Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Merajut Asa di Ujung Laut: Bandara Masalembu, Jembatan Udara untuk Pulau Terpencil Sumenep

badge-check

Merajut Asa di Ujung Laut: Bandara Masalembu, Jembatan Udara untuk Pulau Terpencil Sumenep Perbesar

KlikMojok – Bayangkan sebuah perjalanan yang memakan waktu minimal empat belas jam di atas gelombang laut, membelah samudra dari Pelabuhan Kalianget menuju sebuah titik terpencil di ujung timur Jawa Timur. Itulah realitas yang akrab bagi warga Pulau Masalembu, salah satu permata kepulauan di Kabupaten Sumenep, yang selama ini terisolasi oleh jarak dan tantangan geografis. Namun, secercah harapan kini mulai membias, menjanjikan jembatan udara yang akan mempersingkat rentang waktu dan membuka gerbang konektivitas. Pemerintah Kabupaten Sumenep tengah menggenjot proses pembangunan dan penyempurnaan landasan pacu atau ‘air strip’ untuk pesawat perintis, menandai babak baru bagi Bandara Masalembu.

Keterpencilan Masalembu bukan sekadar soal waktu tempuh, melainkan juga tentang akses terhadap layanan dasar, peluang ekonomi, dan interaksi sosial yang vital. Dengan kondisi cuaca yang seringkali tak menentu, perjalanan laut kerap menjadi ujian kesabaran, bahkan ancaman. Dalam konteks inilah, keberadaan sebuah bandara menjadi lebih dari sekadar fasilitas transportasi; ia adalah simbol kemajuan, penghubung kehidupan, dan penopang impian.

Bandara di Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, yang dulunya tercatat milik PT Elnusa Tbk, kini kembali dihidupkan melalui kerja sama dengan Pemkab Sumenep sejak Oktober 2025. Tujuannya jelas: menyediakan alternatif moda transportasi bagi masyarakat Masalembu, khususnya untuk penerbangan pesawat perintis.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Perhubungan Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menjelaskan bahwa selain penyempurnaan ‘air strip’, aspek krusial lainnya adalah pengaktifan kembali registrasi dari Kementerian Perhubungan. “Kami berkoordinasi dengan otoritas Bandara Juanda terkait persyaratan pengaktifan kembali Bandara Masalembu. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Dirjen Perhubungan Udara, kemudian Kementerian Perhubungan, termasuk juga dengan Bandara Trunojoyo,” katanya, Selasa (29/09/2026). Koordinasi lintas instansi ini menunjukkan komitmen serius Pemkab Sumenep untuk memastikan legalitas operasional bandara.

Dadang menegaskan, pengaktifan kembali registrasi Bandara Masalembu sifatnya wajib agar bandara tersebut bisa dioperasikan secara penuh. “Pemkab Sumenep ingin Bandara Masalembu diaktifkan lagi, supaya bisa digunakan untuk aktivitas penerbangan pesawat perintis dari dan ke Pulau Masalembu. Dengan demikian, nantinya akan ada alternatif moda transportasi bagi masyarakat Masalembu,” terangnya, menggarisbawahi dampak positif yang diharapkan.

Untuk mewujudkan operasional yang aman dan sesuai standar, beberapa fasilitas esensial harus dilengkapi. Dadang merinci, “Salah satunya adalah ‘Windsock’ atau alat penunjuk arah dan perkiraan kecepatan angin yang sesuai dengan standarisasi bandara.” Selain itu, “perlu pembenahan alur untuk pesawat landing. Ibaratnya kalau di angkutan darat itu marka. Kemudian pembangunan pagar. Ini tinggal pelaksanaannya. Anggaran sudah ada. Target kami, Oktober sudah ready,” ungkapnya, memberikan optimisme akan segera rampungnya persiapan.

Keberadaan Bandara Masalembu bukan hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga membuka aksesibilitas yang lebih baik bagi sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal. Para pelajar dan guru akan lebih mudah menjangkau daratan utama, pasien darurat dapat dievakuasi lebih cepat, dan potensi pariwisata serta perikanan Masalembu akan semakin terbuka lebar. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kepulauan.

Dengan rampungnya pembangunan dan aktivasi Bandara Masalembu, cakrawala baru terbentang bagi penduduk kepulauan. Jarak yang dulu terasa begitu jauh, kini akan terpangkas oleh sayap-sayap pesawat perintis, menghadirkan harapan akan kehidupan yang lebih terhubung, lebih dinamis, dan lebih berdaya. Pulau Masalembu, yang selama ini berjuang melawan isolasi, kini siap merajut kisahnya sendiri, terbang lebih tinggi menuju masa depan yang cerah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Senja yang Tergelincir di Bibir Sumur: Kisah Pilu Lansia Madiun dalam Perbaikan Pompa Air

30 Sep 2026 - 06:13 WIB

Senja yang Tergelincir di Bibir Sumur: Kisah Pilu Lansia Madiun dalam Perbaikan Pompa Air

Peran Jurnalis Tagar.co Jembatani Kemitraan Aksara 2026 Unair

30 Sep 2026 - 06:12 WIB

Peran Jurnalis Tagar.co Jembatani Kemitraan Aksara 2026 Unair

Perkuat Evaluasi Belajar: Dua SD Gresik Gelar Workshop Asesmen TKA

30 Sep 2026 - 06:11 WIB

Perkuat Evaluasi Belajar: Dua SD Gresik Gelar Workshop Asesmen TKA

Kepulangan Sunyi Tri Sutrisno: Jejak Duka dan Harapan Keselamatan Pasca Tragedi KMP Virgo Transport di Kediri

29 Sep 2026 - 21:04 WIB

Kepulangan Sunyi Tri Sutrisno: Jejak Duka dan Harapan Keselamatan Pasca Tragedi KMP Virgo Transport di Kediri

Masa Depan yang Terombang-ambing Ombak: Kisah Pendidikan Empat Putri Tihwin Pasca Tragedi Masalembo

29 Sep 2026 - 21:03 WIB

Masa Depan yang Terombang-ambing Ombak: Kisah Pendidikan Empat Putri Tihwin Pasca Tragedi Masalembo
Trending di Pendidikan