidak hanya merayakan pengalaman belajar mereka, tetapi juga mengukir bekal berharga yang akan membimbing mereka untuk melangkah lebih jauh dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bisikan Bumi dari Selatan Pacitan: Getaran Gempa M 4,5 yang Singgah Sekejap di Ponorogo

13 Okt 2026 - 18:48 WIB

Bisikan Bumi dari Selatan Pacitan: Getaran Gempa M 4,5 yang Singgah Sekejap di Ponorogo

Nyala Dini Hari di Dlanggu: Kisah Selamat dari Amukan Api yang Melahap Rumah di Mojokerto

13 Okt 2026 - 18:46 WIB

Nyala Dini Hari di Dlanggu: Kisah Selamat dari Amukan Api yang Melahap Rumah di Mojokerto

Menggali Esensi Dakwah Muhammadiyah di Gresik: Ilmu, Keteladanan, dan Relevansi di Era Digital

13 Okt 2026 - 18:45 WIB

Menggali Esensi Dakwah Muhammadiyah di Gresik: Ilmu, Keteladanan, dan Relevansi di Era Digital

Rotasi Kepemimpinan di Polda Jatim: Pendidikan Adaptasi dan Amanah Pelayanan Publik yang Tak Pernah Usai

13 Okt 2026 - 15:18 WIB

Rotasi Kepemimpinan di Polda Jatim: Pendidikan Adaptasi dan Amanah Pelayanan Publik yang Tak Pernah Usai

Ketika Jalanan Menyembur: Mengurai Misteri Pipa Raksasa di Dupak Rukun Surabaya

13 Okt 2026 - 15:18 WIB

Ketika Jalanan Menyembur: Mengurai Misteri Pipa Raksasa di Dupak Rukun Surabaya
Trending di Pendidikan