Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Mengukir Senyum dan Inspirasi: Mumtaz Berbagi Jadi Momen Berharga Anak Panti di Sidoarjo

badge-check

Mengukir Senyum dan Inspirasi: Mumtaz Berbagi Jadi Momen Berharga Anak Panti di Sidoarjo Perbesar

KlikMojok – Kegiatan tahunan Mumtaz Berbagi kembali sukses digelar oleh SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) pada Sabtu, 12 September 2026. Bertempat di Aula Lantai 6 Gedung Baru SD Mumtaz, acara ini mengundang sekitar 224 anak panti asuhan dari berbagai wilayah di Sidoarjo. Ratusan pasang mata anak-anak tersebut tampak berbinar penuh semangat, menyambut momen kebersamaan yang istimewa ini.

Bagi banyak anak panti yang hadir, Mumtaz Berbagi bukan hanya sekadar acara seremonial biasa. Hari itu menjadi kesempatan berharga di mana mereka dapat merasakan menjadi anak-anak pada umumnya, bebas dari stigma atau batasan. Mereka datang bukan karena kekurangan yang mereka miliki, melainkan dengan semangat dan segudang cerita hidup yang berharga, siap untuk dibagikan dan didengar.

Dalam kesempatan tersebut, tausiah inspiratif disampaikan oleh Amrozi, S.Fil.I., M.Pd. Beliau mengingatkan para hadirin bahwa ibadah memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar rutinitas kewajiban. Amrozi menegaskan, “Ibadah tidak hanya menjadi kewajiban seorang muslim. Namun menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. sehingga membentuk akhlak yang baik, serta memberikan ketenangan dan arah dalam menjalani kehidupan,”.

Meski demikian, momen yang paling menyentuh hati justru tidak datang dari mimbar utama, melainkan dari salah satu kursi penonton. Adalah Danendra Dwi Mahardika, seorang anak dari Panti Sajidah El-Madinah, yang diberi kesempatan untuk maju dan berbagi ceritanya di hadapan 224 anak lainnya yang hadir.

Dengan mata yang berbinar-binar dan senyum yang merekah lebar, Dika, demikian ia akrab disapa, mulai mengisahkan kesehariannya di panti. Yang menarik, alih-alih menceritakan kesulitan atau keterbatasan yang mungkin ia alami, Dika justru berbagi tentang kegembiraan dan kebahagiaan dalam menjalani ibadah bersama teman-teman pantinya. Ia menceritakan bagaimana setiap hari ia mengikuti salat berjemaah yang selalu ramai, menikmati tawa riang saat mengaji bersama, serta merasakan kehangatan kebersamaan yang tak ternilai di lingkungan panti asuhannya.

Kepolosan dan kejujuran Dika dalam bercerita secara spontan membuat ratusan anak panti lain yang hadir ikut tersenyum dan merasakan kedekatan. Beberapa di antara mereka bahkan terlihat mengangguk-angguk, seolah menemukan cerminan diri dan pengalaman serupa dalam kisah yang disampaikan Dika.

Bagi anak-anak panti asuhan, kesempatan untuk didengar dan merasa dianggap penting merupakan hal yang tidak selalu mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, partisipasi dan kehadiran mereka dalam kegiatan Mumtaz Berbagi ini memiliki makna yang sangat mendalam dan istimewa.

Pada hari yang penuh makna itu, di tengah-tengah 224 anak yang hadir, Dika muncul sebagai representasi nyata. Kisahnya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjalani hidup dengan penuh rasa syukur dan sukacita yang tulus.

Melalui rangkaian acara Mumtaz Berbagi, semua peserta tidak hanya diajak untuk memahami arti pentingnya memberi. Lebih dari itu, kegiatan ini juga berhasil memberikan penguatan terhadap nilai-nilai luhur seperti ibadah, kepedulian sosial, kebersamaan, serta semangat berbagi kepada sesama.

Kehadiran 224 anak panti dalam satu ruangan yang sama di SD Mumtaz menjadi pengingat yang kuat bahwa kepedulian sejati melampaui sekadar materi. Lebih dari sekadar memberikan bantuan, kegiatan ini menjelma menjadi bentuk kepedulian yang mampu menghadirkan kebahagiaan murni, menumbuhkan harapan baru, serta mempererat tali silaturahmi yang kokoh antar sesama.

Sebagaimana yang tercermin jelas dari senyum tulus dan cerita inspiratif Dika pada hari itu, Mumtaz Berbagi memberikan pelajaran berharga. Bahwa kebaikan akan terasa jauh lebih bermakna ketika dilakukan dengan landasan keikhlasan hati dan kepedulian yang mendalam kepada sesama.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Merajut Asa di Ujung Laut: Bandara Masalembu, Jembatan Udara untuk Pulau Terpencil Sumenep

30 Sep 2026 - 06:14 WIB

Merajut Asa di Ujung Laut: Bandara Masalembu, Jembatan Udara untuk Pulau Terpencil Sumenep

Senja yang Tergelincir di Bibir Sumur: Kisah Pilu Lansia Madiun dalam Perbaikan Pompa Air

30 Sep 2026 - 06:13 WIB

Senja yang Tergelincir di Bibir Sumur: Kisah Pilu Lansia Madiun dalam Perbaikan Pompa Air

Peran Jurnalis Tagar.co Jembatani Kemitraan Aksara 2026 Unair

30 Sep 2026 - 06:12 WIB

Peran Jurnalis Tagar.co Jembatani Kemitraan Aksara 2026 Unair

Perkuat Evaluasi Belajar: Dua SD Gresik Gelar Workshop Asesmen TKA

30 Sep 2026 - 06:11 WIB

Perkuat Evaluasi Belajar: Dua SD Gresik Gelar Workshop Asesmen TKA

Kepulangan Sunyi Tri Sutrisno: Jejak Duka dan Harapan Keselamatan Pasca Tragedi KMP Virgo Transport di Kediri

29 Sep 2026 - 21:04 WIB

Kepulangan Sunyi Tri Sutrisno: Jejak Duka dan Harapan Keselamatan Pasca Tragedi KMP Virgo Transport di Kediri
Trending di Pendidikan